Sarat akan Isu Keluarga dan Menangi Banyak Penghargaan, Yuk Lihat Berbagai Fakta dari Film Shoplifters Shoplifters merupakan film yang sarat akan isu kekeluargaan (foto: independent.ie)

SIKAP seseorang layaknya sebuah koin, yang selalu memiliki dua sisi dalam menjalani kehidupan. Itulah yang mungkin ingin digambarkan sineas dalam film Shoplifters yang tayang tahun lalu.

Film bergenre drama ini menyuguhkan sebuah kondisi keluarga yang jauh dari kehidupan mewah namun tetap hangat dan sarat akan makna dengan cara mereka sendiri. Berikut merupakan fakta dari film Shoplifters yang wajib kamu tahu:

1. Sarat akan isu keluarga

sarat akan isu keluarga
Menyuguhkan sisi kekeluargaan yang berbeda (foto: pixabay/sathyatripodi)

Film ini berkisah tentang kehidupan seorang keluarga miskin di Jepang yang mencoba bertahan hidup dan menghasilkan uang dengan berbagai cara yang bisa mereka lakukan.

Sang ayah, Osamu Shibata (yang diperankan oleh Lili Franky), merupakan seorang buruh bangunan yang lebih sering menghabiskan waktunya mengutil sebuah toko bersama Shota (yang diperankan oleh Jyo Kairi). Kemudian sang ibu, Nobuyo Shibata (yang diperankan oleh Sakura Ando), Aki (yang diperankan oleh Mayu Matsuoka) beserta Neneknya, Hatsue Shibata (yang diperankan oleh Kirin Kiki) melengkapi keluarga tersebut.

Meskipun, menggambarkan isu sosial yang kental, film ini tetap menyuguhkan bagaimana layaknya sebuah keluarga biasanya seperti berlibur ke pantai, menghabiskan waktu bersama keluarga, dan lainnya.

2. Merupakan garapan sutradara Hirokazu Kore-eda

Hirokazu kore-eda
Sang sutradara sekaligus penulis saat menerima penghargaan (foto: bbc.co)


Kore-eda merupakan seorang editor, penulis naskah, produser sekaligus sutradara film Jepang sejak tahun 1991. Ini bukan pertama kalinya Kore-eda mengangkat isu keluarga, sebelumnya ia juga telah konsisten dengan mengangkat isu keluarga seperti dalam film Like Father, Like Son (2013), Our Little Sister (2015), Nobody Knows (2004), dan masih banyak lagi.

Film yang memiliki judul asli Manbiki Kazoku ini ditulis sendiri oleh Kore-eda dengan memiliki jalan cerita yang sangat berbeda dengan film yang ia garap sebelumnya.

3. Salah satu film berbahasa asing dengan penghasilan tertinggi

film jepang dengan penghasilan terbesar
Para Pemain Shoplifters menghadiri acara penghargaan Cannes (foto: zimbio.com)


Film yang menyuguhkan para tokoh yang berusaha keras mencukupi kebutuhan hidup meski harus bertentangan dengan hukum dan norma masyarakat ini berhasil meraup penghasilan yang tinggi.

Dilansir dari Variety.com, film drama asal Jepang ini berhasil meraup penghasilan lebih dari US$2 juta. Ini juga menjadi film non-anime pertama dari jepang yang mencapai US$2 juta sejak tahun 1985.

4. Menggambarkan permasalahan sosial di Jepang

Shoplifter menggambarkan masalah sosial di Jepang
Menggambarkan realitas permasalahan sosial di Jepang (foto: indiewire.com)


Shoplifters menggambarkan isu sosial yang terjadi di keluarga khususnya tentang anak, perempuan, dan lansia menjadi satu kesatuan dan membuat penonton berpikir kembali mengenai yang biasa diyakini masyarakat perihal sebuah keluarga.

Dikutip dalam wawancaranya bersama Vulture.com, Kore-eda mengatakan bahwa kemiskinan telah meningkat di Jepang, semakin banyak orang yang tidak bekerja karena mereka sudah pensiun. Namun, menurutnya film ini sama sekali bukan kritik terhadap pemerintah atau sistem sosial tertentu. Melainkan hanya realitas sosio-ekonomi.

5. Mendapatkan banyak penghargaan

Shoplifter memenangkan banyak penghargaan
Cuplikan dari film Shoplifter (foto: kaist455.com)


Film yang diperankan oleh Lily Franky, Sakura Ando, Mayu Matsuoka, Kairi Jo, Miyu Sasaki, dan Kirin Kiki ini berhasil mendapatkan berbagai penghargaan seperti penghargaan surprise winner dari Palme d'Or Festival Film Cannes 2018, film berbahasa asing terbaik di Boston dan Los Angeles Society of Film Critics. (ver)


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH