Sarapan Bareng JK, Anies Komentari Kehadiran Massa Pendukung di JIS

Frengky AruanFrengky Aruan - Sabtu, 10 Februari 2024
Sarapan Bareng JK, Anies Komentari Kehadiran Massa Pendukung di JIS

Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, Sabtu (10/2/2024). (ANTARA/HO-Timnas AMIN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Calon presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan sarapan bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), Sabtu (10/2), sebelum berangkat ke Jakarta International Stadium untuk menghadiri kampanye akbar bertajuk ‘Kampanye Akbar Ber1 Berani Berubah’.

Dikutip dari Antara, Anies ditemani istri dan keluarganya, begitu juga JK yang ditemani istrinya. Selain sarapan bersama, Anies dan JK juga memantau perkembangan kedatangan massa pendukungnya ke JIS melalui televisi.

Menurut Anies, sebagian massa pendukungnya ada yang sudah tiba di JIS sejak Jumat malam.

Baca Juga:

Prabowo: Indonesia Bangsa Terhormat, Bukan Kacung

"Ada yang jalan kaki, bersepeda, bahkan menginap. Tadi subuh saya lihat sudah tidak bergerak (lalu lintas), sungguh subhanallah," kata Anies usai sarapan bersama JK.

Dia mengatakan animo masyarakat atau pendukungnya yang hadir ke JIS menunjukkan semangat dan persistensi. Selain itu, dia menilai banyaknya massa yang datang itu dilandaskan dengan apa adanya karena keinginan perubahan.

Sementara itu, Jusuf Kalla mengatakan bahwa animo sebesar ini merupakan representasi dari keinginan kuat masyarakat akan perubahan yang lebih baik, sekaligus menjadi pengingat bagi pihak-pihak yang memanipulasi maupun mencuri suara rakyat.

“Jadi saya tanya sekian bulan ini apa yang didapat dari masyarakat sehingga itu akan diekspresikan nanti,” kata JK.

Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) memperkirakan sebanyak 5 juta orang akan hadir pada kampanye akbar AMIN bertajuk "Kumpul Akbar Ber1 Berani Berubah" di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu (10/2).

Dewan Pertimbangan Timnas AMIN, Awalil Rizky, menyebut angka perkiraan tersebut seiring dengan jumlah tiket terpesan secara daring pada Rabu (7/2) mencapai 3,5 juta pada menit pertama serta berdasarkan laporan dari Tim Pemenangan Daerah (TPD). (*)

Baca Juga:

Hujan Berkah Imlek Guyur Solo, Massa Pendukung Ganjar-Mahfud Bertahan

#Anies Baswedan #Jusuf Kalla #Pilpres #Pilpres 2024
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Mahkamah Konstitusi menolak gugatan syarat pendidikan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Lalu, apa alasannya?
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Wacana tersebut memicu perdebatan karena sebelumnya Mahkamah Konstitusi telah memutuskan penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Indonesia
JK Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo, Bahas Proyek Energi Raksasa Senilai Rp 70 Triliun
JK membeberkan hasil pertemuan dengan Prabowo. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan proyek energi nasional bernilai hingga Rp 70 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
JK Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo, Bahas Proyek Energi Raksasa Senilai Rp 70 Triliun
Indonesia
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
PSI beralasan kasus yang menyeret Grace bukan urusan partai karena melibatkan pernyataan yang menjadi tanggung jawab pribadi.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Bagikan