Saran Rizal Rami Tekan COVID-19: Sulap Gedung Dewan Jadi Ruang Pasien Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Rizal Ramli di Kampus IAIN Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (7/11). (MP/Ismail)

Merahputih.com - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli mempunyai empat solusi untuk menekan laju COVID-19 yang kini makin meningkat.

Pertama, Pemerintah bisa mengambil langkah lebih tegas yakni lockdown selama satu bulan. Sepanjang masa pemberlakuan lockdown, pemerintah harus menjamin makanan dan obat-obatan bagi rakyat.

“Itu yang terjadi di negara-negara lain yang berhasil mengendalikan COVID-19,” tutur Rizal Ramli, Jumat (9/7).

Baca Juga

Siap Awasi Pendaftaran Cakada, Bawaslu Harap Bisa Koordinasi dengan KPU

Kedua, pemerintah juga perlu meningkatkan vaksinasi sebanyak tiga kali dari yang saat ini telah dilakukan.

Ketiga, lanjut Rizal Rami, adalah mengalihfungsikan gedung DPR dan DPRD sebagai tempat perawatan warga yang terinfeksi COVID-19, mengingat ruang perawatan di semua rumah sakit sangat terbatas. Kalaupun menggunakan hotel untuk isolasi mandiri pasien, biayanya juga sangat mahal.

“Daripada gedung dipakai anggota Dewan yang suka tidur dan menjadi 'yes-man', lebih baik digunakan untuk ruang perawatan pasien COVID-19. Kalau anggota dewan ingin rapat, kan bisa menggunakan aplikasi teleconfrence, seperti zoom atau google meet,” tutur Rizal Ramli.

Dan terakhir, kepemimpinan tegas dan terarah menjadi salah satu faktor penting dalam perang melawan COVID-19. Dia membandingkan situasi Amerika Serikat di era Donald Trump dan di era Joe Biden saat ini.

“Ketika Trump berkuasa kasus COVID-19 sangat memprihatinkan. Tetapi setelah Biden berkuasa, dalam waktu lima bulan AS bisa menang melawan COVID-19. Kualitas pemimpin memang menentukan,” pungkas Rizal Ramli.

Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Rizal Ramli di Kampus IAIN Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (7/11). (MP/Ismail)
Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Rizal Ramli di Kampus IAIN Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (7/11). (MP/Ismail)

Selain solusi menekan angka COVID-19, Rizal juga menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hanyalah sebuah ilusi yang sulit dipercara. Menurut Rizal, selama ini forecasting yang disampaikan Sri Mulyani sering meleset.

Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini akan mencapai angka 4,5 persen. Angka itu merupakan proyeksi pertumbuhan yang moderat. Sementara, bila keadaan memburuk, pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua akan mencapai 3,7 persen.

“Diramalkan sampai 4,5 persen. Kalau ngibul jangan keterlaluanlah. Paling tumbuh 3 persen. Dan pertumbuhan 3 persen itu tidak cukup, karena pengangguran akan lebih banyak. Kita harus tumbuh 7 persen supaya tenaga kerja baru mendapat pekerjaan,” ujar mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

Mantan Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid itu menyayangkan strategi pemerintah yang tidak jelas. Misalnya, selalu mengubah istilah, sementara kalangan rakyat bawah tidak merasakan perubahan yang berarti. UMKM yang kerap disebut sebagai salah satu bantalan perekonomian nasional pada kenyataannya juga sulit bergerak.

Baca Juga

KPU Diminta Hentikan Proses Pendaftaran Cakada yang Langgar Protokol Kesehatan

Riza Ramli memprediksi, perekonomian Indonesia sepanjang 2021 itu akan seperti kurva W, yang bila dideskripsikan, setelah anjlok akan mengalami kenaikan sedikit, lalu anjlok lagi dan bisa jadi lebih dalam.

Presiden Joko Widodo memaparkan pemerintah tetap meyakini ekonomi Indonesia akan berbalik pulih. Pada kuartal II 2021 Presiden Jokowi meyakini pertumbuhan ekonomi domestik dapat mencapai 7 persen dibanding kuartal I 2021 yang terjerembab di minus 0,74 persen. (Ayu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
436 Pegawai KPK Terpapar COVID-19, 10 Orang Meninggal
Indonesia
436 Pegawai KPK Terpapar COVID-19, 10 Orang Meninggal

"Terakhir adalah Penyidik KPK Almarhum Kompol Ardian Rahayudi," ujar Ali

Jurkam Nasional Gibran-Teguh Hadir Secara Tatap Muka dan Virtual
Indonesia
Jurkam Nasional Gibran-Teguh Hadir Secara Tatap Muka dan Virtual

Kehadiran mereka menyapa masyarakat Solo dilakukan secara online dan tatap muka terbatas.

Jelang Akhir Tahun Pinjaman Buat BUMN Bakal Dicairkan
Indonesia
Jelang Akhir Tahun Pinjaman Buat BUMN Bakal Dicairkan

Realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah mencapai Rp383,01 triliun atau 55,1 persen dari total pagu sebesar Rp695,2 triliun per 9 November 2020.

Polisi Amankan Pelempar Molotov ke Masjid di Duri Kosambih
Indonesia
Polisi Amankan Pelempar Molotov ke Masjid di Duri Kosambih

Seorang jemaah masjid hampir menjadi korban sasaran bom molotov

Kematian COVID-19 Tembus 7.000, Swedia Belum Wajibkan Penggunaan Masker
Dunia
Kematian COVID-19 Tembus 7.000, Swedia Belum Wajibkan Penggunaan Masker

Swedia belum mewajibkan penggunaan masker. Demikian kata pejabat kesehatan senior pada Kamis (3/12).

Jokowi Apresiasi Pihak-Pihak yang Bekerja Keras Tangani COVID-19
Indonesia
Jokowi Apresiasi Pihak-Pihak yang Bekerja Keras Tangani COVID-19

Presiden tetap meminta TNI, Polri, Satgas COVID-19 hingga pemerintah daerah terus berupaya lebih keras dalam menahan laju pertumbuhan COVID-19

Pemerintah Sri Lanka Tutup Sekolah Islam dan Larang Wanita Muslim Bercadar
Dunia
Pemerintah Sri Lanka Tutup Sekolah Islam dan Larang Wanita Muslim Bercadar

"Pada masa-masa awal kami, wanita dan gadis Muslim tidak pernah mengenakan cadar. Itu adalah tanda ekstremisme agama yang muncul baru-baru ini. Kami pasti akan melarangnya," ucap dia

RSDC Wisma Atlet Terkendala Ketersediaan Tabung Oksigen
Indonesia
RSDC Wisma Atlet Terkendala Ketersediaan Tabung Oksigen

Untuk angka hunian per Senin (19/7) sebanyak 73,42 persen dan tingkat kesembuhan mencapai 92,51 persen

Kenapa Markis Kido Tak Dimakamkan di TMP Kalibata?
Indonesia
Kenapa Markis Kido Tak Dimakamkan di TMP Kalibata?

Markis Kido sendiri mendapatkan penghargaan Parama Kridha Utama Kelas I dari Presiden SBY

Polisi Terima Satu Laporan Terkait Ilegal Akses Data Nasabah BRI Life
Indonesia
Polisi Terima Satu Laporan Terkait Ilegal Akses Data Nasabah BRI Life

Rusdi belum merinci secara detail perkembangan proses pendalaman kebocoran data BRI Life