Saran LIPI Untuk Golkar yang Sedang Diterpa Musibah Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) berbincang dengan Sekjen Idrus Marham sebelum memulai rapat pleno di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (21/11). Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro meminta Partai Golkar untuk fokus menyongsong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada ) serentak 2018 dan persiapan jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Pasalnya, Sosok yang karib disapa Wiwik ini berpandangan, energi partai berlambang pohon beringin itu akan habis jika hanya berfokus untuk mengamankan posisi Setya Novanto dari kursi Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR.

"Jadi yang dipikirkan oleh keluarga besar Golkar itu adalah bagaimana nasib Golkar di tahun 2018. Khususnya pilkada serentak gelombang ketiga dan juga bagaimana kesiapan Golkar untuk menata diri dan mempromosikan calon-calon legislatifnya dan calon Presiden dan wakil Presiden pada 2019," ujarnya dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11).

Selain mesti fokus pada perhelatan kontestasi elektoral mendatang, menurut Wiwik, Golkar juga harus mau membuka diri mendengarkan aspirasi masyarakat yang menginginkan Setnov untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR.

"Jadi kembali ke benchmarking Golkar bahwa partai suara rakyat suara Golkar, ini partai off ideas, menurut saya partai off ideas itu hilang sama sekali kalau dan bahkan golkar ini tidak menyuarakan rakyat ketika golkar menafikan aspirasi rakyat," tandasnya.

Lebih lanjut Wiwik menambahkan, bahwa partai tertua di Indonesia itu juga harus berbenah diri serta menunjukan kepada masyarakat luas tentang keberpihakannya pada penegakan hukum.

"Dan Golkar tentunya harus mampu merespon permasalahan di domestiknya di internalnya itu secara win-win solution tapi tidak boleh bersifat relatif," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, rapat pleno DPP Partai Golkar diadakan tiga hari berselang setelah KPK telah memindahkan Setnov dari Rumah Sakit dr. Citpo Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, ke rumah tahanan (Rutan) KPK, Jakarta Timur pada Minggu (19/11) malam.

Dalam rapat yang berjalan alot hingga larut malam itu, DPP Partai Golkar memutuskan untuk tetap mempertahankan Setnov sebagai Ketua Umum DPP Golkar hingga keluar putusan praperadilan.

Sebagai gantinya, Idrus Marham ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum untuk menjalankan tugas Setnov dalam tubuh partai berlambang pohon beringin itu.

Selain itu, Setnov juga tetap menjabat sebagai Ketua DPR RI setelah mengirimkan surat saktinya kepada pimpinan lembaga tersebut pada hari dilaksanakan rapat pleno Golkar. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH