Santri Miliki Ketangguhan Jadi Motor Penggerak Pembangunan Ekonomi

Mula AkmalMula Akmal - Jumat, 24 Februari 2023
Santri Miliki Ketangguhan Jadi Motor Penggerak Pembangunan Ekonomi

Ilustrasi Bisnis. (Foto: Pixabay/PhotoMIX-Company)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Santri dinilai memiliki potensi yang besar dalam berbisnis, baik dalam konteks lokal maupun global. Sebagian besar santri telah menerima pendidikan agama yang kuat, yang sering kali mencakup nilai-nilai etika dan moral yang tinggi.

Semua itu dapat membantu mereka dalam menjalankan bisnis dengan prinsip-prinsip yang baik dan bertanggung jawab. Santri biasanya terbiasa dengan rutinitas yang terstruktur dan disiplin waktu yang ketat dalam pesantren. Keterampilan manajemen waktu sangat berharga dalam dunia bisnis.

Baca Juga:

Siti Atikoh Gaungkan Semangat Program Unggulan Santripreneur untuk Santri

Akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Muhammad Naufal Arsy Katon menyatakan santri punya modal utama yang harus dimiliki seorang pengusaha, yaitu naluri bertahan atau survival instinct. Tiap bisnis pasti mengalami lika-liku, pasang-surut, serta dinamika yang sukar ditebak. Entrepreneur sejati tidak akan goyang dan menyerah karena hal-hal semacam itu. Pasalnya, ia punya ketahanan dan ketangguhan.

“Pandangan di atas bisa dikorelasikan dengan pendidikan pesantren. Di dalam “penjara suci” tersebut, para santri digembleng fisik maupun mental. Sehingga menjadi pribadi yang tangguh dan tidak gampang menyerah. Mereka yang berkhidmat pada ilmu di balik pagar pesantren akan menyesap daya juang serta kemandirian,” ucapnya saat dihubungi.

Menurutnya, pesantren menguatkan fisik para santri, menjadikan olahraga rutinitas, gaya hidup sehat dengan puasa dan tidak berlebihan saat makan, juga bangun tengah malam untuk belajar maupun beribadah, hal itu membuat pikiran jadi lebih segar.

Dia mengatakan pembinaan mental di pesantren juga dilakukan secara terus menerus. Tidak hanya dengan kucuran nilai-nilai spiritualitas melalui teks kitab suci maupun kisah-kisah para sahabat nabi, tabi’in dan ulama yang tak pantang menyerah mendakwahkan Islam. Konseling dan kebersamaan yang diimplementasikan secara rutin turut menguatkan mental santri.

“Prinsipnya, kegiatan di pesantren tidak hanya soal pendidikan agama Islam. Melainkan pula, pembentukan spirit bertahan hidup dengan seluruh kreatifitas dan potensi intelektual. Pada konteks bisnis, semangat berjuang untuk mencari celah dan meraih kesuksesan adalah poin yang tak bisa ditawar,” urainya.

Naufal yang merupakan santri dari Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo, Jawa Timur ini memiliki pengalaman pribadi yang bisa menjadi cermin faktual dalam berbisnis. Dia memberanikan diri membuka bisnis mikro. Wujudnya adalah Warkop Podongopi.

Keberadaan Warkop Podongopi adalah bentuk perjuangan dalam berbagai tantangan. Usaha tersebut lahir di tengah pandemi COVID-19. Warkop Podongopi menawarkan keunikan. Warkop ini mengusung konsep industrial minimalis sehingga tercipta kesan warung kopi modern. Di warkop ini juga terdapat tempat outdoor yang dilengkapi dengan meja beton ala coffee shop serta pohon rindang sehingga menambah kesan sejuk.

Bertahan di era PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) bukan perkara mudah. Pengunjung terbatas, mobilitas terhambat, meningkatnya harga bahan baku harganya, juga biaya produksi melonjak sementara operasional harus terus berjalan. Dalam kondisi ini, ketangguhan untuk bertahan menjadi kunci dari eksistensi. Hingga saat ini, Warkop Podongopi sukses menyelenggarakan berbagai acara lintas komunitas bahkan lintas generasi.

Baca Juga:

Milenial Sumbang Nyaris 50 Persen Pertumbuhan Bisnis Emas BSI

Potensi santri

Naufal melihat pesantren sering kali merupakan tempat santri dari berbagai latar belakang berkumpul, menciptakan jaringan sosial yang luas. Jaringan ini dapat menjadi sumber dukungan, kolaborasi, dan peluang bisnis di masa depan. Pendidikan di pesantren juga sering kali mencakup ajaran tentang kewirausahaan dan nilai-nilai seperti kerja keras, keberanian, dan ketekunan. Semua itu membantu menginspirasi semangat kewirausahaan di kalangan santri.

“Pada bagian lain, ajaran Islam mengajarkan pentingnya usaha dan kerja keras dalam mencari nafkah. Banyak ayat Al-Qur'an dan riwayat hadis Nabi Muhammad yang menyatakan bahwa usaha yang sungguh-sungguh akan dihargai oleh Tuhan Yang Maha Esa. Perintah untuk bekerja keras untuk menjemput rezeki salah satunya ada pada ayat kesepuluh surah Al-Jumuah. Kerja keras demi penghidupan sehari-hari, salah satu bentuknya adalah dengan membuka usaha. Berbisnis, berniaga, atau berwirausaha,” ucapnya.

Dia juga menceritakan kisah Nabi Muhammad yang terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi dan bisnis, serta mengajarkan umatnya untuk berdagang, dan mengelola kekayaan dengan bijaksana. Islam menekankan pentingnya keadilan dan transparansi dalam bisnis. “Nabi Muhammad melarang praktik-praktik yang tidak adil seperti penipuan, dan riba. Bisnis dalam Islam harus dilakukan dengan penuh kejujuran, keadilan, dan kesopanan,” sambungnya.

Peluang pemuda

Naufal pun meyakini tidak hanya santri, dunia bisnis sebenarnya juga kompatibel bagi kaum muda secara umum. Pemuda punya peluang menjadi motor penggerak utama pembangunan ekonomi suatu negara. Terlebih bagi Indonesia, yang saat ini hingga bertahun-tahun ke depan memiliki bonus demografi.

“Dengan terlibat dalam bisnis, pemuda dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi tingkat pengangguran. Tanpa perlu mencari pekerjaan, namun justru menciptakan lapangan pekerjaan. Semangat para pemuda yang menggebu-gebu umumnya pantang menyerah dan suka mengeksplorasi hal baru. Dengan kata lain, kreativitas dan intelektualitas yang dimiliki pemuda merupakan modal yang harus dimanfaatkan,” tegasnya.

Berbisnis memberikan kesempatan kepada pemuda untuk menciptakan sumber pendapatan sendiri, yang pada gilirannya memungkinkan mereka untuk menjadi mandiri secara finansial. Hal ini juga mengurangi ketergantungan pada orang lain dan meningkatkan rasa percaya diri.

“Berbisnis memberikan kesempatan kepada pemuda untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang penting dalam dunia kerja, seperti kepemimpinan, manajemen waktu, komunikasi, dan negosiasi. Bisnis yang dimiliki dan dijalankan oleh pemuda juga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, baik melalui penciptaan lapangan kerja, pemberian pelatihan dan pendidikan, maupun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan,” tutupnya.

Baca Juga:

Ternyata Ini 3 Cara Jitu Mengelola Bisnis Online yang Bisa Dicoba Gen Z

#Santri #Pondok Pesantren #Bisnis #Ekonomi
Bagikan
Ditulis Oleh

Mula Akmal

Jurnalis dan profesional komunikasi dengan pengalaman memimpin redaksi, menggarap strategi konten, dan menjembatani informasi publik lintas sektor. Bagi saya, setiap berita adalah peluang untuk menghadirkan akurasi, relevansi, dan dampak nyata bagi pembaca.

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Nilai tukar rupiah hari ini dibuka menguat signifikan 82 poin (0,46 persen) ke level Rp 17.725 per dolar AS.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Dunia
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Hong Kong resmi menggeser Swiss sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas negara terbesar dunia. Aset naik 10,7% jadi 2,95 triliun dolar AS, didorong IPO dan family office.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Indonesia
Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus bekerja keras menangani berbagai persoalan ekonomi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi
Lifestyle
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Tekanan ekonomi membuat Gen Z harus lebih selektif dalam mengatur keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Indonesia
Imbau Warga Lepas Dolar, Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Bisa Rugi Kalau Disimpan
Dasco meyakini nilai tukar rupiah akan menguat pada pekan depan sehingga pemegang dolar berpotensi mengalami kerugian.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Imbau Warga Lepas Dolar, Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Bisa Rugi Kalau Disimpan
Indonesia
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Swasembada Energi
Presiden Prabowo Subianto menegaskan hilirisasi dan industrialisasi menjadi kunci Indonesia menuju kekuatan ekonomi dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Swasembada Energi
Indonesia
DEN Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Dewan Ekonomi Nasional menilai ekonomi Indonesia tetap solid dan jauh dari krisis. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen dan inflasi tercatat 3,08 persen pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
DEN Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Indonesia
Strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027
Pemerintah bertumpu pada penguatan peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna menarik minat para pemodal internasional
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027
Indonesia
DPR dan Pemerintah Bahas Strategi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
Pembahasan difokuskan pada penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
DPR dan Pemerintah Bahas Strategi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia
Senin (8/6) Pagi Rupiah Dibuka Tembus Rp 18.107, IHSG Ikut Tertekan Anjlok 222 Poin
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin (8/6) pagi dibuka melemah 71 poin atau 0,39 persen ke level Rp 18.107 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 18.036.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Senin (8/6) Pagi Rupiah Dibuka Tembus Rp 18.107, IHSG Ikut Tertekan Anjlok 222 Poin
Bagikan