Santri Dilarang Mudik Lebaran, Menag Sebut untuk Cegah Bahaya Lebih Besar Ilustrasi (foto: instagram @miqdad_aziziy)

Merahputih.com - Pemerintah menegaskan tidak akan memberikan dispensasi khusus kepada santri dalam kebijakan pelarangan mudik Lebaran tahun ini. Langkah ini dilakukan demi terjaganya keselamatan jiwa bersama dari bahaya dan ancaman COVID-19.

Kementerian Agama menyatakan kebijakan larangan mudik ini tidak mudah diterima oleh kalangan pesantren. Apalagi, biasanya jelang Hari Raya Idul Fitri, rata-rata pondok pesantren telah mengakhiri masa pembelajarannya.

“Untuk itu kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orang tua santri untuk bisa memahami aturan. Ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus COVID-19,” ujar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/4).

Baca Juga:

Mengisi Buku Kegiatan Ramadan Sangat Memorable

Pria yang akrab Gus Yaqut ini mengatakan potensi melambungnya kembali kasus COVID-19 di Indonesia sangat tinggi pada saat Lebaran.

Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah telah berikhtiar dengan membuat kebijakan pengetatan maupun pelarangan bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

Kesuksesan upaya pengendalian COVID-19 sebagaimana tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satgas COVID-19 No 13 Tahun 2021 ini juga banyak dipengaruhi sejauhmana masyarakat bisa mematuhi dengan baik isi aturan tersebut.

Dengan dasar tersebut, Yaqut berharap semua masyarakat termasuk kalangan santri untuk bisa memahami secara baik munculnya pelarangan mudik saat Lebaran tahun ini.

Di tengah pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya terkendali saat ini, dibutuhkan kontrol ketat dalam pelaksanaan di lapangan.

Pondok Gontor (Antara/ist/ Ilustrasi)
Ilustrasi Pondok pesantren (Antara/ist)

Pergerakan jutaan santri ke berbagai daerah dalam waktu hampir bersamaan sangat rawan memunculkan klaster-klaster baru penularan virus. Bahaya lebih besar pun mengancam jika sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya.

"Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik, potensi penularan virus pada Kiai dan Ibu Nyai," jelas Gus Yaqut.

Upaya mengontrol santri saat di rumah juga bukan hal yang mudah. Sebab jumlah mereka juga tak sebanding dengan petugas yang ada.

Di sisi lain, upaya pemulangan santri ke ponpes usai Lebaran juga memunculkan persoalan yang tak kalah ringan. Santri wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, karantina dan sebagainya sebelum benar-benar bersih dari virus.

"Ini tentu membutuhkan banyak hal yang tidak mudah diselesaikan dalam tempo yang mepet," kata Menag.

Baca Juga:

Tipikal Anak Bukber di Tongkrongan

Meledaknya kasus COVID-19 seperti di India dan Thailand beberapa hari terakhir juga menjadi pelajaran berharga agar semua masyarakat selalu waspada terhadap ancaman virus ini.

”Hukum mudik adalah sunah, sementara menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan adalah wajib," tutup Yaqut. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Gratiskan Semua Tiket ASEAN Para Games 2022
Indonesia
Gibran Gratiskan Semua Tiket ASEAN Para Games 2022

Ketua INASGOC ASEAN Para Games 2022, Gibran Rakabuming Raka memastikan pihaknya akan memberikan akses kemudahan bagi masyarakat umum menonton pembukaan dan pertandingan ASEAN Para Games di Solo. Kemudahan tersebut dilakukan dengan menggratiskan tiket.

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dihina, Presiden AS Hanya Sambut PM Singapura
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dihina, Presiden AS Hanya Sambut PM Singapura

Presiden AS juga menyambut kedatangan Presiden Jokowi di tempat yang sama.

Ali Safa'at Ungkap Alasan Pilih Jadi Komisioner KPU Ketimbang Rektor-Dirjen
Indonesia
Ali Safa'at Ungkap Alasan Pilih Jadi Komisioner KPU Ketimbang Rektor-Dirjen

Anggota Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mencecar calon anggota KPU RI Muchammad Ali Safa'at.

Anies Masuk PP, Ketua Umum: Seluruh Anggota Wajib Pilih Beliau di 2024
Indonesia
Anies Masuk PP, Ketua Umum: Seluruh Anggota Wajib Pilih Beliau di 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi diangkat menjadi anggota organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP).

Bensin Naik, Warga Takut Harga Kebutuhan Pokok Melejit
Indonesia
Bensin Naik, Warga Takut Harga Kebutuhan Pokok Melejit

Harga bahan bakar minyak naik lebih dari dua ribu rupiah. Padahal pada presiden sebelum Jokowi kenaikan paling tinggi Rp 600 per liter.

TransJakarta Bantah Komersialisasi Tugu Selamat Datang
Indonesia
TransJakarta Bantah Komersialisasi Tugu Selamat Datang

PT TransJakarta membantah melakukan komersialisasi Tugu Selamat Datang lewat Halte TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang sedang direvitalisasi.

Pemerintah Keluarkan Obligasi Global USD 2,65 Miliar, Jatuh Tempo 2052
Indonesia
Pemerintah Keluarkan Obligasi Global USD 2,65 Miliar, Jatuh Tempo 2052

Kementerian Keuangan mencatat nominal yang diterbitkan untuk RI0927 adalah sebesar USD 750 juta, RI0932 senilai USD 1,4 miliar, serta RI0952 sebesar USD 500 juta.

Satu Pekan Ramadan, Pengguna KRL Capai 3,3 Juta
Indonesia
Satu Pekan Ramadan, Pengguna KRL Capai 3,3 Juta

Saat ini, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.053 perjalanan KRL dengan jam operasional mulai pukul 04.00 – 24.00 WIB per harinya.

Masyarakat Bisa Pantau Harga Acuan Pangan di Situs Badan Pangan
Indonesia
Masyarakat Bisa Pantau Harga Acuan Pangan di Situs Badan Pangan

Adanya situs panel harga pangan akan memberikan memberikan dampak bahwa produktivitas berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

Menkeu Klaim Singapura Negara Asal Terbesar Deklarasi Tax Amnesty Jilid II
Indonesia
Menkeu Klaim Singapura Negara Asal Terbesar Deklarasi Tax Amnesty Jilid II

Sri Mulyani mengungkapkan, Singapura menjadi negara asal terbesar dalam deklarasi dan repatriasi harta bersih wajib pajak pada Program Pengungkapan Sukarela (PPS).