Santri Didorong Jadi Pelopor Melawan Pandemi COVID-19 Ilustrasi: Puluhan santri Ponpes Gontor pulang ke Solo dan langsung dilakukan karantina mandiri di rumah, Senin (13/4). (MP/Ismail)

Merahputih.com - Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid mendorong para santri mengambil peran dalam upaya melawan dan mengalahkan COVID-19. Caranya yakni dengan turun langsung ke lapangan menunjukkan kepedulian dalam masa pendemi ini.

"Dalam momen-momen seperti ini, melawan dan mengalahkan COVID-19, merupakan waktu yang tepat bagi santri untuk menunjukkan peran dan kepeloporannya. Kami mendorong agar para santri menjadi pelopor dalam melawan pandemi," kata Jazilul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6).

Baca Juga:

Pengamat Usul Potongan Komisi Ojol Diturunkan

Terlibatnya santri untuk mencegah penularan COVID-19 sangat strategis karena jumlah santri di Indonesia sangat banyak. Dengan jumlah santri yang banyak itu, kaum santri dapat menunjukkan dan membuktikan kepeloporan dan kepemimpinannya.

"Ayo para santri, kita tunjukkan kepemimpinan menghadapi krisis multidimensi yang sudah terbentang di depan mata," jelas dia.

Puluhan santri Ponpes Gontor pulang ke Solo dan langsung dilakukan karantina mandiri di rumah, Senin (13/4). (MP/Ismail)
Puluhan santri Ponpes Gontor pulang ke Solo dan langsung dilakukan karantina mandiri di rumah, Senin (13/4). (MP/Ismail)

Politisi PKB itu mengatakan dalam kondisi yang serba sulit dampak dari pandemi COVID-19, kaum santri harus bangkit, dengan menjalin gotong royong dengan kelompok masyarakat lain diharapkan mampu mengatasi keadaan masyarakat yang sedang kesusahan.

"Kita tingkatkan solidaritas dan kegotongroyongan agar terwujud baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," ungkapnya.

Jazilul yang biasa disapa Gus Jazil itu menegaskan bahwa kaum santri tidak berpangku tangan tetapi terjun ke lapangan dan mengambil peran kepeloporan di segala bidang. Dia menilai para santri tidak hanya bisa berdakwah tetapi juga mahir dalam bidang politik dan ekonomi.

Karena itu dia mendorong para santri di Indonesia mempunyai peran penting dalam masa pandemi COVID-19, karena sejak dulu kaum santri mempunyai peran yang penting.

"Pada era kolonial, santri berjuang di medan pertempuran. Bukti besarnya peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa, pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri," katanya.

Pada masa era reformasi, sebagaimana dikutip Antara, perjuangan santri ditandai dengan terpilihnya tokoh dari pesantren yaitu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi Presiden Keempat, dan saat ini KH Ma'ruf Amin menjadi Wakil Presiden. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH