Sanksi Masuk Peti Mati Dihentikan, Pemprov DKI Dinilai tidak Tegas Tegakkan Hukum Seorang pelanggar protokol kesehatan di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, menjalani sanksi merenung di dalam peti jenazah usai terjaring razia petugas di Jalan Raya Bogor, Kamis (3/9). (ANTARA/Andi

MerahPutih.com - Pengamat perkotaan Azas Tigor Nainggolan menilai hukuman masuk peti mati menunjukkan Pemprov DKI Jakarta tidak serius dalam memberikan sanksi kepada pelanggar PSBB transisi.

“Masuk peti mati seakan main-main, kesannya Pemprov tidak tegas dalam menegakkan hukum,” kata Tigor kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/9).

Baca Juga

Depok dan Bogor Lakukan Jam Malam, Wagub: Ini Jadi Masukan DKI

Koordinator Forum Warga Kota Jakarta atau Fakta itu menilai, penindakan pelanggar yang tidak tegas berakar dari pengaturan regulasi yang juga tidak jelas.

Menurutnya hukuman ini mencerminkan Pemprov DKI belum benar-benar memahami bagaimana mengatur masyarakat dalam pandemi seperti apa dan siapa saja yang perlu diatur.

Peti Jenazah yang digunakan untuk sosialisasi bahaya COVID-19. (ANTARA/HO/Dokumentasi Kecamatan Senen)
Peti Jenazah yang digunakan untuk sosialisasi bahaya COVID-19. (ANTARA/HO/Dokumentasi Kecamatan Senen)

Termasuk bagaimana mekanisme sanksi dan pengawasan akan berjalan. Tidak hanya dari sisi hukum, sanksi ini juga harus dilihat dari sisi kesehatan.

“Itu kan masuknya gantian, bagaimana menjamin kalau malah tidak saling tertular? Memang tahu kalau yang masuk (peti mati) negatif semua,” ujar Tigor.

Ia menilai penindakan ini hanya berbentuk seremonial, sesuatu yang digencarkan pada 2-3 hari pertama namun tidak berlanjut.

Secara prinsip hukum, menurut Tigor, sanksi memang dijatuhkan untuk memberi efek jera. Maka dari itu, yang terpenting menurutnya, adalah penerapan yang konsisten dan berat dari regulasi hingga implementasi.

Tigor menyatakan sebaiknya Pemprov kembali menerapkan peraturan tentang rem darurat yang sudah dituangkan dalam Pergub No. 80 tahun 2020 tentang Transisi, dimana ada mekanisme pengetatan PSBB yang sudah diatur di dalamnya.

“Masyarakat juga perlu difasilitasi agar bisa menjalankan protokol yang berlaku, bisa benar-benar pakai masker jaga jarak,” kata dia.

Sebuah video seorang pelanggar PSBB transisi di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu kemarin diberi sanksi masuk ke peti mati. Kepala Satpol Provinsi PP DKI Jakarta Arifin memastikan tak ada lagi pelanggar PSBB yang masuk ke peti mati.

"Itu sudah kita clear-kan, nggak ada lagi yang gitu-gitu," ujar Arifin saat dihubungi wartawan, Jumat (4/9).

Arifin mengatakan pelanggar PSBB transisi masuk peti mati itu bukan bagian dari sanksi. Menurutnya, bagi warga yang melakukan pelanggaran tidak menggunakan masker, sanksi yang berlaku itu hanya denda dan kerja sosial.

"Itu bukan dalam rangka pemberian sanksi ya, sanksi untuk pelanggar PSBB kan sudah diatur di dalam Pergub ya, melanggar kalau masker ada dua pilihannya kerja sosial dan juga sanksi denda," katanya.

Saat ini, beberapa wilayah di Jakarta telah memasang peti mati di pinggir sebagai tanda berbahaya virus Corona. Meski demikian, Arifin belum mengetahui seberapa efektif pemasangan peti mati itu.

"Saya belum tahu, itu kan dipasang baru kemarin, belum lama," kata Arifin.

Baca Juga

Perkantoran dan Permukiman Penyumbang Kasus Terbanyak Corona di DKI

Video warga pelanggar protokol COVID-19 karena tak bermasker di Jakarta Timur (Jaktim) diberi sanksi masuk peti mati viral di media sosial dengan berbagai tanggapan. Satpol PP Jaktim memberikan penjelasan terkait pemberian sanksi masuk peti mati tersebut.

Kasatpol PP Jaktim Budhy Novian mengaku dia juga mengetahui adanya peristiwa tersebut dari sebuah video yang diterimanya. Dia kemudian mengecek ke anggotanya yang bertugas di Pasar Rebo, Jaktim. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan akan Lebih Parah. Dia Terbaik untuk RI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan akan Lebih Parah. Dia Terbaik untuk RI

“Jangan sampai kita nanti ada presiden turun di tengah jalan, ini kita hormati semarah-marah kita kepada presiden,” kata Amien Rais.

Sepekan PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat Surat Peringatan Pertama
Indonesia
Sepekan PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat Surat Peringatan Pertama

Sebanyak 150 pelaku usaha di Solo, Jawa Tengah, mendapatkan surat peringatan pertama (SP1) selama sepekan berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

[HOAKS atau FAKTA] Pria Israel Melahirkan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Pria Israel Melahirkan

bahwa foto yang dibagikannya itu merupakan foto milik Yuval Topper-Erez

Terpengaruh Miras, Dua Anggota Geng Motor Nekat Bacok Anggota Polsek Menteng
Indonesia
Terpengaruh Miras, Dua Anggota Geng Motor Nekat Bacok Anggota Polsek Menteng

"Di sana mereka minum miras, mereka konsumsi sehingga sebelum melakukan aksi mereka menjadi bertambah berani," jelas Iver di Polres Metro Jakarta Pusat

Pimpinan DPRD DKI Apresiasi 'Blusukan' Risma
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Apresiasi 'Blusukan' Risma

Istilahnya pemimpin yang baik itu 'Mencontohkan dengan Tindakan'

Hari Ini Wilayah Jakarta Didominasi Berawan Hingga Hujan Ringan
Indonesia
Hari Ini Wilayah Jakarta Didominasi Berawan Hingga Hujan Ringan

Pada malam harinya, hujan ringan diperkirakan terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara hingga Kepulauan Seribu

Molor Berkali-kali, PDIP Janji Umumkan Jagoannya di Pilkada Surabaya Besok
Indonesia
Molor Berkali-kali, PDIP Janji Umumkan Jagoannya di Pilkada Surabaya Besok

Janji ini disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Dapat Penghargaan Bergengsi Tak Pernah Diekspose Media
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Dapat Penghargaan Bergengsi Tak Pernah Diekspose Media

Akun Facebook @DjunaidiNawawiArifin mengunggah tangkapan layar berisi klaim narasi bahwa tidak ada satu pun media yang memberitakan Pemprov DKI Jakarta meraih tiga penghargaan dari KPK.

Kapolri Ungkap Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar
Indonesia
Kapolri Ungkap Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar

"Pelaku yang meninggal dunia ada 2 orang laki-laki dan perempuan," katanya.

Jokowi Ungkit Listrik Padam di KPK, ICW Sekak Balik
Indonesia
Jokowi Ungkit Listrik Padam di KPK, ICW Sekak Balik

Jokowi sempat menyinggung insiden listrik mati di KPK jangan sampai memadamkan semangat pemberantasan korupsi.