Sanksi Bagi Pengemudi Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Sebuah mobil Mercedes-Benz E300 dengan nomor kendaraan B1125 KAD melawan arah di jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR), pada Sabtu (27/11) pukul 17.00 WIB. (Dokumentasi Ditlant

MerahPutih.com - Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan di KM 53.600 Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Insiden itu disebabkan lantaran mobil Mercedez-Benz E300 melaju dengan melawan arah.

Peristiwa terjadi pada Sabtu (27/11) pukul 17.00 WIB. Mobil Mercy itu melawan arus dari Selatan ke Utara.

Baca Juga

Alami Kecelakaan Balap Reli di Meikarta, Bamsoet Dipastikan Selamat

"Kendaraan Mobilio dan Inova datang dari Cakung, tiba-tiba ada kendaraan sedan melawan arus, sehingga Mobilio dan Innova tidak bisa menghindar sehingga terjadi laka lantas," kata Kasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Sutikno di Jakarta, Minggu (28/11).

Mobil Mercy dengan pelat nomor B 1126 KAD itu dikendarai oleh pria berinisial MSD. Polisi sudah mengamankan pengendara dan sedang dilakukan pemeriksaan intensif.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti alasan pengemudi Mercy tersebut nekat lawan arah di jalan tol.

Akibat tabrakan adu banteng itu, kata Sutikno, ketiga mobil tersebut rusak di bagian depan. Selain itu, pengemudi kendaraan Mobilio berinisial NB (38) mengalami luka-luka. Ia lantas dibawa ke Rumah Sakit Pondok Kopi.

Dari video yang viral di media sosial, pengemudi Mercy tersebut bisa dikenai sanksi yang sesuai dalam Undang-Undang Tahun 2009 Pasal 310. Pasal ini khusus mengatur sanksi bagi pengemudi yang lalai.

(1) Berkendara lalai yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan dan/atau barang pidana penjara paling lama enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp 1 juta.

(2) Berkendara lalai yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang dipidana penjara paling lama satu tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2 juta.

(3) Berkendara lalai yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat dipidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10 juta.

(4) Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Baca Juga

Kecelakaan Kapal di Perairan Selat Malaka, Lima ABK Ditemukan Selamat

Sementara bagi pengendara yang terbukti ada unsur kesengajaan diatur dalam pasal 311 yang mencakup:

(1) Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.

(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 4 juta.

(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp 8 juta.

(4) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lints dengan korban luka berat dipidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 20 juta.

(5) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. (Knu)

Baca Juga

Kecelakaan Bus Vs 2 Minibus di Sragen, 1 Orang Tewas dan 10 Luka

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BKN Tegaskan Hasil TWK KPK Dokumen Rahasia
Indonesia
BKN Tegaskan Hasil TWK KPK Dokumen Rahasia

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai seleksi alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) adalah dokumen rahasia.

Golkar Soal RUU KUP: PPN Sembako hingga Jasa Kesehatan Tidak Tepat
Indonesia
Golkar Soal RUU KUP: PPN Sembako hingga Jasa Kesehatan Tidak Tepat

Fraksi Partai Golkar DPR RI telah menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Revisi Undang-Undang No 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan,

[HOAKS atau FAKTA]: Kapolresta Tangerang Minta Uang Lewat Pesan Singkat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kapolresta Tangerang Minta Uang Lewat Pesan Singkat

Pelaku masih dalam tahap pelacakan dan belum diketahui identitas lebih jelasnya.

[Hoaks atau Fakta]: Denda Ngotot Mudik 2021 Rp100 Juta
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Denda Ngotot Mudik 2021 Rp100 Juta

Menko PMK Muhadjir Effendy menyebutkan bahwa akan diberlakukan larangan mudik lebaran mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Eks Kepala Kamar Mesin KRI Nanggala 402 Sebut Tak Mungkin Kapal Bocor
Indonesia
Eks Kepala Kamar Mesin KRI Nanggala 402 Sebut Tak Mungkin Kapal Bocor

Ada beragam kemungkinan terkait KRI Nanggala 402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4) dan dinyatakan tenggelam (subsunk) pada Sabtu (24/4).

 Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei, Kemenhub Tidak Bisa Berikan Sanksi
Indonesia
Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei, Kemenhub Tidak Bisa Berikan Sanksi

Kementerian Perhubungan akan menerbitkan surat edaran sebagai acuan petunjuk pelaksanaan teknis di lapangan terkait kebijakan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

76 Tahun Indonesia Merdeka, PDIP Kritik Impor Alat Kesehatan
Indonesia
76 Tahun Indonesia Merdeka, PDIP Kritik Impor Alat Kesehatan

"Kini setelah 76 tahun kita merdeka, Paracetamol saja kita masih impor. Infus, cairan infus, kita masih impor," kata Hasto

Penerbitan Surat Utang Bikin Cadangan Devisa Melonjak
Indonesia
Penerbitan Surat Utang Bikin Cadangan Devisa Melonjak

Peningkatan posisi cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh penerbitan Global Bonds pemerintah dan penerimaan pajak pada awal 2021.

DPR Minta Pemerintah Perbaiki Kualitas dan Turunkan Harga Tes PCR
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Perbaiki Kualitas dan Turunkan Harga Tes PCR

Kalau sekarang harus PCR karena hati-hati

Tidak Ada Nama Anies, Jokowi Diprediksi bakal Dukung Tiga Nama Ini di Pilpres 2024
Indonesia
Tidak Ada Nama Anies, Jokowi Diprediksi bakal Dukung Tiga Nama Ini di Pilpres 2024

Sayangnya, lanjut Karyono, hal ini tak terjadi ke Gubernur DKI Anies Baswedan. Mengingat Jokowi pernah mereshufflenya saat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.