Sandiwara Radio yang Pernah Hits, Kamu Sudah Lahir? Sandiwara radio pada era80-an menjadi alternatif hiburan. (Foto: Pixabay/fancycrave1)

TIDAK cuma di kehidupan layar televisi, di radio ada beberapa sandiwara radio yang ngehit di zamannya. Sandiwara-sandiwara radio ini memenuhi ruang dengar publik pada era 70-an dan 80-an. Pasti belum lahir ya kalau kamu termasuk generasi milennial.

Ya, rupanya sandiwara tidak cuma asyik kalau ditonton. Didengarkan pun asyik pula. Kamu akan merasakan sensasi yang amat mendalam, karena pendengarnya akan memvisualisasikan adegan-adegan yang didengar di kepala mereka. Hebatnya pengisi suara dan narasinya penuh dengan intonasi yang mampu merengkuh pendengarnya.

Nah, ada empat sandiwara radio yang hits di era 70-an hingga 90-an yang dirangkum merahputih.com dari berbagai sumber.


Baca Juga:

Begini Etika Menanggapi Curhatan Pendengar Radio ala Iwa K

1. Saur Sepuh

sandiwara
Popularitas sandiwara radio ini menelurkan banyak sekuel film. (Foto: enomali)


Niki Kosasih punya kisah populer yang dia tulis Saur Sepuh yang memang dikhususkan untuk sandiwara radio. Ada 20 episode yang bikin ketagihan ketika mendengar Saur Sepuh. Apalagi salah satu tokoh fenomenal Saur Sepuh, Brama Kumbara paling ditunggu pendengar setia sandiwara radio ini. Saking hitsnya, kisah Saur Sepuh akhirnya dituangkan ke dalam layar kaca pada tahun 1987.

2. Mak Lampir (Misteri Gunung Merapi)

mak lampir
Mak Lampir salah satu ikon sandiwara radio yang sangat populer dengan suara tawanya. (Foto: media)


Ketawanya Mak Lampir seolah menjadi ikon, mendengar tawa seperti itu langsung membayangkan karakter itu. Tak hanya terbatas pada generasi 90-an saja, generasi setelahnya mengerti betul suara tawanya. Bagi penggemar sandiwara radio ini hafal betul kalau jagoannya adalah Sembara. Karena demikian meluas popularitasnya sandiwara radio ini kemudian diangkat menjadi sinetron yang masih diputar di sebuah stasiun TV. Tentunya Mak Lampir yang kemudian menjadi ikonnya.


Baca Juga:

Kokohnya Radio di Tengah Hantaman Era Digital


3. Babad Tanah Leluhur

sandiwara
ada keasyikan sendiri mendengarkan radio. (Foto: digitalstation)


Latar tempat sandiwara Radio ini berada pada masa kerajaan Mataram Kuno. Benang merah sandiwara radio karya Cece Suhyar ini ialah empat tokoh bernama Anting Wulan, Saja Palwaguna, Pangeran Purbaya dan Putri Cempaka. Anting Wulan dan Saja Palwaguna seperguruan. Sementara Pangeran Purbaya dan Putri Cempaka memerintahkan sebuah kerajaan.


4. Tutur Tinular

sandiwara
Berkisah pada masa kebangkitan Majapahit. (Foto: facebook)


Kisah Tutur Tinular berfokus pada runtuhnya kerajaan Singasari. Di masa itu berdiri juga kerajaan Majapahit. Yang paling seru di sandiwara radio Tutur Tinular ialah aksi pemuda pemberani bernama Arya Kamandanu. Dia merupakan sosok pahlawan pewaris pedang naga puspa yang bertekad membasmi kejahatan. Tidak lupa tokoh penting dari sandiwara radio ini ialah Mei Shin, gadis yang berasal dari daratan Tiongkok. Dia merupakan mantan istri Arya Kamandanu. Tetap ya gadis oriental menjadi daya tarik pria lokal. (ikh)

Baca Juga:

Pernah Lihat 'AM' dan 'FM 'di Radio? Ini Artinya

Kredit : digdo


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH