Sandiaga Uno Minta Masyarakat Tak Lengah Selama PSBB Transisi Sandiaga Uno. (MP/Asropih)

Merahputih.com - Ketua Relawan Indonesia Bersatu (RIB), Sandiaga Uno, mengingatkan kasus penularan COVID-19 selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi cenderung naik.

"Masyarakat jangan sampai lengah dengan relaksasi ini. Sebab, angka kasus positif di DKI Jakarta cenderung meningkat selama masa PSBB Transisi," ujar Sandiaga Uno, Minggu (20/7).

Baca Juga:

Mensos Juliari: Jangan Pelihara Orang Miskin

RIB melaporkan angka peserta rapid test yang terdeteksi positif COVID-19 di Jakarta hingga saat ini berkisar dua persen, sedangkan sebanyak empat persen lainnya reaktif.

Sandiaga mengatakan rapid test menjadi salah satu syarat yang wajib dipenuhi oleh masyarakat untuk beraktivitas selama normal baru.

"Biaya rapid test yang dipersyaratkan untuk kegiatan bekerja, sekolah ini sangat mahal. Kami menggelar rapid test ini untuk membantu masyarakat dengan selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19," beber dia.

Sandiaga Uno (kanan) bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020). ANTARA/HO-Instagram Erick Thohir)

Menurut dia, semua pihak perlu membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19, salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Ini sinergi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, seluruh aparat yang ada di sini menunjukkan kerja ini bukan tugas pemerintah saja tapi kerja kolaborasi semua pihak," ujarnya.

Sementara Camat Makasar Jakarta Timur, Kamal Alatas, menjelaskan rapid test gratis ini diutamakan menyasar para petugas hewan kurban dan tokoh masyarakat yang bersentuhan langsung dengan warga.

"Kami concern ke pedagang hewan kurban, RW, tokoh FKDM, tokoh agama dan kiai. Kami lakukan ini semata-mata untuk menurunkan angka penyebaran COVID-19 di Kecamatan Makasar," katanya.

Baca Juga:

KPK Jebloskan Eks Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ke Lapas Sukamiskin

Kamal melaporkan grafik warga setempat yang reaktif terus menurun. Dalam rapid test ini, Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 menyiapkan 40 tenaga medis profesional. Sebanyak 1.000 rapid kit juga disediakan untuk mengakomodasi masyarakat yang hendak mengikuti rapid test ini.

RIB, sebagaimana dikutip Antara, juga menyediakan dua unit mobile laboratorium untuk melakukan uji swab berbasis PCR test. Mobile Lab ini diperuntukkan bagi masyarakat yang menunjukkan hasil reaktif usai mengikuti rapid test. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH