Sandiaga Uno Minta Kubu Sebelah Tak Alergi dan Baper Soal  'Make Indonesia Great Again' Sandiaga Uno berkunjung ke kediamaan Gus Dur, di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Merahputih.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan agar jangan alergi terhadap tagline atau slogan "Make Indonesia Great Again" yang dalam bahasa Indonesia artinya meraih kejayaan Indonesia kembali.

"Menurut saya kita tidak harus alergi belajar dari manapun. Selama tagline tersebut tidak menyalahi Pancasila, UUD 45, maupun semua peraturan, ketentuan yang ada di Indonesia," kata Sandiaga di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10).

Saat ini, Bangsa Indonesia ingin menjadi negara kuat, bangsa yang bermartabat. Sebuah tagline itu membangkitkan semangat dan menyemangati. "Menggunakan (saat) Pilpres 2019 ini penyemangat kita, bukan pemecah belah kita," kata Cawapres pasangan Prabowo Subianto.

Terkait slogan Make Indonesia Great Again yang dikatakan Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma-ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menyebut calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meniru kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno. (MP/John Abimanyu)

"Pak Prabowo menyampaikan itu secara lepas. Dan referensi itu bisa ke Trump, tapi itu kalimat yang sangat umum. Kalau diIndonesiakan adalah meraih kejayaan Indonesia kembali," kata Sandiaga.

Menurut dia hal itu yang diinginkan rakyat, dan jangan langsung dikotomi itu adalah milik Trump. Hal ini mengingatkan kembali bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga ingin mengembalikan kejayaan Indonesia, tanpa mendiskreditkan pemerintah yang sekarang.

"Karena yang pak Prabowo sampaikan sistem ekonomi ini bukan hanya empat tahun ini, tapi bertahun-tahun sebelumnya harus kita perbaiki. Jadi jangan baperan. Ini bukan menyasar salah satu elite tapi otokritik pada kita semua," kata mantan Wagub DKI Jakarta.

Menurut dia, slogan Make Indonesia Great Again ini lagi diuji dan kaji, setelah mendapat respon beragam. Indonesia penah mengalami kejayaan misalnya pada zaman Sriwijaya, Majapahit serta saaat perekonomian mengalami pertumbuhan tumbuh di atas 5-7 persen, katanya.

"Jadi rajanya ekspor, migas kuat, swasembada pangan dan energi kita berdaulat," kata Sandiaga. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH