Sandiaga Jawab Para Pihak yang Ragukan Kunjungannya ke 1.000 Titik Sandiaga Uno (@sandiuno)

Merahputih.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno mempersilakan semua pihak untuk mengecek kebenaran bahwa dirinya sudah mengunjungi 1.000 titik untuk sosialisasi sekaligus menampung aspirasi rakyat.

"Silakan dicek di KPU," kata Sandiaga di DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (13/1).

Selama ini, lanjut dia, apa yang dikeluhkan oleh masyarakat kepadanya dianggap berita bohong. "Apa yang dikeluhkan masyarakat jangan ditampikan sebagai hoaks. Seperti dikeluhkan masyarakat itu susahnya lapangan kerja dan harga bahan tidak stabil. Jangan dihantam dengan melabelisasi hoaks," kata Sandiaga.

Masyarakat itu, menurut dia, menyampaikan apa adanya yang terjadi dan menjadi keluhan mereka. Sandiaga mengajak para elite untuk menghargai dan menghadirkan solusi. "Jangan melabelisasi hoaks. Bangsa ini butuh pemimpin yang mengerti rakyat," ucap mantan Wagub DKI itu dikutip Antara.

Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah di Jalan Sumber Girang No.12, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (11/1). Tim Media Prabowo-Sandi

Selama mengunjungi 1.000 titik, Sandiaga melihat banyak warga yang belum mengetahui visi dan misi pasangan Prabowo/Sandiaga. "Jangankan mengerti visi dan misi Prabowo/Sandi, visi dan misi pemerintah sendiri saja mereka belum mengetahui," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menyebut, keberhasilan Cawapres Sandiaga Uno mengunjungi 1000 titik wilayah tanah air hanyalah pencitraan dan narsis numerik.

Buktinya, banyak titik yang dikunjungi tidak ada solusi yang disampaikan kecuali menebar kebohongan dan bermain sandiwara. "Dari beberapa kunjungan Sandi ini lebih kepada bentuk narsisme saja," kata Karding di Jakarta, Selasa (8/1).

Lagi pula, kunjungan 1000 titik terbilang sangat sedikit jika dibandingkan luas wilayah Indonesia. Kata Karding, Sandiaga hanya menunjukan narsisme artinya pencitraan seakan-akan digambarkan dengan jumlah nomor 1000. "Kalau kunjungan hanya menunjukkan bagaimana berwudhu yang salah kemudian bagaimana melangkahi makam untuk apa itu justru kontraproduktif," ucap Karding. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH