Sandiaga Jadi Menteri, Demokrat: Dukungan Rakyat Jadi Alat Bargaining Politik Presiden Jokowi saat mengenalkan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Istana Negara, Selasa (22/12). (Foto: MP/Setpres)

MerahPutih.com - Partai Demokrat mengkritik sikap Sandiaga Uno yang menerima pinangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menggantikan Wishnutama Kusubandio.

Demokrat menilai, Sandiaga memanfaatkan dukungan rakyat sebagai alat bargaining (tawar-menawar) politik. Diketahui, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merupakan rival Jokowi di Pilpres 2019.

Pasangan capres dan cawapres itu kini justru masuk dalam kabinet Indonesia Maju. Prabowo menjadi Menteri Pertahanan, sementara Sandiaga diplot menjadi Menparekraf.

Baca Juga:

Cerita Sandiaga Uno Akhirnya Mau Jadi Menteri Jokowi Setelah Lama Beroposisi

"Terkait pilihan terhadap Sandiaga Uno makin menguatkan praduga publik bahwa dukungan rakyat terhadap Prabowo-Sandi saat pilpres lalu telah dijadikan alat bargaining politik masuk dalam kabinet," kata Wasekjen Demokrat Irwan kepada wartawan, Kamis (24/12).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.

Selain itu, Irwan menduga Sandiaga mendapatkan posisi menteri lantaran masuk dalam jajaran tim sukses pemenangan menantu Jokowi, Bobby Nasution di Pilwalkot Medan.

"Kemungkinan kompensasi politik atas jasa Sandiaga Uno memenangkan anak dan menantu Presiden pada Pilkada 2020 yang baru saja selesai," kata Irwan.

Baca Juga:

Ditunjuk Jadi Menparkeraf, Sandiaga Uno Diprediksi Kuda Hitam Pilpres 2024

Meski demikian, Irwan mengucapkan selamat bertugas kepada enam menteri Jokowi yang baru dilantik tersebut.

Irwan berharap enam pembantu baru Jokowi di kabinet itu tidak mengulangi kesalahan para menteri-menteri sebelumnya.

"Belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya dan memberi semangat baru dalam Kabinet Indonesia Maju," tutup anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini. (Pon)

Baca Juga:

Ini Tanggapan Asita atas Penunjukan Sandiaga Uno Jadi Menparekraf

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Keluar Masuk Jakarta Harus Sertakan Hasil Rapid Test Antigen
Indonesia
Keluar Masuk Jakarta Harus Sertakan Hasil Rapid Test Antigen

Kebijakan itu akan dimulai 18 Desember 2020

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumatera
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumatera

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap 6 orang diduga termasuk dalam kelompok teroris.

Rizieq Shihab Jadi Tersangka, Laskar FPI Menghilang dari Petamburan
Indonesia
Rizieq Shihab Jadi Tersangka, Laskar FPI Menghilang dari Petamburan

Kendati demikian, tampak tak ada laskar FPI yang berjaga di kawasan kediaman HRS di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Kamis (10/12).

RUU Minuman Beralkohol Dipastikan Belum Masuk Prolegnas 2021
Indonesia
RUU Minuman Beralkohol Dipastikan Belum Masuk Prolegnas 2021

RUU Larangan Minuman Beralkohol kembali dibahas di Baleg usai diusulkan oleh 21 anggota DPR RI dari fraksi PPP, PKS, dan Gerindra.

Nyaris 100 Kasus, Hoaks Corona Paling Banyak Terjadi di Jakarta dan Jawa Timur
Indonesia
Nyaris 100 Kasus, Hoaks Corona Paling Banyak Terjadi di Jakarta dan Jawa Timur

Polisi menjerat para pelaku pembuat atau penyebar hoaks COVID-19 dengan pasal berlapis.

Djoko Tjandra Konsultan Bareskrim, Mabes: Bohong dan Ngarang
Indonesia
Djoko Tjandra Konsultan Bareskrim, Mabes: Bohong dan Ngarang

Mabes Polri memastikan pencantuman nama Djoko Tjandra sebagai konsultan Bareskaim merupakan kabar bohong.

Sambangi KPK, Ketua Komjak Periksa Ulum Soal Aliran Duit ke Eks Jampidsus
Indonesia
Sambangi KPK, Ketua Komjak Periksa Ulum Soal Aliran Duit ke Eks Jampidsus

Barita mengaku telah mendapat izin dari penetapan pengadilan mengenai pemeriksaan tersebut

[HOAKS atau FAKTA]: BEM SI Turunkan Jokowi-Maruf Amin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BEM SI Turunkan Jokowi-Maruf Amin

Beredar undangan aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) di media sosial Facebook yang menyatakan akan menurunkan Jokowi-Maruf Amin dari pimpinan Indonesia. Informasi itu diunggah akun bernama Ryan.

Besok Abu Janda Diperiksa Sebagai Saksi dalam Kasus Dugaan SARA
Indonesia
Besok Abu Janda Diperiksa Sebagai Saksi dalam Kasus Dugaan SARA

'Twit war' ini bermula saat Zulkarnain membahas soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika

Pemda Didorong Segera Bikin Jalur Khusus Sepeda di Daerahnya Masing-Masing
Indonesia
Pemda Didorong Segera Bikin Jalur Khusus Sepeda di Daerahnya Masing-Masing

Program pembuatan jalur bersepeda tersebut juga bisa diarahkan untuk pengembangan gerakan cinta produk-produk Indonesia