Sandiaga Ingin Pamor Silat Betawi Tak Kalah dengan MMA Festival Silat dalam rangkaian acara Golok Day pada 30 April 2016, di Kota Cilegon, Banten. (Foto: MerahPutih/Ctr)

MerahPutih - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno menegaskan komitmennya untuk melestarikan seni budaya Betawi, seperti pencak silat Betawi.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Gebyar Festival Pencak Silat Betawi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Ulujami, Kebayoran lama, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7).

"Sudah ada payung produk hukum yang bisa menbuat budaya Betawi semakin sejahtera. seperti Peraturan Gubernur Nomor 229. Supaya pencak silat tidak kalah jauh dari karate dan taekwondo hingga MMA," kata Sandiaga.

Dengan festival pencak silat Betawi, Sandiaga memiliki mimpi menjadikan pencak silat Betawi sebagai sebuah beladiri, yang populer seperti olahraga MMA (Mixed Martial Art).

"Kami punya program yang bisa mengangkat budaya Betawi, serta menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri. Salah satu ide kami adalah bagaimana merealisasikan museum Benyamin Sueb," kata Sandiaga.

Menurut dia, merealisasikan museum tersebut tidak hanya mengangkat nilai-nilai luhur Betawi saja, tetapi juga nilai adat kebangsaan Indonesia dalam keberagaman. Budaya Betawi ini merupakan perpaduan dari banyak etnis dan kultur yang masuk di Jakarta.

"Kita bisa lihat pengaruh dari Cina daratan yang mempengaruhi ornamen-ornamen bajunya, kita juga bisa menemukan benang merah dari perpaduan Timur Tengah, Jawa, dan Sunda," kata Sandiaga.

Dia menambahkan Betawi merupakan etalase keberagaman yang ada di Ibukota, sehingga patut dilestarikan oleh warganya. Betawi simbol keberagaman sangat krusial di DKI saat ini, khususnya semasa berlangsungnya Pilkada. (*)

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Yohannes Abimanyu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH