Sandi Sebut Tempe Setipis Kartu ATM, Sekjen PSI: Dia Coba Takuti Rakyat Tempe

MerahPutih.com - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Raja Juli Antoni menilai Cawapres Sandiaga Uno sedang menggunakan politik menakuti rakyat (politic of fear) manakala menyebut tempe setipis kartu ATM

"Ya ini bagian dari cara pak Sandi, saya lihat yang mencoba menakut- nakuti masyarakat ya ini politic of fear ya, jadi mengorganisasi politik ketakutan pada masyarakat," kata Raja Juli Antoni kepada awak media di Kantor TKN KIK, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (10/9).

Sandiaga Uno berbicara soal ekonomi emak-emak
Sandiaga Uno berdialog dengan masyarakat terkait masalah ekonomi (Foto: Twitter @sandiuno)

Menurutnya, cara-cara semacam ini juga dilakukan saat berkampanye di Pilkada Jakarta lalu. Tujuannya untuk meningkatkan popularitas diri.

"Namun, pada akhirnya orang akan melihat pemimpin itu dari perkatakannya apakah dia berkata jujur atau hanya sebagai provokasi, kita lihat aja mana ada tempe setipis atm," ucap dia.

Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut kondisi perekonomian bangsa semakin sulit ditandai dengan menurunnya daya beli masyarakat membuat harga bahan pokok tidak terjangkau.

"Tempe katanya sekarang sudah dikecilkan dan tipisnya udah hampir sama dengan kartu ATM. Ibu Yuli di Duren Sawit kemarin bilang, jualan tahunya sekarang dikecilin ukurannya," kata Sandiaga di rumah Capres Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat, (7/9) lalu.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni

Sandiaga juga menyebut dengan uang Rp100 ribu hanya dapat membeli cabe dan bawang merah.

"Ini bagian dari itu (politic of fear), dia mengatakan tempe tipis, banyak ibu-ibu yang membuktikan beli aja tempe ukuran tempe dari dulu ya segitu-segitu aja. Jadi ini bagaian dari narasi ketakutan yang diciptakan," tukas Sekjen PSI itu. (fdi)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH