Sandi Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Penganiayaan Pemuka Agama Banser NU Kabupaten Sleman kerja bakti membersihkan gereja bersama ratusan umat beragama Gereja st Lidwina (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta warga tidak mudah terprovokasi dengan adanya aksi intoleransi yang dilakukan sejumlah pihak kepada pemuka agama yang baru-baru ini muncul.

"Saya berdoa dan menghimbau agar tidak terprovokasi bahwa kita (rakyat Indonesia) ini sudah melewati begitu banyak, kota ini sudah hampir 500 tahun melewati pasang surut dan kita selalu akan di semua komunitas," ujar Sandiaga di Jakarta, Selasa (13/2).

Politisi Partai Gerindra ini berharap warga Jakarta tidak mudah terprovokasi terkait isu SARA. Ia pun mencontohkan Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung rukun dan damai.

"Kalau kita lihat pilkada 2017 berlangsung sangat rukun damai dan kami ingin warga Jakarta tidak akan terbawa etnis dan saya ingatkan lagi ramainya ini di sosial media," tutur Sandiaga.

Lebih jauh, Sandiaga meminta, warga Jakarta meneladani sifat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan tidak menyebarkan berita-berita yang dapat memecah belah persatuan Indonesia.

"Saya ingin sekali warga mengedepankan apa yang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam selalu sampaikan sebagai salah satu sikap keluhuran beliau (Nabi Muhammad) itu menyampaikan yang benar menyampaikan yang baik. Jadi jangan menyebarkan berita yang mungkin akan berpotensi memecah belah. Jadi ini tanggung jawab kita (warga) bersama," pungkasnya.

Sebelumnya ketahui, telah terjadi pengeroyokan terhadap Ustadz Abdul Basit oleh belasan remaja di Jalan Syahdan, Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu (11/2) dini hari.

Kemudian, selang beberapa jam terjadi penyerangan di Gereja Santo Lidwina, Bedog, Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (11/2) pagi. Penyerangan itu menyebabkan Romo Edmund Prier mengalami luka bacok di kepala. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH