Sandi Duga Kerusuhan di Papua Disebabkan Kondisi Ekonomi yang Buruk Sandiaga Uno mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/

MerahPutih.Com - Mantan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyinggung soal ketidakadilan ekonomi ketika berbicara soal konflik di Papua Barat. Apalagi masalah itu dihuhubungkan dengan isu rasial.

Sandiaga menilai bahwa kondisi masyarakat Papua saat ini adalah perbaikan ekonomi.

Baca Juga: Seusai Demo Depan Istana, Ratusan Mahasiswa Papua dibawa ke LBH Jakarta Pakai Bus

Apalagi dikatakan mantan Wagub DKI Jakarta itu, tingkat kemiskinan di Papua memiliki disparitas yang sangat tebal jika dibandingkan dengan Ibu Kota Jakarta.

Mantan cawapres Sandiaga Uno
Mantan Cawapres Sandiaga Uno (MP/Ponco Sulaksono)

"Di Papua dan Papua Barat banyak sekali PR yang harus kita kerjakan, juga di bidang pendidikan, kesehatan dan menggerakan ekonomi lokal. Sehingga kemiskinan yang angkanya 28 persen di Papua dapat kita berikan solusi yang permanen," jelas Sandi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/8).

Catatan Sandi bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah adalah bagaimana mengedepankan pemberdayaan ekonomi rakyat, bukan hanya sekedar membangun infrastruktur saja.

"Solusi yang bukan hanya membangun infrastruktur tapi memberdayakan rakyat," ujar Sandi.

Ia lantas mengajak kepada semua pihak untuk kembali memulihkan konflik Papua dan menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya prihatin dan mendukung semua pihak untuk memulihkan situasi agar Papua kembali kondusif, aman dan terkendali. Tentunya banyaak PR," kata Sandi.

Ia juga berharap agar semua pihak tidak membangun narasi dan sentimen negatif yang berpotensi semakin memperkeruh suasana.

"Saat ini saya ingin memberikan narasi baru kita memberikan pendapat harus yang bisa menenagkan suasana, sekarang bukan waktunya kritik, tapi ini momentum untuk berkontemplasi dan merefleksikan untuk merangkul saudara-saudara kita agar saling memahami dan memaafkan," ujarnya.

Sandi juga mengaku sudah mendapatkan kabar dari pemerintah Papua Barat bahwa kondisi saat ini di sana sudah kondusif.

"Kemarin bicara dengan wagub Papua Barat, beliau menyampaikan bahwa situasi sudah semakin kondusif. Mohon disampaikan," terangnya.

Baca Juga: PSI Sebut Pembiaran Ormas Intoleran Bisa Picu Konflik Rasial

Diberitakan, protes atas penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang, masih berlanjut di Manokwari, Papua Barat, Senin pagi. Aksi massa ini berunjung anarkis, dengan membakar kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat di Jalan Siliwangi, Manokwari.

Selain Gedung DPRD, massa juga membakar sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.

Tak hanya itu, massa juga melakukan pelemparan terhadap Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari, yang datang untuk menenangkan massa.

Untuk menghentikan aksi anarkis tersebut, polisi terpaksa menembakan gas air mata. Kini, situasi Papua sudah berlangsung kondusif. Namun, aksi unjuk rasa di sejumlah tempat masih saja terjadi.(Knu)

Baca Juga: Legislator Papua Minta Polisi Usut Aktor Intelektual Kerusuhan di Manokwari



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH