Sandera Korban, 5 Anggota BNN Gadungan Dicokok Badan Narkotika Nasional (BNN) mencokok lima orang yang mengaku sebagai anggota lembaga pemberantas narkoba itu. Foto: Humas BNN

MerahPutih.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mencokok lima orang yang mengaku sebagai anggota lembaga pemberantas narkoba itu.

Mereka melakukan penyekapan terhadap korban serta meminta uang tebusan, di kawasan Depok. Di sana, ditemukan senjata airsoft guns, borgol dan tanda pengenal BNN palsu dari tangan pelaku.

Baca Juga

Penderita COVID-19 di Secapa TNI-AD Menyusut Drastis

"Telah dilakukan penangkapan terhadap lima orang atas nama Adis, Rizki, Dika, Silva, dan Lucky yang mengaku pegawai BNN," ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari kepada wartawan, Rabu (5/8).

Menururt Arman, para anggota BNN gadungan itu diduga telah melakukan penjebakan dan penangkapan terhadap warga masyarakat berinisial A dan R. Alasan penangkapan dituduh menggunakan narkoba.

"Para pelaku menyekap dan menyandera kedua korban, kemudian menghubungi keluarga korban untuk minta uang tebusan jika ingin dibebaskan," ungkapnya.

Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)
Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

Arman menyampaikan, anggota keluarga kemudian menghubungi BNN. Selanjutnya, ditindaklanjuti bekerja sama dengan orangtua korban, dan akhirnya pelaku dapat ditangkap, Selasa (4/8/2020) kemarin malam.

"Barang bukti yang disita borgol, airsoft guns, mobil, tanda pengenal BNN, beberapa alat komunikasi, serta uang tunai, dan lainnya," katanya.

Baca Juga

Jokowi Ingatkan Pilkada Tidak Jadi Klaster Baru COVID-19

BNN kemudian menyerahkan kelima pelaku kepada Polresta Depok untuk diproses hukum lebih lanjut.

"Karena tidak ditemukan barang bukti narkoba, kami limpahkan ke Polresta Depok pagi ini," tutup Arman Depari. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Sita Dokumen Proyek Kabupaten Indramayu dari Kantor DPRD Jabar
Indonesia
KPK Sita Dokumen Proyek Kabupaten Indramayu dari Kantor DPRD Jabar

Ali mengatakan, tim penyidik mengamankan barang bukti sejumlah dokumen penganggaran yang terkait kasus tersebut.

Mitos Gunung Merapi yang Sukses Bikin Merinding
Indonesia
Mitos Gunung Merapi yang Sukses Bikin Merinding

Merapi menyimpan berbagai mitos mistis yang bikin merinding.

Besok, Bajo dan Gibran-Teguh Jalani Tes Kesehatan di RSUD dr Moewardi
Indonesia
Besok, Bajo dan Gibran-Teguh Jalani Tes Kesehatan di RSUD dr Moewardi

Dikatakannya, merujuk jadwal KPU RI bakal cawali dan cawawali di pilkada serentak diadakan pada Selasa-Rabu (8-9/9).

 Upaya Bappenas Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19
Indonesia
Upaya Bappenas Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19

"Bappenas telah menyusun protokol untuk masyarakat produktif dan aman COVID-19. Jadi ada tiga kriteria yang digunakan mengacu pada WHO," kata Subandi

DPR: Negara Kalah dengan Djoko Tjandra, Masa Satu Buronan Saja Susah Ditangkap
Indonesia
DPR: Negara Kalah dengan Djoko Tjandra, Masa Satu Buronan Saja Susah Ditangkap

Djoko Tjandra buron dan melarikan diri ke Papua Nugini setelah Mahkamah Agung (MA) menerima peninjauan kembali Kejagung.

[HOAKS atau FAKTA]: Ruhut Sitompul Ditunjuk Jadi Anggota BPIP Geser Posisi Mahfud MD
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ruhut Sitompul Ditunjuk Jadi Anggota BPIP Geser Posisi Mahfud MD

"Jadwal Pelantikan akan dilaksanakan pada Senin 08 Juni 2020. Kiamat makin dekat.”

Ferdinand Demokrat: Harun Masiku, Apa Kamu Enggak Kangen dengan Hasto?
Indonesia
Ferdinand Demokrat: Harun Masiku, Apa Kamu Enggak Kangen dengan Hasto?

Misteri keberadaan Harun Masiku ini kembali disinggung oleh Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Angka Kejahatan di Tanah Air Naik Drastis, karena Asimilasi Napi?
Indonesia
Angka Kejahatan di Tanah Air Naik Drastis, karena Asimilasi Napi?

Kenaikan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya terkait tindakan kriminal.

Jatim Dominasi Pertambahan Kasus, Masyarakatnya Dinilai Tak Disiplin
Indonesia
Jatim Dominasi Pertambahan Kasus, Masyarakatnya Dinilai Tak Disiplin

Hal ini dilihat dari tingginya jumlah kasus per seratus ribu jumlah penduduk yang cukup tinggi.

Wali Kota Solo Longgarkan Perizinan Resepsi Pernikahan di Era New Normal
Indonesia
Wali Kota Solo Longgarkan Perizinan Resepsi Pernikahan di Era New Normal

Kelonggaran tersebut berupa pasangan mempelai dan kedua orang tua yang duduk di pelaminan diperbolehkan tidak mengenakan masker.