Image
Author by : Merahputih.com/Rizki Fitrianto

Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah, membuka tradisi tahunan 'Keramasan' bersama masyarakat Kota Tangerang. Tradisi dari nenek moyang warga Kelurahan Babakan ini dilakukan di tepi sungai Cisadane, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (25/5), untuk menyambut bulan suci Ramadan.
(Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Image
Author by : Merahputih.com/Rizki Fitrianto

Warga Kelurahan Babakan dibasuh kepalanya dengan menggunakan merang oleh Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah, pada tradisi Keramasan Berjamaah. Merang merupakan benih padi dari hasil panen yang dibakar lalu abunya dibiarkan semalam untuk kemudian dijadikan bahan alami perawatan rambut.
(Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Image
Author by : Merahputih.com/Rizki Fitrianto

Tradisi keramasan tersebut sudah dilakukan nenek moyang warga Babakan, dan biasanya diadakan tepat sehari sebelum bulan Ramadan tiba. Masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, memadati tepi Sungai Cisadane tempat tradisi tersebut digelar.
(Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Image
Author by : Merahputih.com/Rizki Fitrianto

Ratusan orang menyaksikan tradisi tahunan Keramasan Berjamaah yang digelar di tepi Sungai Cisadane. Pada kegiatan tersebut, warga berbaur membasahi dirinya dengan air dari Sungai Cisadane dan mulai berkeramas menggunakan sampo sachet sebagai pengganti merang.
(Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Image
Author by : Merahputih.com/Rizki Fitrianto

Tidak sedikit warga Babakan yang berusia senja mengikuti tradisi Keramasan Berjamaah. Tradisi tersebut merupakan sebuah pengingat kepada warga agar dapat mempersiapkan diri, termasuk membersihkan diri menjelang bulan Ramadan yang akan segera tiba.
(Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Image
Author by : Merahputih.com/Rizki Fitrianto

Tradisi Keramasan Berjamaah masyarakat Kota Tangerang ini sangat diminati anak-anak di bawah usia 17 tahun. Namun jangan anggap remeh para peserta cilik ini. Pasalnya, anak-anak warga Kelurahan Babakan bisa dikatakan sudah berbakat dalam berenang, sehingga mereka pun mengikuti tradisi tersebut dengan riang di Sungai Cisadane berkedalaman hingga 30 meter.
(Merahputih.com/Rizki Fitrianto)