Sambut HUT Ke-73 TNI, Kodim 0722 Kudus Pamerkan Ratusan Keris Peninggalan Majapahit Keris Pusaka dari Bantul, Yogyakarta ini dibanderol seharga Rp20 juta (Foto: MP/Fredy Wansyah)

MerahPutih.Com - Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodim 0722/Kudus, Jawa Tengah memiliki tradisi unik dalam menyambut HUT ke-73 TNI. Lazimnya, setiap perayaan HUT TNI digelar pameran alutista milik TNI dari tiga matra, namun di Kudus justru yang dipamerkan adalah keris kuno.

Ratusan keris kuno dari peninggalan Kerajaan Majapahit dipamerkan di Markas Kodim 0722/Kudus. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mencintai warisan budaya, khususnya peralatan perang zaman dulu.

Menurut Ketua Panitia Hari Ulang Tahun TNI Pasi Intel Kapten Inf Ibnu Latifur Rokhman, keris yang dipamerkan dalam rangka HUT TNI ini berjumlah 469 bilah sesuai dengan usia Kabupaten Kudus.

"Selain keris pada pameran ini juga ikut dipamerkan senjata jenis tombak yang sebagian merupakan pusaka peninggalan zaman kerajaan Majapahit, Mataram maupun Pajang," terang Kapten Inf Ibnu Latifur Rokhman di Kudus, Kamis (4/10).

Kegiatan pameran yang digelar selama tiga hari, yakni Rabu (3/10) hingga Jumat (5/10) dalam rangka melestarikan budaya jawa.

Melestarikan Budaya Jawa, kata dia, wajib hukumnya guna menghargai peninggalan para leluhur.

Keris Kuno
Ilustrasi Keris Kuno (MP/Sucitra De)

Sementara itu, Ketua Persatuan Paguyuban Wesi Aji Pati R. Wahyu Samudra menyambut baik digelarnya pameran keris pusaka di Markas Kodim Kudus ini.

"Kegiatan ini tentunya menjadi ajang edukasi kepada masyarakat terkait sejarah dan filosofi setiap pemuatan keris," ujarnya.

Ia menganggap pusaka keris memiliki banyak makna dan filosofi yang sangat luas sehingga anggapan bahwa pehobi pusaka keris lebih dominan karena hal-hal mistis tidak benar.

Pasalnya, kata dia, melalui pusaka peninggalan jaman kerajaan masa lampau tersebut bisa diketahui nilai historis dan seni budayanya.

Ihsan Maulana, salah seorang pelajar yang masih duduk di kelas VII MTs sebagaimana dilansir Antara mengaku baru pertama kali mengetahui ada pameran keris

"Saya juga baru pertama kalinya melihat secara langsung ratusan keris dengan berbagai bentuk dan ukuran," ujarnya.

Ia mengaku sangat takjub karena bisa melihat pusaka keris zaman Kerajaan Majapahit yang tentunya tidak semua orang bisa melihatnya secara langsung.

Apalagi, kata dia, di Kabupaten Kudus pameran seperti ini sangat langka.

Selain pameran, disediakan pula gerai yang bisa dikunjungi pengunjung yang hendak membeli oleh-oleh keris atau sarungnya. Minto, salah seorang pemilik gerai mengakui sudah menjual lima belas keris dengan harga bervariasi.

Puluhan keris yang dijajakannya, kata dia, ada yang dijual dengan harga paling rendah Rp3 juta hingga yang paling mahal Rp15 juta.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Lagi, Mendagri Tjahjo Kumolo Surati Kepala Daerah Untuk Bantu Keuangan Sulteng



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH