Sambangi UGM, Menteri PUPR Ngebor Sumur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (dua dari kanan). (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyiapkan aksi darurat untuk mengatasi musim kemarau. Aksi tersebut adalah dengan membor sumur dalam. Pengeboran tersebut sudah dilakukan di beberapa wilayah di DIY.

"Untuk emergency (musim kemarau saat ini) kami tidak hanya menge-drop air dari tangki, tetapi melakukan pemboran sumur dalam," kata Basuki usai menjadi pembicara di UGM, Rabu (13/9).

Pengeboran yang sudah dilakukan di beberapa tempat di antaranya Pati, Jawa Tengah, Sukabumi Jawa Barat, Sumba, dan Lombok Utara. "Di Pati dapat sepuluh liter per detik dan di Sukabumi ada 20 liter air per detik," katanya.

Hingga kini sudah ada 6.902 sumur bor yang beroperasi. Pihaknya masih terus akan mengebor lagi daerah yang belum punya sumur.

Di sisi lain, Kementerian PU terus mengecek persediaan air di 16 waduk utama. Hasil pengecekan, debit air di sepuluh dari 16 waduk masih normal. "Hanya enam waduk yang debitnya di bawah normal. Penurunan debit waduk belum ekstrem, masih bisa beroperasi. Operasinya didasarkan ketersediaan air," katanya.

Dia mengatakan, selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, ada 65 waduk yang dibangun, 16 terusan kabinet sebelumnya, sedangkan 49 bendungan baru. Sebanyak 65 waduk tersebut bisa meningkatkan air irigasi 19-20 persen.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim kemarau tahun ini tidak sekering 2015, tetapi juga tidak sebasah 2016. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya tentang UGM dalam artikel: UGM Beri Penghargaan Kepada Lima Perusahaan Terkait Lingkungan



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH