Sambangi BPK, Ketua KPK Tegaskan Tak Bahas Kasus Jiwasraya Ketua BPK Agung Firman Sampurna bersama Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: ANTARA)

MerahPutih.Com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengaku tak membahas dugaan korupsi di Jiwasraya dalam pertemuan antara lembaga antirasuah dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurut Firli kasus tersebut telah ditangani oleh Kejaksaan Agung.

"Masalah Jiwasraya itu sudah ditangani aparat penegak hukum kejaksaan. Itu tidak masuk pembicaraan kita," kata Firli di Kantor BPK, Jakarta, Selasa (7/1).

Baca Juga:

Sudah di Setneg, Perpres KPK Bakal Diteken Jokowi?

Firli mengatakan fokus KPK saat ini kepada kasus korupsi lainnya. Kendati demikian, ia menyatakan, KPK tetap mendukung Kejaksaan Agung untuk bisa menyelesaikan penanganan perkara tersebut.

KPK tidak akan persoalkan kasus Jiwasraya yang sedang ditangani BPK
KPK dan BPK akan bekerjasama dalam mencegah korupsi (Foto: ANTARA)

"Masih ada perkara korupsi yang harus kita bicarakan bukan hanya satu itu, dan tentu kita akan mendorong aparat-aparat penegak hukum kejaksaan untuk menyelesaikan tugas tersebut," ujarnya.

Hanya saja, kata Firli, BPK telah mendampingi dan membantu Kejaksaan Agung dengan melakukan pemeriksaan serta penghitungan kerugian negara atas dugaan korupsi di perusahaan pelat merah itu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengungkapkan, pihaknya bakal mengumumkan hasil pemeriksaan dan temuan BPK terhadap kasus Jiwasraya pada Rabu (8/1) besok.

"Mengenai Jiwasraya sudah kita akan umumkan. Kita akan jelaskan besok," ujarnya.

Baca Juga:

Rapat Perdana, Dewas Samakan Persepsi Amanat UU KPK yang Baru

Agung pun memastikan, kasus tersebut tak dibahas pihaknya dalam pertemuan dengan kelima komisioner KPK hari ini.

"Akan kita sampakan, dan itu tidak masuk dalam pembahasan KPK hari ini," pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

Presiden Jokowi Dinilai Intervensi KPK, Firli Bahuri Angkat Bicara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
2 Kecamatan di Bogor Ini Masih Steril dari COVID-19
Indonesia
2 Kecamatan di Bogor Ini Masih Steril dari COVID-19

Hingga Senin (20/4) malam, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah pasien positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 58 pasien

Dirjen WHO Tedros Berkantor: Saya Sehat, Tidak Ada Gejala
Dunia
Dirjen WHO Tedros Berkantor: Saya Sehat, Tidak Ada Gejala

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus kembali berkantor usai karantina.

Jalan Padat, Pelaksanaan Shift Kerja Tidak Efektif
Indonesia
Jalan Padat, Pelaksanaan Shift Kerja Tidak Efektif

Pemprov DKI menyebut, warga sudah tidak mematuhi lagi imbauan membatasi pergerakan selama pandemi COVID-19

Penolakan Jenazah COVID-19 Karena Masyarakat Kurang Edukasi
Indonesia
Penolakan Jenazah COVID-19 Karena Masyarakat Kurang Edukasi

Perlu dijelaskan juga kepada masyarakat mengenai prosedur pemakaman sesuai protokol kesehatan dari WHO

Sejumlah Halte Busway Dirusak Sebabkan Kerugian Puluhan Miliar
Indonesia
Sejumlah Halte Busway Dirusak Sebabkan Kerugian Puluhan Miliar

Aksi massa yang dimulai sejak siang tadi berdampak pada pengrusakan disertai pembakaran fasilitas dan sarana prasarana yang digunakan dan dibanggakan warga DKI.

UU Cipta Kerja Dinilai Berikan Kebebasan Impor Pangan
Indonesia
UU Cipta Kerja Dinilai Berikan Kebebasan Impor Pangan

Kedaulatan pangan ini merupakan perlindungan kepentingan dalam negeri untuk menjaga dan memperkuat pangan nasional. Untuk itu, sektor pangan ini tidak boleh dilemahkan.

WP KPK Minta Dewas Turun Tangan Sikapi Penarikan Jaksa Secara Mendadak
Indonesia
WP KPK Minta Dewas Turun Tangan Sikapi Penarikan Jaksa Secara Mendadak

Yadyn dan Sugeng mengakhiri masa tugasnya di KPK pada Jumat (31/1) hari ini.

Bila Iran dan Amerika Berperang, Ini yang Bakal Terjadi di Indonesia
Indonesia
Bila Iran dan Amerika Berperang, Ini yang Bakal Terjadi di Indonesia

Iran sepertinya tak punya nyali untuk menyerang langsung Amerika mengingat jumlah militernya di bawah Amerika.

Arus Balik Picu Kenaikan Kasus Corona, Pemerintah Diminta Waspada
Indonesia
Arus Balik Picu Kenaikan Kasus Corona, Pemerintah Diminta Waspada

Pasalnya, saat itu terjadi kembalinya sebagian warga jakarta dari kampung halaman baik yang mudik sebelum adanya larangan mudik maupun yang sesudah