Kuliner
Sambal Gami Bikin Ketagihan Penggunaan terasi pada sambal bakar, membuat cita rasanya hampir sama dengan sambal terasi. (freepik/jcomp)

BUAT kamu pecinta kuliner pedas, wajib untuk mencoba nikmat dari pedasnya sambal gami. Sambal yang berasal dari Bontang, Kalimantan Timur yang terbuat dari cabai, bawang putih, tomat dan terasi. Menjadikannya memiliki cita rasa seperti sambal terasi.

Namun, sambal gami memiliki keunikan dalam proses pembuatannya serta penyajiannya. Yaitu, dengan memasak sambal secara langsung di atas cobek yang terbuat dari tanah liat. Proses pembakaran yang terjadi, menjadikan tambahnya cita rasa baru yaitu smokey atau berasap. Proses masaknya yang dibakar membuat beberapa orang menyebutnya dengan sambal bakar.

Baca Juga:

Si Manis Kue Delapan Jam Khas Palembang

kuliner
Sambal gami cumi-cumi. (cookpad.com)

Selain itu, penyajian yang langsung menggunakan cobek yang sudah dibakar sebelumnya, menjadikan sambal ini menjadi lebih nikmat karena bisa disantap selagi hangat. Aromanya mampu menggugah selera makanan.

Keunikan dan konsistensi dari cita rasa sambal gami, menjadikan sambal tersebut memiliki tempatnya tersendiri bagi para penikmatnya. Bahkan popularitas sambal gami saat ini, bukan hanya berada di Kalimantan Timur saja melainkan sudah hampir ke seluruh Indonesia.

Hal itu pun menjadikan adanya inovasi-inovasi yang dilakukan. Seperti, jenis lauknya, jika pada daerah asalnya sambal gami dinikmati dengan ikan bawis, ikan khas Bontang. Sambal gami saat ini sudah bisa dinikmati dengan berbagai lauk seperti, ayam, ikan, udang bahkan daging wagyu.

Baca Juga:

Kuliner Banyuwangi Rugi Tak Dicicipi

kuliner
Sambal gami kerang. (kreasimasakan.com)

Untuk kamu yang tidak begitu menyukai pedas, di beberapa tempat rumah makan, menawarkan untuk pelanggannya dapat menentukan tingkat kepedasan yang sesuai dengan seleranya. Inovasi-Inovasi itu menjadikan sambal gami dapat dinikmati oleh semua orang.

Jika kamu ingin mencoba membuat sambal gami dirumah, kamu dapat membuatnya dengan mudah. Cukup siapkan Cabai Rawit Merah, Bawang Merah, Bawang putih, terasi bakar, garam, gula, tomat. Kemudian ulek menjadi satu - kesatuan menggunakan cobek yang terbuat dari tanah liat.

Setelah semua bumbu sudah tercampur hingga halus, beri sedikit minyak. Kemudian, bakar sambal bersamaan dengan cobek di atas tungku. Tunggu hingga sambal sampai mendidih dan taruh lauk diatas sambal sesuai keinginanmu. (nab)

Baca Juga:

Horas! 5 Kuliner Khas Batak Wajib Kamu Cicipi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Nilai Kehidupan dalam Kain Ulos
Tradisi
Nilai Kehidupan dalam Kain Ulos

Kain Ulos termasuk dalam salah satu jenis tenun tradisional Indonesia.

Daerah Tujuan Wisata di Lampung Barat yang Wajib Dikunjungi
Travel
Daerah Tujuan Wisata di Lampung Barat yang Wajib Dikunjungi

Kabupaten Lampung Barat merupakan daerah tujuan pariwisata yang potensial.

Tradisi Tifa Darah Papua
Tradisi
Tradisi Tifa Darah Papua

Tifa menjadi bagian budaya di bagian Indonesia Timur.

Mie Atep yang Jadi Ikon Kuliner Belitung
Kuliner
Mie Atep yang Jadi Ikon Kuliner Belitung

Mi yang disajikan dalam balutan daun simpur yang hanya tumbuh dan ditemukan di Belitung.

Kontroversi Hari Jadi Kota Bandung
Travel
Kontroversi Hari Jadi Kota Bandung

Deandles menandatangani surat keputusan untuk mengadakan sarana dan prasarana di Kota Bandung.

Cara Membuat Ayam Geprek Krim Bawang Putih Buat Buka Puasa
Kuliner
Cara Membuat Ayam Geprek Krim Bawang Putih Buat Buka Puasa

Ayam geprek krim bawang putih mudah dibuat di rumah.

Indonesia Mulai Uji Coba Pertama Kali Bensin Sawit
Tradisi
Indonesia Mulai Uji Coba Pertama Kali Bensin Sawit

Bensin dengan minyak sawit industri atau bensa (bensin sawit) skala demo plant untuk kendaraan bermotor, bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Thomas Matulessia, Mengapa Jadi Kontroversi?
Tradisi
Thomas Matulessia, Mengapa Jadi Kontroversi?

Dia adalah pahlawan nasional dari kampung Haria, Saparua, yang sekarang masuk wilayah Maluku Tengah.

Selain Belalang, Serangga ini Jadi Pangan Tradisional di Indonesia
Tradisi
Selain Belalang, Serangga ini Jadi Pangan Tradisional di Indonesia

Beberapa serangga tersebut bisa langsung dikonsumsi, sebagian lagi dibersihkan lebih dulu.

Kenalkan, Teman dan Musuh Gundala
Indonesiaku
Kenalkan, Teman dan Musuh Gundala

Mengenal Sosok pada Sirkel Gundala, Dari Mulai Teman Hingga Musuh