Samakan Kerumunan Jokowi di NTT dengan Rizieq Dianggap Logika Berpikir Sesat Kerumunan warga menyambut Presiden Jokowi di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (23/2) siang. Foto: istimewa.

MerahPutih.com - Sejumlah pihak tak henti-hentinya menarik peristiwa kerumunan warga Maumere saat kunjungan Presiden Jokowi ke dalam kasus kerumunan massa Rizieq Shihab, yang telah berimplikasi sebagai tindak pidana.

Praktisi hukum, Petrus Selestinus menilai, menyamakan peristiwa kerumunan warga di Maumere dengan kasus kerumunan massa Rizieq Shihab, dianggap sebagai logika terbalik.

Baca Juga

Polri Sebut Tak ada Unsur Pidana Saat Kerumunan Kegiatan Jokowi di NTT

"Jelas tidak kompatibel, sesat dan tidak memiliki dasar hukum," kata Petrus kepada MerahPutih.com di Jakarta, Minggu (28/2).

Tindakan ini, lanjut Petrus, bahkan telah merendahkan harga diri dan martabat Presiden Jokowi.

"Termasuk menurunkan indeks kebahagiaan warga Maumere, karena luapan kegembiraan warga Maumere tanpa motif politik dan ideologi," papar Petrus.

Kunjungan kerja Jokowi. (Foto: Antara)
Kunjungan kerja Jokowi. (Foto: Antara)

Petrus mengingatkan, kerumunan massa Rizieq Shihab selalu diisi dengan ceramah yang bersifat agitasi propaganda untuk membangun kekuatan perlawanan terhadap Kekuasaan Pemerintahan.

Sementara, pada peristiwa kerumunan warga di Maumere, tidak terdapat motif politik dan ideologi, tidak ada ceramah atau pidato dari Presiden Jokowi di hadapan warga yang berkerumun.

"Ini murni soal luapan kebahagiaan dan kegembiraan warga Maumere, karena bisa melihat, bertemu dan bertatap muka dengan Presidennya secara lebih dekat," jelas Petrus.

"Sehingga tidak kompatibel jika membandingkan dengan kerumunan massa Rizieq Shihab yang berkonsolidasi untuk gerakan politik," imbuh Petrus.

Seperti diketahui, peristiwa kerumunan di Maumere, terjadi karena warga dikunjungi oleh Jokowi sebagai Presiden RI yang dicintai rakyat dan datang ke NTT (Sumba dan Maumere).

Saat itu Jokowi meninjau hasil kerja pembangunan yang pada gilirannya wajib dipertanggungjawabkan kepada rakyat yang memilihnya. (Knu)

Baca Juga

Laporan terhadap Jokowi Soal Kerumunan di NTT Kembali Kandas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gegara PPKM Level 4, Stok Darah PMI Solo Menipis
Indonesia
Gegara PPKM Level 4, Stok Darah PMI Solo Menipis

Di tengah PPKM Level 4 PMI Solo, PMI hanya mampu mendapatkan 20 orang pendonor. Sementara permintaan donor darah sekitar puluhan orang per hari.

 Telkomsel Kucurkan Lagi Rp4,2 Triliun Buat Gojek
Indonesia
Telkomsel Kucurkan Lagi Rp4,2 Triliun Buat Gojek

Sebelumnya, Pada 2020, Telkomsel menyuntikkan dana sebesar USD150 juta atau setara Rp2,17 triliun (kurs Rp 14.500 per dollar AS).

Kidsloop Gandeng Rumah Kisah Hadirkan Pendidikan Interaktif Bagi Anak-anak
Indonesia
Kidsloop Gandeng Rumah Kisah Hadirkan Pendidikan Interaktif Bagi Anak-anak

Model pembelajaran online itu pun diyakinkannya harus disempurnakan lewat beragam metode, khususnya bagi anak usia dini hingga tingkat sekolah dasar. Salah satunya lewat produk animasi yang dihadirkan oleh Rumah Kisah, Kreator animasi muslim.

Capaian Vaksinasi COVID-19 Tanah Air Lampaui Target WHO
Indonesia
Capaian Vaksinasi COVID-19 Tanah Air Lampaui Target WHO

Cakupan vaksinasi dosis kedua di tingkat nasional sudah mencapai 40 persen populasi di Indonesia

Pemerintah Optimistis di Sisa 2021 Pertumbuhan Ekonomi Nasional Naik 4 Persen
Indonesia
Pemerintah Optimistis di Sisa 2021 Pertumbuhan Ekonomi Nasional Naik 4 Persen

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi di akhir tahun atau di triwulan IV 2021 bisa mengalami peningkatan di angka empat persen.

Polda Sumbar Kembali Selidiki Dugaan Korupsi MTQ Nasional
Indonesia
Polda Sumbar Kembali Selidiki Dugaan Korupsi MTQ Nasional

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumba, Kombes Pol Joko Sadono menjelaskan, penyelidikan dilakukan kembali setelah adanya laporan dalam masyarakat lagi.

Peneror Rumah Keluarga Veronica Koman Diduga Gunakan Pelat Palsu
Indonesia
Peneror Rumah Keluarga Veronica Koman Diduga Gunakan Pelat Palsu

Polisi sendiri sudah memeriksa lima orang saksi terkait kasus tersebut

PSI Usul Pembentukan Pansus Sumur Resapan
Indonesia
PSI Usul Pembentukan Pansus Sumur Resapan

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta secara terbuka mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Sumur Resapan.

Sentil Ganjar, Gerindra Jateng: Wong Cilik Butuh Teladan Bukan Ancaman!
Indonesia
Sentil Ganjar, Gerindra Jateng: Wong Cilik Butuh Teladan Bukan Ancaman!

Pasalnya, keberadaan SE tersebut membuat ekonomi dan aktivitas masyarakat Jateng menjadi terganggu.

Pembangunan Mal Pelayanan Publik di Bandung Ditargetkan Rampung di Akhir Tahun
Indonesia
Pembangunan Mal Pelayanan Publik di Bandung Ditargetkan Rampung di Akhir Tahun

Tidak hanya soal pelayanan publik, Pemerintah Kota Bandung berencana merelokasi sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjajar di badan Jalan.