Sama-sama Bela Ulama, Ini Alasan Cuma GNPF MUI ke Istana GNPF-MUI yang terdiri dari Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir dan Wakil Ketua GNPF-MUI Zaitun Rasmin dalam acara Open House di Istana Negara, (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Presidium Alumni 212 mengaku tidak sependapat dengan langkah Gerakan Nasional Penjaga Fatwa MUI (GNPF MUI) bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara baru-baru ini.

Meski begitu, Presidium Alumni 212 tetap menghormati langkah ormas kumpulan ulama tersebut.

Sekjen Presidium Alumni 212 Hasri Harahap mengungkapkan, meski mempunyai tujuan yang sama yaitu membela ulama yang dikriminalisasi, namun secara jalur perjuangan berbeda.

"Kita sama-sama berjuang dapat restu dari HRS, kita juga tergerak karena restu Habib (Rizieq)," ujarnya kepada merahputih.com, Kamis (29/6).

Ia menjelaskan, perjuangan Presidium Alumni 212 bergerak melalui Komnas HAM untuk menjadi mediator rekonsiliasi dengan pemerintah dengan syarat tidak di Istana.

"Delapan kali kami ke Komnas HAM, meminta jadi mediator. Nanti, diharapkan setelah Lebaran terjadi rekonsiliasi. Kita beri masukan, Dengan syarat, kalau terjadi pertemuan itu tidak dilakukan atau digelar di Istana," terangnya.

Nah, terkait pertemuan GNPF MUI dengan Presiden Jokowi, Presidium Alumni 212 tidak mengetahui hal itu dan tidak pernah ada koordinasi.

"Kenapa GNPF ke Istana, mereka mungkin punya strategi lain yang mereka upayakan," ucapnya. (Fdi)

Berita lain terkait pertemuan GNPF MUI dengan Jokowi di Istana baca juga di: Ke Istana Negara, GNPF MUI Dapat Restu Habib Rizieq


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH