Salah Tetapkan Tersangka Pengroyokan, IPW Kritik Polisi yang Kurang Cermat Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando, hadir saat demo 11 April di depan Gedung MPR/DPR, Senin (11/4). (Foto: Tangkapan Layar YouTube)

MerahPutih.com- Langkah Polda Metro Jaya yang mengklarifikasi pengungkapam keterlibatan Abdul Manaf sebagai tersangka pengeroyok pegiat media sosial, Ade Armando menuai kritikan.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai bahwa seharusnya alat pengenal wajah atau face recognition tidak dijadikan satu-satunya bukti untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Baca Juga:

Polda Metro Pastikan Pemuda di Lampung Tak Terlibat Penganiayaan Ade Armando

Menurut Sugeng, penggunaan alat face recognition adalah instrumen bantu saja dalam penyelidikan tindak pidana.

"Tidak dapat untuk semata-mata menetapkan status tersangka," kata Sugeng kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (14/4).

Sugeng menyinggung bahwa proses penyidikan kepolisian diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Penyidik, kata dia, harus memenuhi minimal dua bukti permulaan cukup untuk dapat menjerat seseorang sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Sugeng menilai bahwa kepolisian telah mengumumkan dan menetapkan Abdul Manaf sebagai tersangka tanpa melalui proses itu.

"Kekeliruan yang ada sebelumnya kalau memang ada telah diklarifikasi sebagaimana dinyatakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulfan," ucap dia.

Sugeng menilai, Polda Metro kurang cermat.

"Mungkin karena tekanan publik yang kencang, polisi bergerak cepat dan kurang cermat," tambah dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengakui bahwa hasil face recognition tingkat akurasinya tidak mencapai 100 persen sesuai dengan Abdul Manaf.

Ia pun mengatakan bahwa Abdul belum ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga:

Hasil Klarifikasi Polisi: Abdul Manaf Tidak Terlibat Pengeroyokan Ade Armando

Menurutnya, nama enam orang yang sempat diungkap oleh kepolisian dalam kasus ini, semuanya masih berstatus sebagai terduga pelaku.

Dari keseluruhan, baru tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, Komarudin, Muhamad Bagja, dan Dhia Ul Haq.

"Enggak, enggak ditetapkan sebagai tersangka, salah. Jadi keenam orang ini diidentifikasi sebagai pelaku pengeroyokan, jadi jangan keliru," kata Zulpan.

Padahal, dalam konferensi pers yang digelar Selasa (12/4) lalu, kepolisian menyatakan enam orang yang telah diidentifikasi itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Face recognition adalah sistem pengenalan wajah melalui sebuah teknologi yang dapat mencocokkan wajah manusia dari citra digital atau cuplikan video melalui basis data wajah.

Biasanya dipakai untuk mengotentikasikan para pengguna melalui layanan verifikasi ID, bekerja dengan menitikkan dan mengukur fitur-fitur wajah dari gambar yang diberikan. (Knu)

Baca Juga:

Polda Metro Kejar Pelaku Mirip Abdul Manaf yang Menganiaya Ade Armando

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Malaysia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Malaysia

Indonesia dan Malaysia justru kembali menunjukan komitmen kerja sama regional kedua negara.

KPK Tetapkan Wakil Ketua DPRD Tulungagung sebagai Tersangka Kasus Suap
Indonesia
KPK Tetapkan Wakil Ketua DPRD Tulungagung sebagai Tersangka Kasus Suap

Ia diduga menerima suap dugaan suap ketok palu APBD dan APBD-P Kabupaten Tulungagung.

Jerinx Dituntut 2 Tahun Penjara
Indonesia
Jerinx Dituntut 2 Tahun Penjara

Jaksa meyakini, Jerinx bersalah melakukan pengancaman berisi kekerasan terhadap Adam Deni.

Polda Metro Jaya Tunda Mediasi Haris Azhar dengan Luhut
Indonesia
Polda Metro Jaya Tunda Mediasi Haris Azhar dengan Luhut

"Jadi kami memenuhi undangan dari penyidik Siber Polda Metro Jaya, sudah ketemu dengan penyidik dan ternyata acara hari ini ditunda oleh penyidik, ditunda untuk waktu yang belum ditentukan," ujar pengacara Haris, Pieter Ell

Jasa Marga Peringatkan Potensi Kemacetan di Tol Japek Arah Jakarta
Indonesia
Jasa Marga Peringatkan Potensi Kemacetan di Tol Japek Arah Jakarta

Pengguna jalan diminta waspada potensi kemacetan yang mungkin terjadi selama masa perbaikan ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah Jakarta.

Penerima BSU Sebelumnya Bisa Terima Kembali untuk Tahun 2022
Indonesia
Penerima BSU Sebelumnya Bisa Terima Kembali untuk Tahun 2022

Kemenaker akan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2022 senilai Rp 9,6 triliun sebagai menopang daya beli pekerja atau buruh.

Indonesia Ekspor 2 Juta Toyota Fortuner ke Australia, Jokowi Puji Kualitas SDM Lokal
Indonesia
Indonesia Ekspor 2 Juta Toyota Fortuner ke Australia, Jokowi Puji Kualitas SDM Lokal

Indonesia kembali menorehkan prestasi. Kali ini, putra putri tanah air berhasil memproduksi ekspor 2 juta unit Toyota dan ekspor perdana mobil Fortuner ke Australia.

Tak Soal Andika Panglima TNI Setahun, Istana Buka Peluang Tahun Depan Jatah AL
Indonesia
Tak Soal Andika Panglima TNI Setahun, Istana Buka Peluang Tahun Depan Jatah AL

Jokowi memutuskan menunjuk KSAD Andika sebagai calon Panglima TNI sebelum berangkat mengikuti KTT COP26 di Glasgow

Erick: Transformasi Bikin BUMN Untung Rp 90 Triliun
Indonesia
Erick: Transformasi Bikin BUMN Untung Rp 90 Triliun

BUMN, kata Erick, juga berperan menyeimbangkan situasi pasar di tengah pandemi COVID-19.

Jelang Konser, Personel Band Dream Theater Mulai Berdatangan
Indonesia
Jelang Konser, Personel Band Dream Theater Mulai Berdatangan

Band Metal Dream Theater akan menggelar Konser di halaman parkir Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah (10/8). Para personil band Metal asal Amerika itu pun silih berganti mulai tiba di Kota Solo.