Salah Satu Oknum TNI Perusak Mapolsek Ciracas Siap Disidang Militer Konferensi pers terkait penetapan tersangka oknum TNI dalam penyerangan Polsek Ciracas. (Foto: MP/Kanugrahan)

Merahputih.com - Kasus pengerusakan Polsek Ciracas memasuki babak baru. Para pelaku yang diduga merupakan oknum TNI itu bakal menjalani persidangan di Pengadilan Militer.

Salah satunya yakni Prada MI yang berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Oditur Militer Jakarta dan hanya tinggal menunggu jadwal sidang militer.

"Untuk proses penyelidikan Prada MI sudah kami limpahkan ke Oditur Militer Jakarta dan berkasnya sudah diterima. Kita tunggu kapan disidangkan," kata Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad), Letjen TNI Dodik Widjanarko kepada wartawan di Markas Puspomad Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (7/10).

Baca Juga:

Serang Polsek Ciracas, Oknum TNI Bacok dan Lindas Warga Pakai Motor

Jumlah personel TNI AD yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perusakan Polsek Ciracas dan sekitarnya kembali bertambah. Saat ini, ada 63 personel yang ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Sebelumnya, ada 58 personel yang menjadi tersangka. "Yang sudah dinaikkan statusnya sebagai tersangka dan ditahan sebanyak 63 personil terdiri dari 33 satuan," kata Dodik.

Hingga kini, Puspomad sudah memeriksa sebanyak 106 personel TNI AD yang berasal dari 45 satuan. Kemudian ada 43 personel TNI AD yang sudah diperiksa sebagai saksi dikembalikan karena murni sebagai saksi.

Dodik menegaskan, pihaknya akan terus mengusut seluruh personel TNI AD yang terlibat dalam perusakan. Semua dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Oknum yang berasal dari TNI AD akan kami usut secara tuntas, jelas, dan tidak ada yang kami tutup-tutupi," kata Dodik.

Markas Kepolisian Sektor Ciracas diserang oleh sekelompok orang oknut TNI, Sabtu. (Antara)
Markas Kepolisian Sektor Ciracas diserang oleh sekelompok orang oknut TNI, Sabtu. (Antara)

Penyidik telah mendapatkan sejumlah bukti tambahan terkait kasus perusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. Bukti tambahan tersebut diserahkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) beberapa waktu lalu.

"KSAD telah menerima Ketua LPSK, beliau menyerahkan suatu informasi sebagai tambahan penyidik untuk menuntaskan kasus Ciracas sebaik-baiknya," kata Dodik.

Bukti tambahan yang dimaksud berupa rekaman CCTV yang diambil dari gedung LPSK, Cijantung, Jakarta Timur. Seperti diketahui, Gedung LPSK berada tidak jauh dari Mapolsek Ciracas yang dirusak.

Dalam kasus itu sendiri, dijelaskan Dodik, pihaknya sudah melakukan gelar perkara di Pomdam Jaya. Gelar perkara melibatkan sejumlah pihak untuk melengkapi berkas perkara para tersangka.

"Pada Selasa 6 Oktober 2020 di Pomdam Jaya kami laksanakan gelar perkara yang dihadiri Kepala Oditur Militer, penyidik dan 20 perwakilan dari tiap kematraan," ucapnya.

Baca Juga:

Ikutan Serang Polsek Ciracas, Oknum Prajurit TNI AL Jadi Tersangka

Prada MI ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur setelah terbukti menyebarkan kabar bohong terkait pengeroyokan. Belakangan diketahui Prada MI mengalami kecelakaan tunggal.

Dalam hasil penyidikan diketahui, ada beberapa motif yang melatarbelakangi Prada MI sengaja menyebarkan kabar bohong kepada rekan-rekannya. Salah satunya, rasa takut dari Prada MI yang mengalami kecelakaan tunggal setelah meminum minuman keras.

Motif selanjutnya, yang bersangkutan takut diproses hukum lantaran saat kejadian tidak miliki SIM C dan tidak membawa STNK. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satu Pedagang Terkonfirmasi COVID-19, Pasar Slipi Ditutup
Indonesia
Satu Pedagang Terkonfirmasi COVID-19, Pasar Slipi Ditutup

Rencananya, Pasar Slipi akan dibuka kembali pada Jumat (25/9)

Vaksin Kebal COVID-19 Diharap Tersedia Pertengahan Tahun Depan
Indonesia
Vaksin Kebal COVID-19 Diharap Tersedia Pertengahan Tahun Depan

Pandemi ini masih merupakan ancaman yang serius

Jokowi: Tidak Mudik Cara Bijak Lindungi Keluarga dari COVID-19
Indonesia
Jokowi: Tidak Mudik Cara Bijak Lindungi Keluarga dari COVID-19

Dengan bersabar menahan rindu di perantauan, kita telah mengambil peran

Soal Hasil Tes Swab, Rizieq Shihab dan MER-C Diminta Terbuka
Indonesia
Soal Hasil Tes Swab, Rizieq Shihab dan MER-C Diminta Terbuka

Trubus melanjutkan, MER-C sebagai lembaga kesehatan yang disebut melakukan tes swab terhadap Rizieq juga perlu menginformasikan hasil tes ke publik.

Dirawat di Singapura, Pesepeda yang Ditabrak Mobil di Bundaran HI Kondisinya Membaik
Indonesia
Dirawat di Singapura, Pesepeda yang Ditabrak Mobil di Bundaran HI Kondisinya Membaik

"Iya benar (perawatan di rumah sakit Singapura). Tapi kondisinya sudah lebih stabil lah. Kita berdoa semoga korban bisa sembuh dan pulih kembali," ucap Sambodo.

Wali Kota Jakarta Pusat Tingkatkan Kewaspadaan Kebakaran di Bulan Ramadan
Indonesia
Wali Kota Jakarta Pusat Tingkatkan Kewaspadaan Kebakaran di Bulan Ramadan

Aktivitas perekonomian rakyat akan berdampak pada kemacetan. Sehingga Sudin Perhubungan Jakpus perlu memperhatikan arus lalu lintas di Ramadan ini.

MKD Verifikasi Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin
Indonesia
MKD Verifikasi Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Wakil Ketua MKD, Habiburokhman mengatakan laporan tersebut akan terlebih dahulu diverifikasi sebelum dibawa ke rapat MKD.

PSBB Jabar, 232 Check Point Siap Hadang Pemudik
Indonesia
PSBB Jabar, 232 Check Point Siap Hadang Pemudik

Hery berujar, saat ini ada delapan titik yang sudah dioperasionalkan oleh Polda Jabar, sisanya tujuh hingga sembilan titik diselenggarakan Polres setempat.

Ditangkap di Tulungagung, Terduga Teroris Langsung Diperiksa di Polda Jatim
Indonesia
Ditangkap di Tulungagung, Terduga Teroris Langsung Diperiksa di Polda Jatim

Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto mengatakan, saat ini ia tengah menjalani pemeriksaan di Polda Jatim.