Sala Lauak, Bitterballen Orang Minang yang Nikmat untuk Berbuka Sala lauak khas Minang nikmat untuk berbuka puasa. (foto: Instagram @nisaariii)

KALAU orang Belanda mengenal kuliner bitterballen, orang Minang punya sala lauak. Bentuknya pun mirip. Bulat kecil-kecil. Kayak kroket mini. "Makanan ini merupakan khas masyarakat Pariaman, Provinsi Sumbar. Namun, orang perantauan asal Sumbar di Kota Pekanbaru memproduksinya kembali dan ternyata cukup laris. Selain enak, makanan ini juga mengenyangkan perut," kata Reza, penjual Sala Lauak di Jalan Utama Kota Pekanbaru.

Di kota rantau itu, seperti dilansir Antara, Reza menjajakan sala lauak di Jalan Nenas, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. Banyak penjual sala lauak bejejr di jalan tersebut. Penikmatnya pun ramai. Dengan harga Rp500 per butir, sala lauak jadi favorit warga untuk berbuka puasa.

Salah seorang penikmat sala lauak ialah Redi. Pemuda 20 tahun itu hampir tiap hari membeli penganan khas itu. Seperti sudah jadi tradisi selama Ramadan. "Sala Lauak enak dimakan sebagai makanan awal pembuka puasa. Makanan ini terbuat dari tepung beras berbentuk bulat kecil ini bisa dimasukkan langsung ke mulut. Berbuka puasa makin nikmat bila minum dengan teh hangat atau es teh," kata Redi.

Menurut Reza, sala lauak menjadi favorit di Kota Pekanbaru dan sekitarnya karena mengenyangkan perut jika makan dua hingga lima buah. Sajian ini terbuat dari tepung beras dan ikan. Sala lauak juga nikmat disajikan dengan cocolan sambal merah.

sala lauak
Sala lauak nikmat dimakan dengan cocolan sambal. (foto: Instagram @h_m_fit)

Bahkan, saking larisnya, sala lauak buatannya hingga dibawa ke Mekkah, Kalimantan, Jakarta, sejumlah provinsi tetangga, dan Malaysia. Bentuknya yang kering membuat sala lauak mudah dibawa dan tidak basi. Selain itu, adonan sala lauak mentah juga bisa dibuatkan dan dikirim ke luar provinsi. "Untuk adonan mentah bisa dibuat tergantung seberapa banyak pesanan, bisa ditaruh di dalam kulkas dan ibu rumah tangga bisa menggorengnya kapan saja dan seberapa banyak yang dikehendaki," katanya.

Untuk menyiapkan adonaan sala lauak, kata Reza, ia bekerja bersama sang istri, Rici. Saat subuh, ia sudah mulai mengaduk bahan. Di siang hari, adonan sudah bisa masuk ke penggorengan dengan minyak dalam kondisi panas tinggi.


Dibuat dari Bahan Ikan Kering

sala lauak
Adonan sala lauak dibentuk bulat lalu digoreng hingga kering. (foto: Instagram @debby_widya28)


Reza menyebutkan lebih suka membuat adonan sala lauak dengan ikan kembung kering, karena aroma ikan kering lebih kuat ketimbang ikan kembung basah. "Saya lebih memilih ikan kembung kering yang dijual di pasar. Untuk sekilo harganya bisa mencapai Rp35 ribu hingga Rp36 ribu. Selain ikan kembung basah, bisa juga digunakan ikan tongkol atau ikan tuna basah yang harganya bisa mencapai sekitar Rp40 ribu per kilo," katanya.

Untuk pembuatan sala lauak, ikan diaduk bersama tepung beras. Jenis tepung itu dipilih merupakan bahan makanan yang bisa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain itu, tepung beras mengandung protein, karbohidrat, dan kalsium yang dapat menjadi bahan asupan yang baik. Ditambah lagi kandungan protein ikan kembung yang cukup banyak dan bergizi.

Sementara itu, bahan-bahan yang dibutuhkan mengolah ikan kembung basah atau kering sama seperti membuat gulai asam pedas tanpa santan. Siapkan bahan-bahan seperti tepung beras, cabe giling secukupnya, ikan kembung basah/kering, bumbu-bumbu serai, sedikit kunyit, sedikit lengkuas sedikit jahe giling, daun salam beberapa lembar, daun kunyit, dan daun jeruk, garam secukupnya serta air, bawang merah, dan bawang putih dengan jumlah sesuai adonan.

Panaskan air hingga mendidik dalam kuali, kemudian baru masukkan bumbu-bumbu yang sudah disediakan tadi, bawang merah dan bawang putih, termasuk cabai merah giling, kunyit, jahe dan lengkuas giling, berikut daun salam, daun kunyit dan daun jeruk. Kalau bisa semua bumbu digiling halus.

Setelah air adonan bumbu-bumbu tersebut mendidih masukan ikan kembung kering atau basah, masak hingga matang. Sambil memasak ikan, buang tulang-tulang ikan kembung dari dalam kuali. Sisihkan atau gunakan saringan agar masakan diperoleh bersih tanpa tulang ikan.

Langkah berikutnya ialah memasukkan tepung beras ke kuali dan aduk hingga air gulai ikan pedas tersebut menyatu dengan tepung. Sampai tekstur bisa dibuat adonan bola-bola. Setelah adonan bola-bola kecil terbentuk, adonan bisa segera digoreng dalam minyak yang telah dipanaskan dalam suhu tinggi. "Angkat Sala Lauak saat sudah kering, matang, dan berwarna kuning, pindahkan ke wadah penampungan yang memiliki saringan. Jika minyaknya sudah turun, sala lauak siap disajikan," kata Reza. (*)


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH