Sakti Wahyu Trenggono Jadi Menteri KP, Begini Tanggapan Edhy Prabowo Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

MerahPutih.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo memberikan selamat kepada penggantinya, Sakti Wahyu Trenggono.

Hal itu disampaikan anak buah Prabowo Subianto itu usai diperiksa dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster atau benur.

Baca Juga

KPK Sebut Edhy Prabowo Pakai Duit Suap untuk Beli Mobil dan Sewa Apartemen

"Selamat dengan jabatan yang baru, semoga dalam menjalankan tugas tetap lancar dan sukses," kata Edhy di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (23/12) malam.

Menurut eks Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini, nelayan sangat butuh pemimpin yang terbiasa melayani.

"Saya percaya pak Trenggono punya karakter itu," ujarnya.

Sementara, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, Edhy diperiksa sebagai saksi untuk para tersangka lainnya, yaitu eks staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta dkk.

"Penyidik mendalami pengetahuan yang bersangkutan terkait dengan aktifitas perjalanan dinas dan kegiatannya selama berada di USA," kata Ali.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif, Edhy Prabowo. Foto: ANTARA
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif, Edhy Prabowo. Foto: ANTARA

Selain itu, tim penyidik KPK menggali pengetahuan Edhy terkait dengan pembelian barang-barang, di antaranya tas dan jam tangan mewah berbagai merek selama berada di Amerika.

"Yang sumber uang untuk pembelanjaan barang-barang tersebut diduga berasal dari para ekspoktir benih benur yang telah mendapatkan izin ekspor," ujar Ali.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KP; dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga

KPK Cekal Istri Edhy Prabowo ke Luar Negeri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Siapkan Tempat Layak untuk Pelestarian Ondel-ondel
Indonesia
Pemprov DKI Siapkan Tempat Layak untuk Pelestarian Ondel-ondel

Pemprov DKI Jakarta menyebut akan menyiapkan tempat yang layak untuk kesenian ondel-ondel agar tidak disalahgunakan untuk mengamen.

KRI Nanggala-402 Tenggelam, Kinerja Menhan Prabowo Layak Dievaluasi
Indonesia
KRI Nanggala-402 Tenggelam, Kinerja Menhan Prabowo Layak Dievaluasi

“Tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 adalah berita duka bagi bangsa Indonesia. Namun ini bertolak belakang dengan anggaran Kementerian Pertahanan yang terus naik," kata Arjuna kepada wartawan, Senin (26/4)

Stafsus Edhy Prabowo Akui Terima Titipan Uang dari Bos PT DPP Suharjito
Indonesia
Stafsus Edhy Prabowo Akui Terima Titipan Uang dari Bos PT DPP Suharjito

Safri mengaku Suharjito sempat memberikan 'titipan' berupa uang

Berencana Rombak Kabinet, Jokowi Tersandera Intervensi Parpol
Indonesia
Berencana Rombak Kabinet, Jokowi Tersandera Intervensi Parpol

Pangi menyebut, apabila intervensi parpol dalam penyusunan kabinet dan reshuffle cukup tinggi, akan mereduksi kekuasaan presiden (hak prerogatif).

Selama PPKM di Jakarta, Klaster Keluarga Meningkat 44 Persen
Indonesia
Selama PPKM di Jakarta, Klaster Keluarga Meningkat 44 Persen

Kenaikan kasus klaster keluarga terjadi pada periode 11 Januari sampai 17 Januari 2021.

BMKG Minta Masyarakat Papua Waspadai Gempa akibat Pergerakan Patahan
Indonesia
BMKG Minta Masyarakat Papua Waspadai Gempa akibat Pergerakan Patahan

BMKG meminta masyarakat mewaspadai pergerakan sembilan sesar atau patahan di wilayah Papua dan Papua Barat yang menyebabkan terjadinya gempa bumi.

PSI Gunakan Hak Interpelasi Anies Soal Banjir, Golkar: Hanya Cari Sensasi
Indonesia
PSI Gunakan Hak Interpelasi Anies Soal Banjir, Golkar: Hanya Cari Sensasi

Fraksi Golkar DPRD DKI mengaku heran dengan rencana fraksi PSI yang mau menggulirkan hak interpelasi tekait tak becusnya Gubernur Anies dalam penanganan banjir Jakarta.

Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One
Indonesia
Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One

Artinya sanksi penutupan bakal diberikan

Pandemi COVID-19, Kasus Narkoba di Jateng Naik hingga Rutan Over Kapasitas
Indonesia
Pandemi COVID-19, Kasus Narkoba di Jateng Naik hingga Rutan Over Kapasitas

Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah rumah tahanan (rutan) di Jawa Tengah mengalami over kapasitas.