Saksi Ungkap Bukti 'Persekongkolan' Brigjen Prasetijo dengan Djoko Tjandra Mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo. ANTARA/Rommy S

MerahPutih.com - Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan saksi ahli dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dalam sidang lanjutan perkara surat jalan palsu Djoko Soegiarto Tjandra, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (17/11).

Saksi AKP Adi Setya dalam persidangan menunjukkan bukti pengiriman gambar surat jalan palsu Djoko Tjandra. Gambar tersebut dikirim oleh terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo kepada seseorang bernama Dodi Jaya.

Dodi Jaya dalam dakwaan merupakan pihak yang diminta Brigjen Prasetijo untuk membuat surat jalan palsu Djoko Tjandra. Bukti tersebut ditemukan dalam ponsel genggam milik Brigjen Prasetijo.

Baca Juga

Masa Tahanan Diperpanjang, Brigjen Prasetijo dan Anita Kolopaking Makin Lama Dipenjara

"Kemudian dari handphone atas nama Prasetijo Utomo, yang mana ditemukan dalam handphone tersebut ada pengiriman konten gambar dari Prasetijo Utomo ke Dodi Jaya," ujar Adi.

Gambar tersebut berisi identitas Djoko Tjandra dengan nama Joko Soegiarto Tjandra dengan jabatan konsultan Biro Koorwas PPNS Bareskrim Polri. Kemudian, Adi menunjukan adanya pengiriman gambar terkait surat rekomendasi kesehatan dari ponsel milik Prasetijo.

"Kemudian ditemukan pengiriman gambar atas kontak Prasetjio Utomo dengan gambar sebagai berikut," kata Adi sambil menunjukkan gambar pada layar di ruang sidang.

Selain itu, Adi juga menemukan bukti terkait gambar surat penghapusan red notice di ponsel Brigjen Prasetijo. "Lalu ditemukan konten gambar surat penghapusan red notice. Ini kami temukan di handphone Prasetijo," kata Adi.

Brigjen Pol Prasetijo Utomo
Brigjen Pol Prasetijo Utomo

Jaksa kemudian bertanya, apakah gambar tersebut hanya disimpan di ponsel Brigjen Prasetijo atau diteruskan ke pihak lain.

"Konten ini ditransmisikan atau disimpan?" tanya jaksa.

"Dari barang bukti atas nama Prasetijo, tersimpan," kata Adi.

Brigjen Prasetijo didakwa membuat surat jalan palsu. Dalam membuat surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo mengesampingkan nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit.

Sejatinya, surat jalan ditandatangi oleh Komjen Listyo, namun atas perintah Brigjen Prasetijo, nama Komjen Listyo dicoret. Awalnya, Brigjen Prasetijo memerintahkan Dody Jaya selaku Kaur TU Ro Korwas PPNS Bareskrim Polri untuk membuat surat jalan Djoko Tjandra ke Pontianak, Kalimantan Barat dengan keperluan bisnis tambang.

Namun, di dalam surat jalan tersebut saksi Brigjen Prasetijo Utomo memerintahkan saksi Dody Jaya agar mencantumkan keperluan tersebut diganti menjadi monitoring pandemi di Pontianak dan wilayah sekitarnya.

Setelah surat jalan dibuat dan diterima oleh Brigjen Prasetijo, dia pun menyuruh Dody Jaya untuk merevisi surat jalan tersebut. Awalnya surat itu menggunakan kop surat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Badan Reserse Kriminal menjadi Badan Reserse Kriminal Polri Biro Korwas PPNS.

Baca Juga

Brigjen Prasetijo Coret Nama Petinggi Polri Demi Muluskan Surat Jalan Djoko Tjandra

"Untuk pejabat yang menandatangani sebelumnya tertulis Kepala Badan Reserse Kriminal Polri dicoret dan diganti menjadi Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS termasuk nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dicoret dan diganti menjadi nama saksi Brigjen Prasetijo Utomo dan pada bagian tembusan dicoret atau tidak perlu dicantumkan tembusan," kata jaksa. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dalam Kurun Waktu Sebulan, 11 Pasien Positif COVID-19 di Jabar Sembuh
Indonesia
Dalam Kurun Waktu Sebulan, 11 Pasien Positif COVID-19 di Jabar Sembuh

Angka yang sembuh di Jabar 11 orang atau mencapai 10,6 persen dari angka nasional.

Sikap Pribadi Wapres Ma'ruf Tolak Pemulangan 600 WNI Eks ISIS
Indonesia
Sikap Pribadi Wapres Ma'ruf Tolak Pemulangan 600 WNI Eks ISIS

Wapres Maruf membandingkan rencana pemulangan WNI eks ISIS dengan WNI di Wuhan

KPK Didesak Pantau Anggaran COVID-19 di Daerah Rawan Penyelewengan Bansos
Indonesia
KPK Didesak Pantau Anggaran COVID-19 di Daerah Rawan Penyelewengan Bansos

Pemda dan Satgas Penanganan COVID-19 diharap memperhatikan masukan dari KPK

 Cegah Jatuh Korban, PLN Matikan Listrik di Sejumlah Jakarta yang Terdampak Banjir
Indonesia
Cegah Jatuh Korban, PLN Matikan Listrik di Sejumlah Jakarta yang Terdampak Banjir

Pelaksana Harian General Affairs Manager Komunikasi PLN UID (Unit Induk Distribusi) Jakarta Raya Dita Artsana mengatakan sebanyak 303 gardu listrik masih dipadamkan sedangkan lima gardu sudah mulai beroperasi.

Erick, Sandiaga, dan Luthfi: Tiga Sahabat yang Dipersatukan Jokowi di Kabinet
Indonesia
Erick, Sandiaga, dan Luthfi: Tiga Sahabat yang Dipersatukan Jokowi di Kabinet

Jokowi mempersatukan tiga sahabat yakni Erick Thohir, Sandiaga Uno serta Muhammad Luthfi sebagai menteri atau pembantunya dalam menjalani roda pemerintahan.

Politikus PDIP Minta Jokowi Pecat Sri Mulyani
Indonesia
Politikus PDIP Minta Jokowi Pecat Sri Mulyani

Effendi menyoroti beberapa menteri yang dianggap tidak bekerja maksimal selama 100 hari kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin.

Vaksinasi COVID-19 Bakal Bikin Orang Berani Belanja
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Bakal Bikin Orang Berani Belanja

Pemerintah telah melakukan persiapan vaksinasi COVID-19 dengan melakukan simulasi vaksinasi di Puskesmas yang ditinju langsung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jawa Barat.

Warga Terinfeksi COVID-19 di Papua Capai 11.232 Orang
Indonesia
Warga Terinfeksi COVID-19 di Papua Capai 11.232 Orang

Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Papua menyatakan secara kumulatif jumlah warga yang positif terkena virus corona baru tercatat 11.232 orang.

Menhub Sidak Penerapan Protokol Kesehatan Jelang Libur Nataru di Stasiun Gambir
Indonesia
Menhub Sidak Penerapan Protokol Kesehatan Jelang Libur Nataru di Stasiun Gambir

Budi Karya langsung mengecek tempat pemeriksaan surat hasil tes rapid atau PCR