Saksi Sebut Taufik Hidayat Jadi Perantara Kasus Suap Dana Hibah KONI Taufik Hidayat usai menjalani pemeriksaan di KPK, Kamis (1/8) (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Legenda bulu tangkis Taufik Hidayat kembali disebut dalam persidangan kasus dugaan suap dana hibah KONI dan Kemenpora. Saat itu, Taufik menjabat sebagai Wakil Ketua Satlak Prima periode 2015-2017.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar mantan PPK Satlak Prima, Edward Taufan alias Ucok yang dihadirkan sebagai saksi. Ketika ditanya, Ucok mengatakan uang diberikan yang diberikan ke Taufik, ditujukan untuk Menpora Imam Nahrawi.

Baca Juga

Begini Kata Taufik Hidayat Usai Diperiksa KPK

"Apakah saudara katakan harus tunduk arahan, selaku direktur prencanaam dan anggaran. Apa pernah ada arahan dari Tomi untuk tambahan dana operasional keperluan Imam melalui terdakwa?," tanya jaksa ke Ucok dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Mifhtahul Ulum di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/3

Taufik Hidayat diperiksa KPK terkait suap Kemenpora
Taufik Hidayat diperiksa KPK terkait posisinya sebagai staf khusus Menpora Imam Nahrawi (MP/Ponco Sulaksono)

Ucok pun mengiyakan pertanyaan Jaksa dan menyebut perintah penyerahan uang datang langsung dari Tommy Suhartono selaku Direktur Perencanaan dan Program Anggaran Satlak Prima.

"Intinya saudara Tomi itu sampaikan ada keperluan dari pak menteri. Tolong disampaikan melalui pak Taufik Hidayat. Seperti itu pak," jawab Ucok.

Setelah mendapat perintah, Ucok pun mengkonfirmasi kepada salah satu staf menpora Zainul. Usai disetujui, Ucok minta tolong bantuan Ahsan Firdaus mencairkan dan mengantarkan uang dari anggaran akomodasi.

"Kan saya kasih ke Aslan, diantar ke Reiki. Reiki cerita, bahwa sudah berikan Rp 1 miliar itu di rumahnya pak Taufik di daerah Kebayoran," ungkapnya.

"Lalu pak Taufik hidayat bilang barangnya sudah diambil mas Ulum," sambung Ucok.

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya juga dijerat gratifikasi. Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp 26,5 miliar.

Baca Juga

Taufik Hidayat Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Kemenpora?

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menduga uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menteri PUPR Tinjau Pembangunan RS Darurat COVID-19 di Yogyakarta
Indonesia
Menteri PUPR Tinjau Pembangunan RS Darurat COVID-19 di Yogyakarta

Yogyakarta adalah daerah ketiga yang dibangun rumah sakit darurat corona setelah Lamongan dan Kepulauan Riau.

Begini Cara DKI Tumbuhkan Kembali Ekonomi di Tengah Pandemi
Indonesia
Begini Cara DKI Tumbuhkan Kembali Ekonomi di Tengah Pandemi

Ekonomi di Jakarta hingga kini masih melemah akibat pandemi virus corona.

Kejagung Ingin Ada Harmonisasi Dalam RUU Perampasan Aset
Indonesia
Kejagung Ingin Ada Harmonisasi Dalam RUU Perampasan Aset

Dalam beberapa produk hukum tidak terjadi harmonisasi. Contohnya, pada definisi keuangan negara yang dalam beberapa undang-undang diartikan berbeda.

WFH ASN Diperpanjang Sampai 4 Juni
Indonesia
WFH ASN Diperpanjang Sampai 4 Juni

Adanya tatanan kehidupan baru ini, pemerintah akan tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Sepakat PSBB Total, Ketua DPRD DKI Desak Anies Tindak Tegas Pelanggar Aturan
Indonesia
Sepakat PSBB Total, Ketua DPRD DKI Desak Anies Tindak Tegas Pelanggar Aturan

"Melihat kondisi terkini soal perkembangan penyebaran virus corona, memang sudah seharusnya dikembalikan seperti semula. Semua aturannya harus dikembalikan," ujar Prasetyo

Serapan Anggaran Penanganan Corona Minim, Begini Tanggapan Ketua MPR
Indonesia
Serapan Anggaran Penanganan Corona Minim, Begini Tanggapan Ketua MPR

Bamsoet mendesak pemerintah segera membelanjakan anggaran penanganan COVID-19 yang sudah disetujui tersebut.

Sebelum Ditembak, Terduga Teroris Sempat Mondar-mandir di Halaman Mabes Polri
Indonesia
Sebelum Ditembak, Terduga Teroris Sempat Mondar-mandir di Halaman Mabes Polri

Terduga teroris tewas ditembak saat masuk ke gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Jokowi Perlebar Defisit Anggaran Jadi 5,2 Persen di 2021
Indonesia
Jokowi Perlebar Defisit Anggaran Jadi 5,2 Persen di 2021

Belanja pada 2021, fokus untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

Banyak Balita Terinfeksi Corona Karena Orang Dewasa
Indonesia
Banyak Balita Terinfeksi Corona Karena Orang Dewasa

OTG yang tidak sedikit harus dibarengi dengan edukasi yang benar seputar virus corona

 Din Syamsuddin: Kebijakan Menaikkan Iuran BPJS Bentuk Kezaliman
Indonesia
Din Syamsuddin: Kebijakan Menaikkan Iuran BPJS Bentuk Kezaliman

"Bahwa pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan merupakan kebijakan yang tidak bijak. Keputusan itu merupakan bentuk kezaliman yang nyata," kata Din