Saksi Sebut Aspri Menpora Imam Nahrawi Sering 'Palak' Sekjen KONI Asisten pribadi Menpora, Miftahul Ulum. (Foto: Instagram/@ulum_donjuan)

MerahPutih.com - Staf Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Eko Triyanto menyebut Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi, Miftahul Ulum sering 'memalak' Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy.

Hal ini disampaikan Eko saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan dana hibah dari Kemenpora kepada KONI dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johny E Awuy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/4).

Eko Triyanto (rompi jingga) yang merupakan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (15/4/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Eko Triyanto (rompi jingga) yang merupakan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (15/4/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Eko yang juga tersangka dalam perkara ini mengaku memiliki hubungan dekat dengan Hamidy. Menurut Eko, Hamidy kerap mengeluh karena sering diminta uang oleh pihak Kemenpora. Permintaan itu umumnya datang setiap pencairan dana hibah dari Kemenpora.

"Kan beliau sama saya setiap hari. Sering juga mengeluh. 'Wah dipotong lagi kok gede banget,' tapi secara bukti fisik saya tidak mengetahui," kata Eko kepada jaksa.

Merespon pengakuan Eko, Jaksa kemudian menanyakan, siapa yang meminta uang tersebut. Eko menjawab, yang meminta adalah staf pribadi Menpora Imam Nahrowi, Miftahul Ulum.

"Kalau bapak yang bilang sih, si Ulum yang minta," kata Eko

"Potongan-potongan ini untuk Ulum sendiri atau untuk yang lain?" tanya jaksa.

"Kalau itu enggak tau saya," ucap Eko.

Dalam dakwaam disebutkan, Ulum disebut memberikan arahan kepada pejabat KONI untuk memberi suap kepada pejabat Kemenpora demi lancarnya anggaran hibah. Duit suap itu diberikan agar jajaran Kemenpora membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, namun rupanya itu melibatkan Miftahul.

Dalam perkara ini Ending selaku Sekretaris Jenderal KONI dan Bendahara Umum KONI Johny E. Awuy didakwa menyuap tiga pejabat di Kemenpora untuk memuluskan pencairan dana hibah untuk KONI. Ketiga pejabat itu, yakni Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen di Kedeputian IV Kemenpora Adhi Purnomo, dan Staf Deputi IV Eko Triyanta.

KPK menyatakan Mulyana menerima satu mobil Toyota Fortuner, uang Rp 400 juta dan satu ponsel Samsung Galaxy Note 9. Sedangkan Adhi dan Eko menerima duit sejumlah Rp 215 juta.

Menpora Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum (Facebook)
Menpora Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum (Facebook)

KPK juga menyatakan Ulum adalah pihak yang menentukan bahwa besaran komitmen fee sebesar 15 sampai 19 persen dari total dana hibah untuk KONI.

Dalam dua kali usulan dana hibah dari KONI, koordinasi dengan Ulum dilakukan pihak KONI setelah proposal pengajuan dana hibah disetujui. Menurut KPK, atas arahan Ulum pula, Ending membuat daftar siapa saja pihak Kemenpora yang akan mendapatkan duit. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH