Saksi Rahmat Benarkan Ponselnya Diminta Pinangki agar Tak Disita Kejagung Jaksa Pinangki Sirna Malasari (kiri) dengan kuasa hukumnya saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/1/2021). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

MerahPutih.com - Pengusaha Rahmat mengakui ponselnya diminta oleh Pinangki Sirna Malasari agar tak disita tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Rahmat merupakan sosok yang mengenalkan Pinangki dengan Djoko Tjandra.

Hal tersebut diakui Rahmat saat dihadirkan sebagai saksi dalam perkara suap dan pemufakatan jahat pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dengan terdakwa Djoko Tjandra.

Awalnya, jaksa bertanya kepada Rahmat apakah ponselnya pernah diminta oleh Pinangki. Rahmat mengaku pernah.

Baca Juga:

Andi Irfan Sebut Pinangki Pernah Curhat Soal Rumah Tangga ke Djoko Tjandra

"Tanggal 10 Agustus 2019 (ponsel Rahmat diminta oleh Pinangki)," kata Rahmat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (7/1).

Rahmat mengaku, hingga kini, dirinya belum menerima kembali ponsel tersebut. "Belum dikembalikan ke saya," imbuhnya.

Jaksa Pinangki Sirna Malasari menghadiri sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (23/9) (Desca Lidya Natalia)
Jaksa Pinangki Sirna Malasari menghadiri sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (23/9) (Desca Lidya Natalia)

Jaksa kemudian mencecar alasan Pinangki meminta ponsel Rahmat. Menurut Rahmat, Pinangki meminta ponselnya agar tak dijadikan barang bukti oleh tim penyidik Kejagung.

"Kata Pinangki, daripada HP kamu disita Kejaksaan, sudah (dipegang) sama saya saja," kata Rahmat mengulang permintaan Pinangki.

Rahmat mengatakan, tim penyidik Kejagung juga sudah menyita alat komunikasi dirinya. Namun yang disita bukan ponsel yang diminta oleh Pinangki.

"Beda (ponsel yang disita)," ujar Rahmat.

Baca Juga:

Bantu Jaksa Pinangki, Andi Irfan Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Dalam perkara ini, Djoko Tjandra didakwa menyuap Pinangki senilai USD500 ribu. Suap diberikan agar Pinangki mengupayakan agar Djoko Tjandra tak dieksekusi terkait kasus korupsi Bank Bali melalui fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Selain itu, Djoko Tjandra juga didakwa melakukan pemufakatan jahat bersama Pinangki dan Andi Irfan Jaya. Djoko Tjandra melakukan pemufakatan jahat karena menjanjikan uang USD10 juta kepada pejabat MA dan Kejagung berkaitan dengan fatwa MA tersebut. (Pon)

Baca Juga:

Pinangki Bayar Sewa Apartemen Dharmawangsa Pakai Mata Uang Asing

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Minta Pemerintah Gandakan Aparat Buat Atasi Teror
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gandakan Aparat Buat Atasi Teror

Tindakan aksi teror merupakan perbuatan terkutuk oleh pemeluk agama dan kepercayaan apapun.

Pengerjaan Underpass Senen Sudah 88 Persen, Tahun Depan Warga Bisa Pakai
Indonesia
Pengerjaan Underpass Senen Sudah 88 Persen, Tahun Depan Warga Bisa Pakai

Pengerjaan proyek Underpass Senen Extension Kecamatan Senen, Jakarta Pusat kini sudah 88 persen.

MAKI Curiga Ada Kompromi di Balik Penundaan Sidang Etik Firli Bahuri
Indonesia
MAKI Curiga Ada Kompromi di Balik Penundaan Sidang Etik Firli Bahuri

Sidang ditunda hingga Rabu (23/9) karena Dewan Pengawas (Dewas) KPK harus mengikuti swab test.

BMKG Prediksi Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Indonesia
BMKG Prediksi Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

BMKG juga memprediksi langit cerah berawan akan bertahan Selasa (4/5) dini hari hingga pagi hari

Waketum PKB Sebut Kader dan Kiai NU Minta Cak Imin Maju di Pilpres 2024
Indonesia
Waketum PKB Sebut Kader dan Kiai NU Minta Cak Imin Maju di Pilpres 2024

"Banyak desakan kepada Ketua Umum PKB Gus AMI, dan desakan itu karena beliau dianggap satu-satunya representasi tokoh dari NU," ucap Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid

Jumlah Personel Pengamanan Sidang Rizieq Tergantung Tingkat Potensi Ancaman dan Kerawanan
Indonesia
Jumlah Personel Pengamanan Sidang Rizieq Tergantung Tingkat Potensi Ancaman dan Kerawanan

Sidang perkara kekarantinaan kesehatan bakal degelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur

APBD Solo Cekak karena COVID-19, Bukti Perencanaan Keuangan yang Buruk
Indonesia
APBD Solo Cekak karena COVID-19, Bukti Perencanaan Keuangan yang Buruk

"Mereka gak menganggarkan untuk penyakit. Tak ada prioritas untuk pandemi. Adanya anggaran tak terduga untuk pembayaran honorer dan lainnya," kata Trubus

Potensi Objek Terbawa Arus, Area Pencarian Sriwijaya Air Diperluas
Indonesia
Potensi Objek Terbawa Arus, Area Pencarian Sriwijaya Air Diperluas

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Kejaksaan Sita Rolls Royce Phantom Coupe Diduga Hasil Korupsi Duit Asabri
Indonesia
Kejaksaan Sita Rolls Royce Phantom Coupe Diduga Hasil Korupsi Duit Asabri

sejauh ini Jampidsus Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri

Dampak PPKM, Kasus Aktif Turun jadi 15 Persen
Indonesia
Dampak PPKM, Kasus Aktif Turun jadi 15 Persen

Cara terbaik memastikannya, dengan pembatasan mobilitas dan penegakan kedisiplinan protokol kesehatan yang tegas