Saksi Prabowo Sebut Ada Temuan KTP Palsu dan 1 Juta Data Invalid Sidang PHPU mendengarkan saksi-saksi di MK. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

MerahPutih.com - Saksi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agus Maksum menyebut adanya temuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu. Selain itu, ia juga menemukan 1 juta data, namun kemudian berubah menjadi 239 ribu invalid.

"Temuan KTP palsu, KTP berkode 60, kabupatennya palsu, kecamatannya palsu. Itu lebih dari satu juta. Itu juga kami minta dibetulkan. Kami sudah melakukan pengecekan, apakah memang benar kode 60 10 20 30," kata Agus Maksum di ruang sidang MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (19/6)

Dua saksi ahli dari pihak pemohon diambil sumpahnya saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli dan saksi Kahli dari pihak pemohon. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pd/pri
Dua saksi ahli dari pihak pemohon diambil sumpahnya saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli dan saksi Kahli dari pihak pemohon. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pd/pri

Agus juga mengatakan pihaknya sudah mengecek ke Dukcapil soal temuan KTP invalid ini. Menurut dia, pihak Dukcapil memastikan kode 10 20 30 ataupun 60 adalah invalid. Kemudian dia memberi angka ke Hakim Aswanto.

BACA JUGA: Ini Sederet Nama Beken yang Jadi Saksi Prabowo-Sandi

"Jumlahnya 239 ribu," ujar Agus.

"Mekanisme apa yang saudara gunakan untuk menentukan jumlah KTP invalid yang masuk DPT HP2?" tanya Hakim Aswanto.

Ia menggunakan metode tersebut memakai program excel.

"Kami menganalisa menggunakan Excel, itu yang kami tampilkan 60 30 itu kan berasal dari DPT HP 2," jawab Agus

Agus menyampaikan dirinya memiliki data 1 juta KTP palsu sehingga merugikan Prabowo-Sandiaga. Agus menjawab tidak sampai mengecek ke alamat rumah yang ada di KTP yang dinilainya palsu itu.

"Saya menelusurinya DPT HB2. Saya yakin tidak ada, tidak mengecek ke lapangan, tapi ke Dukpacil," jawab Agus.

Aswanto kemudian tidak percaya begitu saja. Ia kembali mencecarnya.

"Ada, sampel bahwa warga ber-KTP palsu masuk DPT?" cecar Aswanto.

"Ada, dalam DPT HB2. Rinciannya total 1 juta," jawab Agus.

"Bagaimana tahu (palsu) kalau Anda tidak merekap? Dan cara apa yang digunakan untuk mengetahui jumlah sementara tidak rekap?" cecar Aswanto.

"Kami membuat kriteria-kriteria, invalid atau tidak," jawab Agus.

Sejumlah saksi dan ahli dari pihak pemohon kembali ke tempatnya usai diambil sumpahnya saat sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi fakta dan saksi ahli dari pihak pemohon. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Sejumlah saksi dan ahli dari pihak pemohon kembali ke tempatnya usai diambil sumpahnya saat sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi fakta dan saksi ahli dari pihak pemohon. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

"Apakah KTP yang invalid itu Saudara ketahui bahwa memang masuk DPT HB?" Aswanto menegaskan.

BACA JUGA: Kubu Prabowo Tarik Sejumlah Alat Bukti, Ada Apa?

"Iya," jawab Agus.

"Berapa banyak?" tanya Aswanto.

"Yang khusus DPT HB 17,5 juta, sekitar 209 ribu. Total lebih dari 1 juta," jawab Agus. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH