Saksi Kunci Dugaan Penghinaan Said Didu Terhadap Luhut Mendadak Mangkir Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Perekam video yang membuat mantan Sekjen Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Said Didu berurusan dengan polisi, yakni Hersubeno Arief atau HA tidak memenuhi panggilan pertama yang dilayangkan polisi.

"Terkait pemanggilan HA selaku pewawancara dalam kasus SD (Said Didu), bahwa HA tidak memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri," ucap Kabagpenum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Jakarta, Selasa (26/5).

Baca Juga:

Warga Pendatang yang Tak Miliki Keterampilan Khusus Diminta Tak Kembali ke Jakarta

Sedianya yang bersangkutan diperiksa dalam kasus Said Didu sebagai saksi pada 19 Mei 2020 lalu.

Said Didu dilaporkan Menteri Maritim Luhut Panjaitan ke polisi
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. (ANTARA)

Tapi, situasi pandemi virus corona atau covid-19 yang masih berlangsung di Tanah Air jadi alasan HA tidak memenuhi pemanggilan tersebut.

"(Dipanggil) Sebagai saksi pada hari Selasa, 19 Mei 2020," ucap dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, tim kuasa hukum HA telah mengkonfirmasi ke penyidik soal ketidakhadiran HA dalam pemanggilan pertama itu.

Penyidik kini akan mengatur kembali pemanggilan terhadap HA.

"Melalui kuasa hukumnya HA nggak hadir dengan alasan situasi pandemi Covid-19," katanya.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan melaporkan Said Didu ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. Sebab, Said Didu menyebut Luhut hanya memikirkan uang.

Baca Juga:

Sabu-sabu 1 Ton Siap Edar Saat Pandemi Covid-19, Ketua MPR: Bandar Pesta Pora

Hal itu diunggah ke akun Youtube MSD, yang berdurasi 22:45 menit dengan judul ‘MSD: Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang’.

Kuasa Hukum Luhut, Riska mengatakan Said Didu disangkakan Pasal 45 Ayat (3) jo Pasal 27 Ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 Ayat (1), (2) dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.(Knu)

Baca Juga:

Selama Lebaran, Arus Pergerakan Warga di Jabodetabek Dinilai Terkendali

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: WHO Sebut Virus Corona Ditularkan Lewat Udara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: WHO Sebut Virus Corona Ditularkan Lewat Udara

Di ruangan tertutup, lebih lama lagi dia bertahan dan lebih cepat medarat ditubuh orang yang belum kena karena udara yang berputar disitu-situ saja.

Demi Keamanan, PLN Padamkan Sejumlah Listrik saat Banjir
Indonesia
Demi Keamanan, PLN Padamkan Sejumlah Listrik saat Banjir

PLN melakukan pemadaman untuk beberapa wilayah Jakarta yang terdampak banjir.

[HOAKS atau FAKTA]: Warga Tak Pakai Masker, Anak Buah Anies Kenakan Denda Rp25 Ribu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Warga Tak Pakai Masker, Anak Buah Anies Kenakan Denda Rp25 Ribu

Proses tilang berdenda dan kwitansi akan menggunakan e-tilang aplikasi PIKOBAR dengan dana denda akan masuk ke Kas Daerah sesuai peraturan.

Masyarakat Keluhkan Masker Hingga Hand Sinitizer yang Langka
Indonesia
Masyarakat Keluhkan Masker Hingga Hand Sinitizer yang Langka

YLKI juga menerima aduan di bidang lainnya

Harga Elpiji 3 Kg Naik, Fadli Zon Nilai Pemerintah Kurang Cerdas
Indonesia
Harga Elpiji 3 Kg Naik, Fadli Zon Nilai Pemerintah Kurang Cerdas

Kenaikan diperkirakan menjadi Rp 35.250/tabung naik di pertengahan tahun .

Pasar Baru Dibuka, Pengunjung Bersuhu di Atas 37 Derajat Dilarang Masuk
Indonesia
Pasar Baru Dibuka, Pengunjung Bersuhu di Atas 37 Derajat Dilarang Masuk

Personel TNI dan Polri duturunkan langsung untuk mengawasi kedisiplinan warga di sana.

  Pilkada Serentak Ditunda Desember, Purnomo Siapkan Surat Pengunduran Diri
Indonesia
Pilkada Serentak Ditunda Desember, Purnomo Siapkan Surat Pengunduran Diri

"Saya tetap pada keputusannya mundur dari pertarungan jika KPU tetap menggelar Pilkada serentak tanggal 9 Desember mendatang," ujar Purnomo di Solo, Rabu (6/5).

Bakal Pulangkan Kombatan ISIS, Menag Dianggap Bermain Api
Indonesia
Bakal Pulangkan Kombatan ISIS, Menag Dianggap Bermain Api

Ada ancaman keamanan nasional (kamnas) ketika wacana itu justru disampaikan secara serampangan tanpa ada perencanaan yang matang.

COVID-19 AS Lewati Angka 11 Juta Kasus
Dunia
COVID-19 AS Lewati Angka 11 Juta Kasus

Jumlah kasus virus corona di Amerika Serikat melewati 11 juta pada hari Minggu (15/11).

Begini Progres Pembangunan 5 Kawasan Wisata Prioritas Nasional
Indonesia
Begini Progres Pembangunan 5 Kawasan Wisata Prioritas Nasional

Adapun serapan anggaran mencapai Rp2,64 triliun dari total anggaran Rp3,81 triliun atau sebesar 69,36 persen.