Saksi Beberkan Skema Penyerahan Uang dari Djoko Tjandra ke Tommy Sumardi Djoko Tjandra (tengah) di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

MerahPutih.com - Dua pegawai Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra di Mulia Group, Nurmawan Fransisca dan Nurdin membenarkan ada penyerahan uang atas perintah bosnya, yang merupakan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali kepada Tommy Sumardi.

Hal itu disampaikan keduanya saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (10/11).

"Bapak telepon saya, katanya 'Kamu siapkan uang 100.000 dolar AS untuk diserahkan kepada Pak Tommy'," kata Nurmala.

Baca Juga:

Djoko Tjandra Bantah Pernah Beri Uang ke Pinangki

Uang disebut diberikan secara bertahap mulai 27 April 2020 melalui Nurdin. Di hadapan hakim, Nurmala juga mengatakan proses penyerahan uang juga disertai kuitansi tanda terima yang ditandatangi Tommy.

"Ditandatangani Pak Tommy," ungkapnya.

Nurmala juga diminta untuk menyerahkan uang SGD200 ribu pada 28 April 2020. Ia mengaku mendapat perintah dari Djoko Tjandra untuk menuju Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, guna melakukan penyerahan uang.

Sesampainya di Hotel Mulia, Nurmala bertemu orang di lobi dan menerima uang tersebut. Setelahnya, Djoko Tjandra kembali meneleponnya dan meminta dirinya menyerahkan uang itu ke Tommy Sumardi.

"Saya telepon Pak Djoko lagi menginfokan uang sudah diterima. Pak Djoko sampaikan 'Sis kamu tunggu saja dulu di sana. Kamu makan dulu, istirahat. Nanti siang uang itu kamu serahkan kepada Pak Tommy'," bebernya.

Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra menjadi saksi untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11). (Antara/Desca Lidya Natalia)
Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra menjadi saksi untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11). (Antara/Desca Lidya Natalia)

Penyerahan uang dari Nurmala ke Tommy lantas dilakukan. Penyerahan itu juga disertai tanda terima atas inisiatif pribadinya. Pemberian selanjutnya pada tanggal 4 Mei 2020 sebesar USD150.000 juga disertai dengan tanda bukti.

"Pada tanggal 12 Mei 2020 untuk penyerahan 100.000 dolar AS, prosedurnya kurang lebih sama, Pak Djoko telepon saya dan menginstruksikan dana dan disampaikan kepada Nurdin agar uang ditujukan untuk Pak Tommy dan Pak Djoko telepon Nurdin," ungkapnya.

Meski begitu, Nurnala mengaku tidak mengetahui apa tujuan pemberian uang itu. Uang terakhir yang diberikan kepada Tommy adalah pada tanggal 22 Mei sebesar USD50.000. Seluruh penyerahan uang, kecuali pada 28 April 2020, itu diserahkan melalui Nurdin.

Nurdin yang juga dihadirkan sebagai saksi mengaku pernah menyerahkan dokumen kepada Tommy selain uang.

"Ada dokumen yang diserahkan tetapi saya tidak tahu isinya. Setelah (Tommy) tanda tangan, saya infokan kepada Pak Djoko bahwa barang sudah diterima terus Pak Djoko oke, saya balik ke kantor, tanda terima saya serahkan kepada Bu Siska," ungkap Nurdin.

Baca Juga:

Saksi Ungkap Tommy Sumardi Terima Uang 6 Kali dari Djoko Tjandra, Total Rp8,5 M

Tommy Sumardi pun membenarkan kesaksian keduanya. Ia menyatakan, uang yang diterimanya secara kumulatif sekitar Rp8,5 miliar setidaknya hingga 4 Mei 2020.

"Saya lupa jumlahnya berapa tetapi kumulatif semuanya Rp8,5 miliar total sampai 4 Mei 2020," kata Tommy.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Pengusaha Tommy Sumardi menjadi perantara suap terhadap kepada Irjen Napoleon Bonaparte sebesar USD200 ribu dan USD270 ribu, serta kepada Brigjen Prasetijo Utomo senilai USD150 ribu.

Tommy Sumardi menjadi perantara suap dari terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. Suap itu ditujukan agar nama Djoko Tjandra dihapus dalam red notice atau Daftar Pencarian Orang Interpol Polri. (Pon)

Baca Juga:

Sidang Pinangki, Djoko Tjandra Tutup Rapat Sosok Petinggi Kejagung dan MA

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Massa 1812 Ada yang Bawa Samurai dan Lukai Petugas
Indonesia
Massa 1812 Ada yang Bawa Samurai dan Lukai Petugas

Apa bisa kena UU Rl 6 dan UU No 4 atau KUHP

UU Ciptaker Tuai Polemik, Pemerintah, DPR dan Buruh Diminta Bermusyawarah
Indonesia
UU Ciptaker Tuai Polemik, Pemerintah, DPR dan Buruh Diminta Bermusyawarah

"Maka kata kuncinya adalah musyawarah untuk mencapai mufakat. Mencari jalan tengah untuk mencapai kompromi," terang Karyono

Pemprov DKI Salurkan Beras 25 Kg Bagi 899 Umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Salurkan Beras 25 Kg Bagi 899 Umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta

Bangsa Indonesia sudah berulang kali diuji dengan krisis ekonomi dan mampu bangkit melewati masa penuh tantangan tersebut

Gaji dan Tunjangan Politisi DKI Naik Jadi Rp173 juta, Ini Alasan Fraksi Golkar
Indonesia
Gaji dan Tunjangan Politisi DKI Naik Jadi Rp173 juta, Ini Alasan Fraksi Golkar

Gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta mengalami peningkatan dari Rp129 juta menjadi Rp173.249.250 per bulan.

Bentuk Dukungan Kemanusiaan dan Sinergi BUMN, PT Taspen Beri Ribuan APD ke Pertamedika
Indonesia
Bentuk Dukungan Kemanusiaan dan Sinergi BUMN, PT Taspen Beri Ribuan APD ke Pertamedika

Taspen selalu aktif dalam melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan di seluruh Indonesia

Malaysia Tarik Biaya Karantina Warga Asing Rp16 juta
Dunia
Malaysia Tarik Biaya Karantina Warga Asing Rp16 juta

Malaysia mulai menerapkan biaya karantina tersebut terhitung Kamis (24/9) sebesar RM4700 atau sekitar Rp16 juta.

Pimpinan DPR Tegaskan Perlunya Revisi PKPU untuk Dorong Cakada Jadi Influencer
Indonesia
Pimpinan DPR Tegaskan Perlunya Revisi PKPU untuk Dorong Cakada Jadi Influencer

Cakada harus menjadi garda depan dalam mempromosikan akan kenormalan baru

Anak Rizieq Nikah Malam Ini, Polisi Minta Warga Hindari Jalan Petamburan
Indonesia
Anak Rizieq Nikah Malam Ini, Polisi Minta Warga Hindari Jalan Petamburan

Arus lalin yang dari Slipi diluruskan ke Pejompongan

Hingga Kemarin, BNPB Catat 455 Bencana Terjadi di Seluruh Indonesia
Indonesia
Hingga Kemarin, BNPB Catat 455 Bencana Terjadi di Seluruh Indonesia

Bencana hidrometeorologi yang paling banyak terjadi adalah banjir, yakni sebanyak 171 kejadian.

Pandemi Corona, Ribuan Tenaga Kerja di Solo Terpaksa Dirumahkan
Indonesia
Pandemi Corona, Ribuan Tenaga Kerja di Solo Terpaksa Dirumahkan

Angka tenaga kerja yang terdampak akan terus bertambah mengingat pandemi masih berlangsung.