Saksi Akui Pembayaran Paket Bansos Tertahan Jika Tidak Membayar Fee 12 Persen Bekas Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, tiba untuk diperiksa, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Indrianto E Suwarso

MerahPutih.com - Manager PT Pesona Berkah Gemilang, Muhammad Abdurrahman mengakui pernah menemui mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Pertemuan itu untuk membahas terkait tagihan PT Tiga Pilar Agro Utama.

Karena PT Pesona Berkah Gemilang merupakan perusahaan yang menyediakan isi paket bantuan sosial (bansos) dari PT Tiga Pilar Agro Utama.

Baca Juga

KPK Dalami Aliran Uang dari Tersangka Kasus Bansos ke Sejumlah Pihak

"Saya sampai di Cawang itu awalnya saya nggak boleh masuk atas nama PT Pesona. Jadi (kemudian) saya bilang Tiga Pilar, asisten Pak Joko (antarkan) sampai ke atas, ketemu Pak Joko," kata Abdurrahman saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Abdurrahman mengakui, membicarakan soal tagihan PT Tiga Pilar Agro Utama. Karena selama kurang lebih satu bulan lamanya, tagihan dari PT Tiga Pilar Agro Utama belum dibayarkan.

"Pak, saya mau tanya mengenai tagihan kenapa ko belum keluar, katanya cuma sebentar cuma 14 hari kerja. Tapi sudah lama sekali sudah satu bulan lebih kita belum dibayar Tiga Pilar ini," ujar Abdurrahman saat melakukan perbincangan dengan Joko.

Mensos Juliari P. Batubara pakai baju tahanan KPK. (Foto: Antara).
Mensos Juliari P. Batubara pakai baju tahanan KPK. (Foto: Antara).

Abdurrahman menyampaikan, Matheus Joko Santoso saat itu menyampaikan, PT Tiga Pilar Agro Utama harus menyelesaikan terlebih dahulu permintaannya. "Belum, harus selesai dulu, itu bahasanya," ucap Abdurrahman.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pesona Berkah Gemilang Sonawangsih mengaku, mendapat informasi dari Abdurrahman kalau Matheus Joko Santoso belum menerima fee sebesar 12 persen.

Permintaan itu disampaikan, saat Abdurrahman bertemu dengan Matheus Joko Santoso di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

"Jadi saat itu Pak Abdurrahman telah menghadap Joko dan Pak Ian, jadi dia menghadap ke kantor saya. 'Bu yang dibilang Pak Ian, kata Pak Joko yang fee 12 persen belum terima sama sekali," beber Sona.

Sona menyampaikan, selama fee sebesar 12 persen itu tidak diterima oleh Joko. Maka tidak pembayaran paket pengadaan bansos akan tersendat.

"Selama uang itu tidak diterima pak Joko maka Tiga Pilar tidak dicairkan," ungkap Sona.

Sona menegaskan, dirinya tidak memerintahkan Abdurrahman meminta uang atau memberikan uang kepada Matheus Joko Santoso. Hanya menanyakan soal anggaran pengadaan paket bansos PT Tiga Pilar Utama yang belum dicairkan.

"Saya tidak menyuruh meminta uang atau mengantarkan uang," tandas Sona. (Pon)

Baca Juga

Matheus Joko Santoso Diduga Berbohong Soal Pungutan Fee Bansos COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gandeng Universitas NU, Anies Bakal Buat Musala di Halte dan Stasiun
Indonesia
Gandeng Universitas NU, Anies Bakal Buat Musala di Halte dan Stasiun

Anies Baswedan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jogjakarta di kantor PBNU.

Periksa Broker Bansos, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pejabat Kemensos
Indonesia
Periksa Broker Bansos, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pejabat Kemensos

Aliran dana ini diduga untuk memuluskan agar PT Tigapilar Agro Utama

Bank Muamalat Masih Berjuang Kuatkan Modal Usaha
Indonesia
Bank Muamalat Masih Berjuang Kuatkan Modal Usaha

Adapun bank syariah pertama di Tanah Air ini tercatat telah lama tersandung masalah kekurangan modal ditambah pemegang saham lama enggan menyuntikkan dana segar.

KPK Tangani Lebih dari 10 Kasus Korupsi di Aceh
Indonesia
KPK Tangani Lebih dari 10 Kasus Korupsi di Aceh

Penting untuk menjadi pengingat adik-adik mahasiswa

Bentuk Dukungan Kemanusiaan dan Sinergi BUMN, PT Taspen Beri Ribuan APD ke Pertamedika
Indonesia
Bentuk Dukungan Kemanusiaan dan Sinergi BUMN, PT Taspen Beri Ribuan APD ke Pertamedika

Taspen selalu aktif dalam melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan di seluruh Indonesia

Datangi Ulama Banten, Kapolri Minta Hilangkan Perasaan Dengki
Indonesia
Datangi Ulama Banten, Kapolri Minta Hilangkan Perasaan Dengki

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan gedung baru Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Tajul Falah, Banten, Sabtu (10/4).

'Bang Jago' di Duren Sawit Nekat Todongkan Pistol ke Warga karena Ketakutan
Indonesia
'Bang Jago' di Duren Sawit Nekat Todongkan Pistol ke Warga karena Ketakutan

Yusri menyebut pihaknya sendiri masih mendalami pengakuan itu. Tersangka sendiri pada saat kejadian memang membawa pistol tersebut ke dalam mobilnya.

Pemilik Warung Ikut Terseret Kasus Kematian Editor Metro TV
Indonesia
Pemilik Warung Ikut Terseret Kasus Kematian Editor Metro TV

"Dari keterangan saksi-saksi yang ada, termasuk di warung ambil keterangan bahwa memang korban sering kesitu," ucapnya

KAI Operasionalkan 10 KA Jarak Jauh Mulai Hari Ini, Cek Jadwalnya
Indonesia
KAI Operasionalkan 10 KA Jarak Jauh Mulai Hari Ini, Cek Jadwalnya

Berikut seluruh jadwal keberangkatan KA Jarak Jauh yang beroperasi di area Daop 1 Jakarta Mulai Jumat (10/7)

Perwira Polisi Pemeras Wali Kota Tanjungbalai Bisa Dipenjara 20 Tahun
Indonesia
Perwira Polisi Pemeras Wali Kota Tanjungbalai Bisa Dipenjara 20 Tahun

Dan bagi yang lain agar peristiwa seperti ini tidak terulang