Sahroni Minta Kapolda Sumut Usut Dugaan Polisi Tembak Warga Ahmad Sahroni. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Beredar sebuah video yang memperlihatkan sejumlah personel polisi dikejar warga. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Jalan KL Yos Sudarso, Gang Mapo, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kapolda Sumatera Utara untuk melakukan mengusut dan mendalami dugaan seorang berinisial I alias NS (40) yang tewas tertembak oknum polisi tersebut.

Baca Juga

Ditanya Maju Cagub DKI, Sahroni: Gua Mimpinya Presiden

"Saya rasa ada masih banyak kejanggalan dan versi-versi lain yang beredar atas tragedi penembakan tersebut. Saya minta perhatian Kapolda Sumatra Utara untuk turun menginvestigasi langsung persoalan ini," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/11).

Kata dia, Polri harus mengungkap bagaimana kronologi yang sebenarnya atas kejadian tersebut. Oleh karena itu, dia meminta Polri lebih sistematis dalam meringkus kejahatan agar hal-hal yang membuat publik gaduh ini tidak terjadi kembali.

"Jika korban memang pelaku narkoba, tolong prosesi meringkus lebih sistematis dan terukur. Ini yang jadi perdebatan 'kan kenapa (korban) ditinggal begitu saja bersimbah darah," ujarnya.

Sahroni menilai publik menjadi bertanya-tanya atas kejadian tersebut sehingga informasi yang simpang siur di tengah masyarakat perlu dikonfirmasi pihak kepolisian.

Baca Juga

Sahroni Tegaskan Sirkuit JIEC Ancol tidak Aman untuk Ajang Street Race

Sebelumnya, Tim Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan terus mendalami kasus bandar narkoba NS (40) warga Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Sumatera Utara, yang tewas tertembak karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

"Sebelum penangkapan terhadap NS, terlebih dahulu personel Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan meringkus MD dan SF," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Hadi Wahyudi, Selasa (15/11).

Hadi menyebutkan MD (residivis) dan SF merupakan bandar narkoba dan adiknya dari NS. Kasusnya sudah dilimpahkan Tahap II ke JPU Kejaksaan Negeri Belawan.

Selain menangkap dua adik NS bandar narkoba, Tim Satres Narkoba juga berhasil meringkus dua tersangka narkoba lainnya berinisial WA (32) dan RP (29) residivis.

Selama kurang lebih 7 bulan, pihaknya menangkap empat bandar narkoba atau pengedar di Kelurahan Pekan Labuhan.

Ia menjelaskan bahwa tersangka NS merupakan bandar narkoba yang telah lama menjadi target operasi Polres Pelabuhan Belawan.

"Saat ditangkap yang bersangkutan (NS) melakukan perlawanan dan mencoba merebut senjata api personel sehingga tewas tertembak," ujarnya. (*)

Baca Juga

Ahmad Sahroni Ungkap Alasan Street Race Tidak Bisa Digelar di Sirkuit Formula E

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Luncurkan Unit Pengumpul Zakat, Kemenko: Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional
Indonesia
Luncurkan Unit Pengumpul Zakat, Kemenko: Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

Berbagai Program Pemulihan Ekonomi Nasional telah digulirkan sampai saat ini, guna mengatasi dampak pandemi COVID-19 bagi masyarakat, sekaligus membantu mendorong peningkatan daya beli masyarakat di tengah pandemi. Dalam upaya tersebut tentunya masih diperlukan dukungan dari semua pihak, termasuk dengan mengoptimalisasi dana sosial.

JIS Jadi Tempat Salat Idul Adha, Jemaah Harus Sudah Vaksin Dosis ke-3
Indonesia
JIS Jadi Tempat Salat Idul Adha, Jemaah Harus Sudah Vaksin Dosis ke-3

Seluruh masyarakat yang ingin berpartisipasi untuk tetap tertib dan disiplin menjalankan protokol kesehatan demi kenyamanan bersama.

Anies Banding soal UMP DKI, Berharap Hakim Pertimbangkan Rasa Keadilan
Indonesia
Anies Banding soal UMP DKI, Berharap Hakim Pertimbangkan Rasa Keadilan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, dengan melakukan banding UMP DKI itu diharapkan majelis hakim dapat mempertimbangkan rasa keadilan dalam memutuskan perkara.

Indonesia Dorong Akses Setara Terhadap Solusi Medis
Dunia
Indonesia Dorong Akses Setara Terhadap Solusi Medis

Pentingnya mengubah pola pikir dari gawat darurat menjadi siap siaga untuk merespons pandemi di masa depan.

Presiden Jokowi Respons Temuan BPK soal Komcad
Indonesia
Presiden Jokowi Respons Temuan BPK soal Komcad

Ia menyebut temuan-temuan tersebut di kementerian selalu ada.

Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Kesejahteraan Peyandang Disabilitas
Indonesia
Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Kesejahteraan Peyandang Disabilitas

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan Indonesia terus meningkatkan kesejahteraan dan aksesibilitas bagi para penyandang disabilitas.

Frekuensi Banjir di Jawa Timur Makin Meningkat
Indonesia
Frekuensi Banjir di Jawa Timur Makin Meningkat

Provinsi Jawa Timur agar tetap waspada, karena pada akhir Oktober 2022 masih belum memasuki puncak musim hujan.

Ridwan Kamil Ingatkan Pengusaha Tidak Seenaknya Naikkan Tarif Angkutan Umum
Indonesia
Ridwan Kamil Ingatkan Pengusaha Tidak Seenaknya Naikkan Tarif Angkutan Umum

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat juga sedang menghitung kenaikan tarif angkutan umum menyusul kebijakan penyesuaian harga BBM oleh pemerintah pusa

PDIP Agendakan Bertemu Gerindra, Golkar, PKB, PPP, dan PAN
Indonesia
PDIP Agendakan Bertemu Gerindra, Golkar, PKB, PPP, dan PAN

"Ya sebenarnya, pertama kali desainnya, saat itu mau bertemu dengan Gerindra kemudian juga dengan Golkar," kata Hasto

Menteri Agama Sebut Perayaan Imlek Jadi Momen Instropeksi Diri
Indonesia
Menteri Agama Sebut Perayaan Imlek Jadi Momen Instropeksi Diri

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2574 Khongzili/2023 Masehi kepada masyarakat Tionghoa di seluruh Tanah Air.