Sahkan UU Cipta Kerja, Fahri Hamzah: DPR Masuk Perangkap 'Lingkaran Setan' Parpol Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Instagram/@fahrihamzah)

MerahPutih.com - Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai, DPR dan partai politik (parpol) tengah mengalami krisis kepercayaan yang sangat luar biasa pasca pengesahan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja beberapa waktu lalu, sehingga menimbulkan aksi penolakan serentak dan menimbulkan kericuhan dimana-mana.

"Kita tidak tahu Anggota DPR ini bekerja untuk rakyat atau kepentingan lain. Ini adalah krisis besar partai politik, krisis besar dalam lembaga perwakilan. Kita tidak mengetahui madzab atau falsafah dibelakang Omnibus Law ini, tiba-tiba menjadi rencana dalam program legislasi nasional, dan tiba-tiba kita tahu sudah disahkan jadi undang-undang," kata Fahri Hamzah dalam keterangannya, Senin (12/10.

Menurut Fahri, kasus Omnibus Law yang sekarang ramai dibicarakan sebagai puncak dari sistem perwakilan, apakah lembaga perwakilan tersebut wujud kedaulatan rakyat, atau sebaliknya perwakilan kepentingan parpol atau kepentingan lain.

Baca Juga

Besok, Ormas Islam Geruduk Istana Tolak UU Cipta Kerja

"Di buku saya terakhir, buku putih yang membahas dilema 'Daulat Partai Politik Versus Daulat Rakyat, sudah saya tulis secara terang karena saya mengalami sendiri soal krisis partai politik dan krisis lembaga perwakilan itu," ungkap Fahri.

Karena itu, Fahri mengaku tidak mau terjebak dalam menyikapi pro konta soal UU Omnibus Law Cipta Kerja. Sebab, baik yang menolak maupun mendukung UU tersebut, semuanya dikendalikan oleh ketua umum parpol yang melakukan 'deal-deal politik' dan mengambil untung dari peristiwa ini.

"Makanya saya tidak mau terjebak dengan kemarahan. Baik yang mengklaim dirinya bersama rakyat maupun tidak bersama rakyat, itu semua orang-orangnya dikendalikan oleh partai politik, tidak dikendalikan oleh aspirasi rakyat. Partai politik yang sedang mengambil untung dari peristiwa ini," ujarnya.

 Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Jadi apabila parpol yang tiba-tiba ada dipihak rakyat atau yang tadinya mendukung dan diujungnya menolak, menurut Fahri, semua juga dikendalikan parpolnya masing-masing, bukan murni aspirasi rakyat, karena mempertimbangkan 'untung-rugi' dari sebuah peristiwa politik

"Independensi Anggota DPR atau kedaulatan rakyat, sudah tidak ada lagi digantikan wakil parpol. Ketum, waketum, sekjen, bedum sangat power full sekali, tinggal telepon kalau ada transaksi. Sehingga konstituensi menjadi tidak penting lagi ketika sudah dikendalikan oleh partai politik. Ini seperti lingkaran setan," katanya.

Mata rantai Lingkaran setan ini, lanjut Fahri, harus diputus dan dihentikan, karena parpol telah mengangkangi pejabat publik, mengendalikan Anggota DPR dan juga Presiden. Ia menilai parpol telah melakukan kegiatan subversif terhadap kedaulatan rakyat.

"Kendali parpol bukan hanya di legislatif, tapi juga di eksekutif. Walikota, bupati, gubernur, bahkan juga presiden ditekan. Ini semua harus dihentikan, tidak ada lagi yang harus menjadi petugas partai. Partai politik harus menjadi tinktank atau pemikir, memberikan kontribusi pada pikiran bangsa, bukan mengendalikan wayang-wayang politik yang dipilih oleh rakyat," kata dia.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini menilai kasus Omnibus Law Cipta Kerja ini bisa menjadi yurispudensi bagi rakyat untuk mengajukan gugatan ke pengadilan guna memutus mata rantai lingkaran setan kekuatan parpol di legislatif dan eksekutif.

Baca Juga

Tuntut Gagalkan UU Ciptaker, KSBSI Bakal Demo 5 Hari Berturut-turut

"Lingkaran setan ini harus diputus dan dihentikan, semua yang menjadi petugas partai harus dihentikan. Yurisprudensinya kita ciptakan melalui gugatan ke pengadilan, kewenangan parpol sudah terlalu besar. Saya sedih melihat DPR dan pemerintah terlalu cepat membohongi rakyat, sehingga Omnibus Law ditolak rakyat dimana-mana," pungkas Fahri. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
125 Ribu Jamaah Laksanakan Umrah di Arab Saudi, Tak Ada yang Terinfeksi COVID-19
Indonesia
125 Ribu Jamaah Laksanakan Umrah di Arab Saudi, Tak Ada yang Terinfeksi COVID-19

Pelaksanaan umrah sendiri akan dimulai pada 1 November mendatang

DKI Jakarta Teratas Dalam Penambahan Kasus COVID-19 Per 23 Juli
Indonesia
DKI Jakarta Teratas Dalam Penambahan Kasus COVID-19 Per 23 Juli

Sementara itu, penularan COVID-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 469 kabupaten/kota

Gugus Tugas Corona Sebut Kaum Muda Berpotensi Jadi Silent Killer
Indonesia
Gugus Tugas Corona Sebut Kaum Muda Berpotensi Jadi Silent Killer

Kaum muda bisa berperan serta dalam memutus rantai penularan COVID-19 dengan disiplin

Buku Wajib dan Perekrutan Acak Pelaku Teror Indonesia
Indonesia
Buku Wajib dan Perekrutan Acak Pelaku Teror Indonesia

Pada generasi belasan tahun terakhir, sudah mulai berubah pola. Perekrutan dilakukan media sosial seperti facebook, instagram, telegram dan WhatsApp.

IPW: Firli Cs Kerja Senyap, Beda dengan Era Sebelumnya yang Merasa Superior
Indonesia
IPW: Firli Cs Kerja Senyap, Beda dengan Era Sebelumnya yang Merasa Superior

Penangkapan Ketua DPRD dan eks Kepala Dinas PUPR ini adalah hasil kerja apik intelijen KPK dan Polri

 Bantuan PCR Pemerintah Republik Korea Berkapasitas 32.200 Tes
Indonesia
Bantuan PCR Pemerintah Republik Korea Berkapasitas 32.200 Tes

“Bantuan alat tes ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Pemerintah Korea Selatan untuk memprioritaskan Indonesia dalam kerja sama penanganan COVID – 19,” kata Kim

LPSK Gandeng Kementerian BUMN Penuhi Hak Psikososial Korban Tindak Pidana
Indonesia
LPSK Gandeng Kementerian BUMN Penuhi Hak Psikososial Korban Tindak Pidana

LPSK mengajukan data 51 nama anak yang menjadi korban TPPO, kekerasan dan kekerasan seksual

Cerita Anies Dijemput Tim RSUD Pasar Minggu di Rumahnya Akibat COVID-19
Indonesia
Cerita Anies Dijemput Tim RSUD Pasar Minggu di Rumahnya Akibat COVID-19

Penjemputan itu untuk pemeriksaan kesehatan awal di RSUD Pasar Minggu

[HOAKS atau FAKTA] Jenazah Korban Gempa Bumi di Mamuju Dibungkus Pakai Daun Pisang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Jenazah Korban Gempa Bumi di Mamuju Dibungkus Pakai Daun Pisang

Beredar foto di media sosial berupa prosesi shalat jenazah korban gempa bumi di Mamuju dengan narasi jenazah korban gempa hanya dibungkus daun pisang.

Pemkot Jaktim Tetap Laksanakan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Puasa
Indonesia
Pemkot Jaktim Tetap Laksanakan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Puasa

Jakarta Timur akan tetap melaksanakan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat selama bulan suci Ramadan tahun 2021.