Saham HSC Resmi Didepak! Ini Aturan Baru BEI Soal Kriteria Evaluasi IHSG 2026

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Saham HSC Resmi Didepak! Ini Aturan Baru BEI Soal Kriteria Evaluasi IHSG 2026

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANT)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - PT Bursa Efek Indonesia resmi merilis aturan baru BEI terkait evaluasi IHSG 2026 dengan mencoret saham HSC (High Shareholding Concentration) dari perhitungan indeks gabungan.

Penetapan kriteria baru IHSG yang bakal berlaku penuh pada 2 November 2026 ini menjadi langkah tegas bursa untuk memastikan indeks pasar bergerak lebih wajar tanpa manipulasi dari dominasi segelintir pihak.

Buat kamu yang rutin memantau portofolio investasi, perombakan evaluasi IHSG 2026 ini patut dicermati karena turut mengubah jadwal rebalancing indeks secara total.

Baca juga:

Prabowo Tantang Balik Indeks MSCI: Bangsa Indonesia Pantang Mundur Hadapi Tekanan Asing

Didepaknya emiten dengan status High Shareholding Concentration atau saham HSC memastikan bahwa bobot indeks benar-benar mencerminkan saham yang aktif beredar di publik (free float).

Dengan adanya aturan baru BEI ini, perhitungan indeks ke depannya akan tetap mempertahankan metode capped free float adjusted market capitalization weighted, namun dengan kualitas dan kredibilitas konstituen yang jauh lebih sehat.


Jadwal Baru Rebalancing Indeks: Jangan Sampai Ketinggalan!

Bursa

Selain memperluas daftar pengecualian yang tadinya cuma berlaku untuk saham di Papan Akselerasi, BEI juga merombak kalender evaluasi berkalanya.

Sebelumnya, evaluasi rutin digelar setiap bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Lewat aturan anyar ini, jadwal kocok ulangnya dimajukan menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober.

Efek dari pergeseran kalender ini membuat hasil evaluasinya langsung tancap gas berlaku pada hari bursa pertama di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.

Penyesuaian ini akan berlaku efektif pada 2 November 2026,

Pande Made Kusuma Ari A, selaku Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI.


Sistem Evaluasi Insidental dan Nasib Portofolio Reksa Dana

Satu lagi pembaruan penting dari sistem ini adalah hadirnya mekanisme evaluasi insidental yang sebelumnya belum memiliki landasan aturan khusus.

Lewat skema baru, kalau ada saham yang tiba-tiba masuk atau keluar dari jeratan kategori HSC di luar bulan evaluasi rutin, pihak bursa akan langsung mendepak atau memasukkannya ke dalam IHSG secara otomatis.

Lalu, bagaimana imbasnya terhadap manajer investasi dan produk reksa dana? Menurut Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, meski belum ada regulasi spesifik yang mengatur isi portofolio reksa dana terkait saham terkonsentrasi ini, pasar akan menyesuaikan diri dengan sendirinya.

Baca juga:

Di Tengah Isu MSCI, OJK Yakinkan Pasar Modal Tempat Investasi Jangka Panjang Masyarakat Indonesia

"Tapi secara otomatis reksa dana yang tracking index utama BEI, tidak akan memasukkan saham HSC," jelas Iding.

Langkah pembersihan indeks oleh bursa ini pada akhirnya akan membuat pasar modal Indonesia menjadi lebih transparan dan membuat pergerakan IHSG lebih murni mencerminkan kondisi fundamental pasar.

#IHSG #IHSG Hari Ini #Morgan Stanley Capital International #Harga Saham #Pasar Saham #Bursa Efek Indonesia (BEI)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Saham HSC Resmi Didepak! Ini Aturan Baru BEI Soal Kriteria Evaluasi IHSG 2026
Cek aturan baru BEI terkait evaluasi IHSG 2026! Mulai November, saham HSC resmi didepak dari perhitungan indeks utama beserta jadwal rebalancing yang baru.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Saham HSC Resmi Didepak! Ini Aturan Baru BEI Soal Kriteria Evaluasi IHSG 2026
Indonesia
Danantara Serok Saham BUMN, Sisi Risk Reward Dalam Posisi Menarik
Terdapat perbedaan antara persoalan yang berkembang di Kuala Lumpur, Malaysia, dan kondisi perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Danantara Serok Saham BUMN, Sisi Risk Reward Dalam Posisi Menarik
Indonesia
Di Tengah Isu MSCI, OJK Yakinkan Pasar Modal Tempat Investasi Jangka Panjang Masyarakat Indonesia
Aspek yang menjadi perhatian dalam reformasi tersebut meliputi integritas, transparansi, dan likuiditas pasar modal
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Di Tengah Isu MSCI, OJK Yakinkan Pasar Modal Tempat Investasi Jangka Panjang Masyarakat Indonesia
Indonesia
Prabowo Tantang Balik Indeks MSCI: Bangsa Indonesia Pantang Mundur Hadapi Tekanan Asing
Presiden Prabowo Subianto tegaskan Indonesia tak gentar hadapi tekanan indeks MSCI terkait dinamika pasar modal. Cek 3 alasan MSCI soroti bursa saham RI di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Oktober 2026
Prabowo Tantang Balik Indeks MSCI: Bangsa Indonesia Pantang Mundur Hadapi Tekanan Asing
Indonesia
IHSG Hari Ini Ngegas ke 5.328, Jurus BI dan Regulator Sukses Bikin Pasar Saham Bergairah
Pantau update IHSG hari ini yang sukses ditutup menguat di level 5.328. Sentimen penahanan BI Rate dan langkah tegas regulator bursa jadi pemicu utamanya!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Ngegas ke 5.328, Jurus BI dan Regulator Sukses Bikin Pasar Saham Bergairah
Indonesia
IHSG Hari Ini Rebound, Benarkah Sektor Perbankan dan Energi Jadi Penyelamat?
IHSG kembali rebound berkat langkah BI tahan suku bunga. Simak analisis teknikal, sentimen MSCI, dan sektor saham pilihan analis Mirae Asset di sini.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Rebound, Benarkah Sektor Perbankan dan Energi Jadi Penyelamat?
Indonesia
Diancam MSCI Jadi Standalone Market, DEN Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut
MSCI menjadi salah satu topik yang dibahas dalam rapat terbatas antara pemerintah, Bank Indonesia, dan DEN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Diancam MSCI Jadi Standalone Market, DEN Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut
Indonesia
IHSG Hari Ini Meroket Tajam 5,65 Persen Berkat Aksi Borong Saham 'Diskon', Sektor Ini Panen Cuan
IHSG hari ini ditutup melesat 5,65% ke level 5.278 berkat aksi bargain hunting besar-besaran. Cek analisis pergerakan saham dan daftar emiten paling cuan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 20 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Meroket Tajam 5,65 Persen Berkat Aksi Borong Saham 'Diskon', Sektor Ini Panen Cuan
Berita Foto
Bursa Efek Indonesia Ubah Batas Auto Rejection Bawah ke 7 Persen
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 19 Oktober 2026
Bursa Efek Indonesia Ubah Batas Auto Rejection Bawah ke 7 Persen
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Hingga penutupan 16 Oktober, kondisi IHSG di 5.185. Ada penurunannya sekitar 33,29 persen, dari level saat pelantikan 7.772,60.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Bagikan