Saham Apple Jeblok, Wall Street Terjengkang Produk-produk Apple. (Dok./pixabay.com/@firmbee/CC0/free_image)

MerahPutih.com - Jebloknya saham Apple ditambah dengan penurunan saham-saham bank utama Amerika Serikat (AS) menyeret kejatuhan Wall Street saat penutupan perdagangan Rabu malam waktu setempat atau Kamis (15/11) pagi ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 205,99 poin atau 0,81 persen, menjadi ditutup di 25.080,50 poin. Indeks S&P 500 berkurang 20,60 poin atau 0,76 persen, menjadi berakhir di 2.701,58 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup merosot 64,48 poin atau 0,90 persen, menjadi 7.136,39 poin.

Wall Street ditutup melemah karena kerugian saham Apple. (IST)

Saham Apple jatuh 2,82 persen dan ditutup pada 186,78 dolar AS per saham. Saham perusahaan merosot ke dalam bear market karena diperdagangkan lebih dari 20 persen di bawah angka tertinggi sepanjang waktu baru-baru ini.

Analis Guggenheim Partners memprediksi anjloknya saham Apple ini akan terus berlanjut dengan potensi penurunan penjualan iPhone hingga 0,5 persen pada 2019.

iphone
phone produk andalan Apple Inc (Foto: appleinsider.com)

Saham-saham keuangan AS juga mundur setelah anggota Kongres Demokrat Maxine Waters mengatakan upaya pemerintah Donald Trump untuk mengekang regulasi perbankan "akan berakhir."

Saham JP Morgan Chase dan Goldman Sachs masing-masing turun 2,06 persen dan 1,25 persen, pada akhir perdagangan. Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor teknologi dan keuangan masing-masing turun 1,38 persen dan 1,29 persen, memimpin pelambatan.

Bahkan, saham utilitas PG&E terjun lebih dari 21 persen. Laporan yang dikutip Antara dari Xinhua menyebutkan Wall Street juga terus mengawasi data inflasi.

Aktivitas perdagangan saham di Wall Street. (europe1.fr)

Indeks Harga Konsumen AS (IHK) naik 0,3 persen pada Oktober, didorong kenaikan biaya gas, sewa dan kendaraan bekas, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Rabu (14/11).

Kondisi kejatuhan saham-saham di Wall Street kian memprihatinkan didorong kebijakan kenaikan suku bunga The Fed. Federal Reserve telah menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini dan diperkirakan akan naik sekali lagi sebelum akhir tahun. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH