Sadar Ada Perubahan Profesi, Varian Pilihan Kampus dan Prodi SNMPTN 2022 Bergeser Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (FOTO ANTARA/HO/UGM)

MerahPutih.com - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengumumkan, variasi terjadi pada SNMPTN 2022 yang diumumkan Selasa (29/3). Sebanyak 20 prodi dari masing-masing Saintek dan Soshum memiliki seleksi masuk yang sangat ketat.

Pada Saintek beberapa prodi yang paling diminati dan mengalami keketatan tertinggi antara lain Ilmu Keperawatan di Universitas Sultan Agung Tirtayasa (0,99 persen), Teknik Informatika di Universitas Padjajaran (1,09 persen), Ilmu Gizi di Universitas Sumatera Utara (1,16 persen), Farmasi di Universitas Diponegoro (1,32 persen) dan Ilmu Komputer di Universitas Negeri Jakarta (1,42 persen).

Baca Juga:

Kuota Cuma 20 Persen, Unpad Hanya Terima 1.627 Calon Mahasiswa Jalur SNMPTN

Sementara beberapa prodi terketat di Soshum antara lain Ilmu Komunikasi d Universitas Negeri Jakarta (0,94 persen), Ilmu Komunikasi di Universitas Padjajaran (1,02 persen), Ilmu Manajemen di Universitas Padjajaran (1,06 persen), Ilmu Manajemen di Universitas Negeri Jakarta (1,08 persen) dan Ilmu Manajemen di Universitas Negeri Medan (1,19 persen).

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mochamad Ashari memaparkan, variasi dalam pemilihan perguruan tinggi dan prodi itu disebabkan karena calon mahasiswa atau masyarakat sudah menyadari adanya sebuah perubahan yang terjadi baik dalam segi profesi ataupun sebuah peristiwa.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyebutkan sebanyak 120.643 peserta dari 612.049 pendaftar dinyatakan lolos mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2022.

Ashari menyebut 120.643 peserta yang lolos tersebut telah diterima di 125 perguruan tinggi negeri (PTN) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan rincian sebanyak 109.276 peserta berhasil lolos pada pilihan pertama.

Pada pilihan kedua jumlah peserta yang lolos mencapai 11.367 peserta. Adapun peserta dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang diterima sebanyak 35.570 peserta.

Jumlah keseluruhan pendaftar SNMPTN tahun 2022 naik menjadi 612.049 peserta. Padahal, total daya tampung yang disediakan oleh LTMPT hanya ada 122.651 saja.

Dengan rincian total peserta yang mendaftar pilihan pertama mencapai 612.049, sedangkan yang mendaftar pilihan kedua ada 520.853 peserta. Sementara jumlah peserta dengan KIP yang mendaftar telah mencapai 151.514 peserta.

Gedung rektorat UI (ANTARA/Humas UI)
Gedung rektorat UI (ANTARA/Humas UI)

Berdasarkan perbandingan total peserta dan total yang diterima, keketatan dalam penerimaan SNMPTN 2022 adalah 19,71 persen. Artinya, hanya 20 persen dari total pendaftar yang dinyatakan lolos mengikuti seleksi perguruan tinggi negeri tersebut.

"Keketatan adalah jumlah yang diterima dibanding yang mendaftar itu 19,71 persen. Tadi hampir 20 persen, jadi dari 100 pendaftar ada 20 orang yang diterima, sedangkan untuk KIP Kuliah persentase keketatan itu 23,48 persen. Tidak banyak beda, sama-sama ketat, baik yang regular maupun melalui KIP Kuliah,” ujar dia.

Terdapat 20 perguruan tinggi negeri yang dinyatakan menerima peserta SNMPTN 2022 terbanyak. Di antaranya adalah Universitas Brawijaya (3.445), Universitas Negeri Semarang (3.083), Universitas Pendidikan Indonesia (3.038), Universitas Lampung (3.027) dan Universitas Negeri Padang (2.867).

Pengumuman SNMPTN 2022 melalui laman https://pengumuman-snmptn.ltmpt.ac.id dengan cara memasukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir peserta sesuai dengan data diri yang telah diregistrasi pada sistem LTMPT. (Asp)

Baca Juga:

ITB Terima 2.085 Calon Mahasiswa Jalur SNMPTN

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Indonesia Sangat Baik
Indonesia
Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Indonesia Sangat Baik

"Pertumbuhan ekonomi Q2 2022 ini sangat baik dan membanggakan," kata Sri Mulyani dalam akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Senin (8/8).

[HOAKS atau FAKTA]: Luhut dan Mahfud MD Tidak Divaksin dengan Alasan Usia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Luhut dan Mahfud MD Tidak Divaksin dengan Alasan Usia

BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin COVID-19 Coronavac dari Sinovac bagi kelompok usia di atas 60 tahun

Harga Telur dan Cabe di Kota Yogyakarta Meroket di Akhir Tahun
Indonesia
Harga Telur dan Cabe di Kota Yogyakarta Meroket di Akhir Tahun

Telur ayam dan cabe menjadi komoditas dengan peningkatan harga tertinggi.

 [HOAKS atau FAKTA]: Prabowo dan Megawati Sepakat Usung Ganjar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo dan Megawati Sepakat Usung Ganjar

Kumpulan arrtikel tersebut membahas mengenai deklarasi Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) di Sumatera Barat.

Lion Air Buka Rute Timika-Jayapura
Indonesia
Lion Air Buka Rute Timika-Jayapura

Lion Air membuka rute penerbangan Timika - Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, yang dilayani setiap hari, mulai Rabu (16/3).

Kota Tangsel dan Bekasi akan Menerapkan Uji Emisi Kendaraan Bermotor
Indonesia
Kota Tangsel dan Bekasi akan Menerapkan Uji Emisi Kendaraan Bermotor

Dalam waktu dekat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Bekasi akan mengikuti jejak DKI Jakarta dalam menerapkan uji emisi kendaraan bermotor.

Barang Rampasan Kasus Jiwasraya di Beberapa Daerah Dilelang, Siapa Minat?
Indonesia
Polda Metro Pastikan Kebakaran Lapas Tangerang karena Korsleting Listrik
Indonesia
Polda Metro Pastikan Kebakaran Lapas Tangerang karena Korsleting Listrik

"Korsleting listrik terjadi karena arus listrik yang tak sesuai dengan hambatan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat

Kasus Asabri, Kejagung Periksa Dua Saksi dari Danareksa Sekuritas
Indonesia
Kasus Asabri, Kejagung Periksa Dua Saksi dari Danareksa Sekuritas

"Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk nama tersangka RARL," Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/4).

DPR RI Soroti Ketidakjelasan Data Honorer di Daerah
Indonesia
DPR RI Soroti Ketidakjelasan Data Honorer di Daerah

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustopa menyatakan, data tenaga honorer hingga saat ini masih belum menemui titik terang, karena masih sering terjadi perubahan terkait dengan jumlah.