Sabar, Jatuh Cinta Butuh Waktu Cinta butuh proses. (foto:pixabay/jarmoluk)

TAK semua orang jatuh cinta pada pandagan pertama. Bahkan banyak yang mempertanyakan apakah mungkin langsung jatuh cinta pada orang yang baru pertama kali ditemui. Dalam urusan cinta, kamu tak mesti buru-buru. Menunggu, percaya, dan memberikan waktu agar cinta tumbuh ialah hal yang harusnya kamu lakukan dalam sebuah hubungan.

Meskipun demikian, tak dimungkiri ada juga tipe orang yang mudah sekali jatuh cinta. Padahal, jatuh cinta terlalu cepat berpotensi makin cepat pula memunculkan rasa benci. Mengapa bisa begitu?

Beberapa peneliti berpendapat bahwa cinta merupakan bentuk kegilaan sementara, kegilaan manis yang memungkinkan kamu untuk mengabaikan kekurangan si dia. Pada suatu saat, kamu akhirnya tersadar dan rasa cinta itu berubah jadi benci.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa orang yang cepat jatuh cinta dan tertarik pada pasangannya cenderung merasakan benci dalam waktu yang tak lama. Penelitian itu melihat sebuah perilaku pada beberapa pria muda yang diminta untuk menyebrangi sebuah jembatan dan kemudian menemui seorang perempuan di ujung jembatan tersebut. Jembatan yang disediakan peneliti ada dua, yaitu jembatan yang sudah reyot dan jembatan yang masih bagus.

Hasilnya, beberapa pria yang menyebrangi jembatan yang sudah reyot sebagian besar merasa tertarik dengan perempuan yang ada di ujung jembatan tersebut. Sementara itu, kelompok pria yang melewati jembatan yang bagus tidak merasakan apa pun.

Para ahli menyatakan bahwa rasa tertarik yang dimiliki kelompok pria yang melewati jembatan reyot tersebut sebenarnya bukan karena alasan jatuh cinta atau suka. Hal itu disebabkan peningkatan hormon adrenalin yang dialami para pria saat mereka menyebrangi jembatan reyot tersebut. Hormon adrenalin membuat jantung bergedup kencang, napas jadi lebih cepat, hingga akhirnya memengaruhi emosi para pria.

Adrenalin bisa menyesatkan. (foto: pixabay/free-photos)

Pada akhirnya, kelompok pria itu menganggap itu sebagai tanda mereka tertarik dengan perempuan yang ada di ujung jembatan. Di lain hal, pria yang melewati jembatan bagus tidak mengalami perubahan hormon tersebut dan tak merasakan ketertarikan yang sama.

Kesimpulannya, seseorang dapat dengan mudah merasa tertarik dan kemudian merasa dirinya jatuh cinta. Orang yang merasakan suka atau tertarik kepada seseorang bisa saja menyalahartikan apa yang ia rasakan saat itu. Pasalnya, perubahan tubuh yang terjadi ketika itu hampir sama dengan rasa cinta. Bahkan, perubahan itu juga terjadi ketika kamu merasa benci dengan seseorang.

Perubahan atau efek fisiologis yang mungkin timbul, yaitu jantung berdebar-debar, napas memendek, dan aliran darah menjadi lebih cepat. Semua hal itu umum kamu rasakan ketika merasa benci ataupun tertarik pada seseorang. Itulah yang kemudian membuat seseorang sangat mudah merasa jatuh cinta dan akhirnya cepat benci, karena gejala yang dirasakan sama saat itu.

Kesalahan dalam mengartikan isyarat tubuh itulah yang seringkali menjebak seseorang dalam hubungan cinta-benci. Faktanya, cinta butuh proses, apalagi jika kamu ingin selalu bersamanya dan menghabiskan sisa waktu dengannya. Cinta tak hanya mendapatkan sesuatu dari pasangan yang membuat bahagia, tapi juga memahami karakter dan mengerti

Terlalu cepat jatuh cinta bisa jadi hanya perasaan sesaat yang akhirnya membuat Anda tidak merasakan kenikmatan dan keindahan dalam menjalin hubungan. Biasanya orang yang cepat jatuh cinta akan lebih sering bersemangat menjalani hubungan di awal dan mudah bosan dan terkesan malas dia akhir saat mennjalani hubungan.

Jadi lebih baik jalankan saja pelan-pelan dan nikmati waktu pendekatanmu dan pasangan sampai kalian sama-sama merasa siap untuk berkomitmen.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH