Saatnya Naik Kelas Berkurban Online Kurban Online merupakan 'naik kelas' dari tata cara kurban offline (Foto: pixabay/violetta)

SUARA degup beduk bertalu-talu. Takbir berkumandang. Bocah-bocah sibuk hilir-mudik ke dekat masjid bermain kambing. Mereka berusaha menjulur tangkai sehingga daunnya mencapai mulut kambing. Kadang beberapa bocah asyik menggoda sapi atau domba. Keriuhan para bocah tersebut menjadi pemandangan khas saat Idul Adha.

Hari Raya Idul Adha merupakan hajatan besar kaum muslim melaksanakan ibadah kurban. Inti ibadah kurban, seperti dikutip dari laman kemenag.go.id, keikhlasan dan ketaqwaan bukan hanya daging dan darahnya hewan kurban. Segala titik darah keluar nilainya merupakan ibadah, dan jelas di dalam hadits Rasulullah, binatang diqurbankan tersebut akan menjadi tunggangan di hari kiamat nanti.

Baca Juga:

Tips Mengolah Daging Kurban ala Chef Juna, Dijamin Nikmat

Saat membeli hewan kurban disarankan memilih sesuai dengan kriteria, seperti hewan sehat, tidak cacat, dan menjaganya agar tetap sehat hingga hari penyembelihan. Ketika memilih hewan, kamu tentu harus pandai menawar harga dan memilih hewan-hewan memenuhi syarat untuk kurban.

Namun, pada saat kondisi pandemi COVID-19 melanda Indonesia banyak orang menghindari pertemuan tatap muka demi menjaga jarak agar tidak terpapar COVID-19. Hal itu memantik para pedagang hewan kurban dan sejumlah pihak terus berinovasi dengan menawarkan beberapa kemudahan, salah satunya kurban online.

Alur Kurban Online Baznas (Foto: baznas.go.id)

Kurban Online merupakan 'naik kelas' dari tata cara kurban konvensional. Kurban biasanya dilakukan secara tatap muka menghubungkan pengurban dengan panitia kurban. Namun, hal tersebut memang butuh waktu, tenaga, dan harga. Di saat pandemi hal tersebut menjadi kendala karena banyak orang menghindari tatap muka.

Lantas, kurban online muncul sebagai solus juga naik kelas cara orang berkurban. Dengan begitu, pengkurban dapat dengan mudah memilih jenis hewan dan tidak perlu repot-repot mengurus berbagai proses lainnya.

Begitu melakukan kurban online sudah termasuk penyembelihan hewan kurban, pendistribusian daging kurban, hingga pengiriman sertifikat dan pelaporan. Salah satunya di website Badan Amil Zakat Nasional baznas.go.id.

Pihak Baznas pun mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program 'Kurban Online Baznas', dalam upaya mewujudkan pemerataan distribusi daging kurban.

"Karena Kurban Online Baznas sangat memberi manfaat kepada banyak pihak, tak hanya penerima kurban saja," ujar Direktur Pengumpulan Baznas RI Faisal Qosim seperti dikutip dari laman Antara.

Qosim mengatakan pada kurban online Baznas, hewan kurban dibeli langsung dari peternak binaan, disembelih dan didistribusikan di desa, agar para peternak semakin berdaya secara ekonomi. Di sisi lain, para mustahik bisa memenuhi kebutuhan gizi lewat daging kurban tersebut.

Kemudian, lewat kurban online, daging kurban bisa didistribusikan hingga wilayah pelosok utamanya daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Dengan begitu, kurban online bisa mewujudkan pemerataan distribusi daging kurban.

Baca Juga:

Kenali Cara Mengolah dan Manfaat Daging Kambing Bagi Kesehatan

Menariknya, Baznas pun mengupayakan mengemas daging kurban di dalam bentuk kaleng, agar lebih menjangkau masyarakat di wilayah 3T, sekaligus menyasar program pengentasan masyarakat miskin dan stunting (kekerdilan pada anak).

Ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari korban online (Foto: pixabay/quangpraha)

Pemertaaan dan tepat sasaran pendistribusian daging kurban merupakan salah satu faktor semangat Baznas dalam menyelenggarakan Kurban Online Baznas.

Bagi kamu khawatir hewan kurban 'penyakitan', Baznas langsung melakukan upaya mitigasi, untuk mempersempit penyebaran wabah. Petugas Baznas langsung terjun ke perternak untuk melakukan pendampingan secara berkala

Selain itu, Baznas juga membatasi keluar masuknya ternak, maupun orang ke lokasi Balai ternak Baznas serta kandang perternak rakyat.

Petugas pun rutin melakukan penyemprotan kandang, kendaraan, peralatan, hingga perlengkapan kerja dengan desinfektan. Peternak binaan Baznas pun rutin membeirkan pakan hingga vitamin, dan melakukan koordinasi dengan dinas setempat untuk mencegah timbulnya wabah.(Ryn)

Baca Juga:

Yuk, Olah Daging Kambing Jadi Tongseng

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tahu Perbedaan Body Spray dan Body Mist, Parfum, dan Cologne?
Fun
Tahu Perbedaan Body Spray dan Body Mist, Parfum, dan Cologne?

Wewangian untuk tubuh dipercaya sebagai identitas seseorang.

Prank Berlebihan, Bintang Film 'Jackass' Dituntut
ShowBiz
Prank Berlebihan, Bintang Film 'Jackass' Dituntut

Lelucon itu dapat merusak reputasi dan karier Penggugat jika dirilis ke khalayak.

Tiffany & Co. Garap Piala 'League of Legends World Championship'
Fun
Tiffany & Co. Garap Piala 'League of Legends World Championship'

The Summoner's Cup ini merupakan sebuah simbol dari pertemuan puncak ambisi besar dalam memainkan League of Legends.

Conor McGregor Main Film Bareng Jake Gyllenhaal
ShowBiz
Conor McGregor Main Film Bareng Jake Gyllenhaal

Debut pertama McGregor di dunia akting.

RST Kenalkan Jaket Berkendara dengan Fitur Airbag
Hiburan & Gaya Hidup
RST Kenalkan Jaket Berkendara dengan Fitur Airbag

Tetap mempertahankan estetika yang bersih dan ramping.

Mengintip Kolaborasi Terbaru Converse X Peanuts
Fashion
Mengintip Kolaborasi Terbaru Converse X Peanuts

Converse dan Peanuts bermaksud mempersembahkan hal-hal jenaka sekaligus menyuntikkan semangat positif

Mengenal Katie Macleod, Digital Nomad yang Sudah WFH dari 78 Negara
Fun
Mengenal Katie Macleod, Digital Nomad yang Sudah WFH dari 78 Negara

Katie bisa bekerja dari berbagai negara di berbagai zona waktu.

Baru Tayang, 'Lightyear' Raup Rp 756 Miliar
Hiburan & Gaya Hidup
Baru Tayang, 'Lightyear' Raup Rp 756 Miliar

Lightyear merupakan spin-off dari Toy Story.

Bercinta Sambil Bermain Peran, Kenapa Tidak?
Fun
Bercinta Sambil Bermain Peran, Kenapa Tidak?

Bermain peran membuat kegiatan bercinta terasa menyenangkan.

Fakta di Balik Susah Tidur Saat Puasa
Fun
Fakta di Balik Susah Tidur Saat Puasa

Susah tidur saat puasa lebih sering dipicu oleh pola dan jadwal makan yang tidak tepat.