Saat Pandemi Corona, Fungsi Intelijen Rawan Terjadi Kecolongan Ilustrasi - Satkopaska dalam simulasi penanganan teror di terminal 2 keberangkatan Bandara Juanda, Sidoarjo. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/ama/aa.

MerahPutih.com - Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai, penguatan intelijen penting dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya agar mencegah kelompok tertentu berbuat kekisruhan dengan memanfaatkan situasi pandemi.

"Jika ancaman itu serius, maka bisa dilakukan tindakan-tindakan tegas. Masyarakat dalam situasi ini harus patuh. Ketika masyarakat patuh, maka tidak dimanfaatkan kelompok pengisruh," katanya, Kamis (4/6).

Baca Juga:

Ingat! Peniadaan Ganjil-Genap Ikut Diperpanjang Sepekan Kedepan

Menurut Stanislaus, pemerintah juga sepatutnya satu suara dalam menyampaikan kebijakan agar tak dipelintir dan dibiaskan menjadi mosi tidak percaya. Sebab narasi-narasi provokatif banyak bertebaran di media sosial.

"Patroli siber perlu dilakukan. Perlu ketegasan jika ada narasi-narasi mengarah pada fitnah, provokatif yang sudah mengganggu negara. Harus ditindak tegas. Jangan diberi ruang," kata Riyanta.

Stanislaus Riyanta. ANTARA/dokumentasi pribadi
Stanislaus Riyanta. ANTARA/dokumentasi pribadi

Media daring dianggap rawan penyalahgunaan. Salah satunya memunculkan narasi tidak percaya kepada pemerintah.

Menurut dia, media sosial sebagai salah satu sarana terbaik memunculkan narasi mosi tidak percaya kepada pemerintah. Mereka bisa dengan leluasa menyampaikan informasi-informasi yang mendiskreditkan pemerintah.

"Sebab tidak ada pembatasan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) atau bahkan lockdown, bahkan semakin masif justru semakin gencar sekarang," ungkap dia.

Baca Juga:

Efek COVID-19, Susi Pudjiastuti PHK dan Rumahkan Karyawan Susi Air

Mahasiswa doktoral Universitas Indonesia (UI) itu meminta pemerintah melakukan berbagai upaya. Media sosial, kata dia, harus dipenuhi informasi yang dibutuhkan masyarakat.

"Ruang informasi harus diisi oleh pemerintah untuk membangun rasa persatuan, budaya gotong royong, atau nilai-nilai leluhur," ungkap dia.

Selain itu, pemerintah diminta tegas. Upaya seperti ini tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jangan sampai mereka dibiarkan lalu merasa benar kemudian berbahaya," ujar dia. (Knu)

Baca Juga:

Aspri Eks Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum Dituntut 9 Tahun Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga Tangsel Sudah Banyak yang Kenal Benyamin
Indonesia
Warga Tangsel Sudah Banyak yang Kenal Benyamin

Publik lebih menginginkan pertemuan tatap muka dengan pasangan calon kepala daerah

Selain Gibran dan Bobby, Ipar Jokowi Ramaikan Bacalon Bupati Gunung Kidul
Indonesia
Selain Gibran dan Bobby, Ipar Jokowi Ramaikan Bacalon Bupati Gunung Kidul

"Kami berharap Wahyu Purwanto bisa mendapatkan rekomendasi dari DPP NasDem," ujarnya

Jaksa: Keterangan Saksi Ahli Beratkan Aurelia Terdakwa Kecelakaan Maut Karawaci
Indonesia
Jaksa: Keterangan Saksi Ahli Beratkan Aurelia Terdakwa Kecelakaan Maut Karawaci

Pasien bipolar tetap bisa dipidana tergantung kadar keparahan penyakitnya.

Polisi Cari Pemilik Akun Twitter Digembok
Indonesia
Polisi Cari Pemilik Akun Twitter Digembok

Polisi kini sedang mencari pemilik akun Twitter @digeeembok terkait laporan dugaan pencemaran nama baik.

Banjir di Kawasan Monas Makin Meninggi, Jalan Medan Merdeka Barat Lumpuh
Indonesia
Banjir di Kawasan Monas Makin Meninggi, Jalan Medan Merdeka Barat Lumpuh

Pasar Baru, Monas dan sekitarnya masih hujan gerimis

 Berikut 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Positif COVID-19 Terbanyak
Indonesia
Berikut 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Positif COVID-19 Terbanyak

Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kenaikan pasien positif COVID-19 terbanyak. Dalam sehari terakhir, ada penambahan 244 kasus di wilayah yang dipimpin oleh Khofifah Indar Parawansa ini.

Terduga Terorisme Solo Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Polisi
Indonesia
Terduga Terorisme Solo Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Polisi

Andy mengatakan jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu malam pukul 21.00 WIB

Alumni Kampus di Sumut, Eksekutor Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih tak Bersertifikat Dokter
Indonesia
Alumni Kampus di Sumut, Eksekutor Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih tak Bersertifikat Dokter

DK disebut pernah melakukan koas atau co-asisten di sebuah Rumah Sakit. Tapi, DK tidak menyelesaikan koas itu sehingga dirinya tidak memiliki sertifikasi sebagai dokter.

806 Pelajar Terlibat Kerusuhan Demo UU Ciptaker di Jakarta
Indonesia
806 Pelajar Terlibat Kerusuhan Demo UU Ciptaker di Jakarta

"Pelajar yang diamankan ada 806 orang," ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Argo Yuwono

Bodetabek Disesaki Warga Jakarta Pencari Hiburan, Wagub DKI: Itu Konsekuensi
Indonesia
Bodetabek Disesaki Warga Jakarta Pencari Hiburan, Wagub DKI: Itu Konsekuensi

Akibat Jakarta saat ini dalam situasi PSBB ketat, banyak warga Jakarta yang datang ke Bekasi untuk mencari hiburan