Saat Kerusuhan, Ada Pelaku yang Membawa Senjata Api dan Konsumsi Narkoba Polisi melokalisir massa demo Tolak Hasil Pemilu di depan Bawaslu, Selasa (21/5) kemarin. (MP/Kanugrahan)

Merahputih.com - Kadiv Humas Polri, Irjen MUhammad Iqbal menyebut, dari ratusan pelaku kerusuhan yang ditangkap saat aksi 22 Mei, ada yang memiliki senjata api. Total, ada tiga pelaku yang diamankan.

"Mereka memiliki senpi ada peredam, kami BAP terhadap beberapa orang tersangka kemarin juga sudah diamankan 3 tersangka yang juga membawa dua senpi. Senpi laras panjang dan senpi pendek," kata Iqbal di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Kelompok yang membawa senjata ini, kata Iqbal, seakan memancing untuk terjadi kerusuhan. Mereka ingin menciptakan martir apabila ada korban, sehingga terjadi kemarahan publik.

Kerusuhan depan kantor Bawaslu Jakarta Pusat
Massa aksi depan Gedung Bawaslu bertahan hingga subuh di Jalan Wahid Hasyim (MP/Rizki Fitrianto)

Baca Juga:

Sosok Wanita Bercadar yang Dikira Teroris saat Kerusuhan di Bawaslu

"Kalau kelompok senjata lain lagi, kelompok ini pancing kerusuhan. Ini terus didalami, mengejar lebih jauh sesuai strategi penyidikan Polri," ungkapnya.

Tak hanya itu, dari 257 pelaku ditangkap, ada juga yang mengkonsumsi narkoba. Total yang telah diperiksa ada sekitar 4 orang yang terbukti positif narkoba.

"Lalu, ada 4 orang positif narkoba. Bagaimana mau unras kalau mereka konsumsi narkoba. Kita akan kembangkan, yang lain diperiksa semua, tadi malam belum kami periksa, banyak kelompok tunggangi ini," imbuh Iqbal.

Setelah menemukan beragam fakta dari kerusuhan di depan gedung Bawaslu tersebut, Iqbal menduga ada pihak intelektual yang bermain di belakang tragedi ini.

"Massa diduga dimobilisasi, disetting, by desain. Sedang didalami. Polri profesional ungkap siapa yang menggerakkan," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga: AJI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan Jurnalis Pada Kerusuhan 22 Mei


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH