Saat Jokowi Berdialog dengan Banser Wanita NU Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Yudhi Mahatma)

MerahPutih.com - Presiden Jokowi sempat berdialog dengan salah seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (banser) wanita Nahdlatul Ulama (NU) saat bersilaturahmi dengan kyai dan tokoh se-eks Karesidenan Kedu, Jawa Tengah.

"Saya Turiwah dari Purworejo, anggota anggota banser wanita, wanser," kata Turiyah seperti dilansir Antara, Sabtu (23/3).

Turiwah bertemu dengan Presiden Joko Widodo dalam acara Silaturahim Presiden RI Joko Widodo dengan kyai dan tokoh se-eks Karesidenan Kedu, Jawa Tengah yang dihadiri oleh sekitar 6.000 orang.

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan). Presiden menyatakan akan ambil keputusan secepat-cepatnya terkait polemik pencalonan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri (Antara Foto)
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan). Presiden menyatakan akan ambil keputusan secepat-cepatnya terkait polemik pencalonan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri (Antara Foto)

"Tugasnya wanser apa saja sih?" tanya Presiden Jokowi.

"Pengamanan pengajian, membantu saat banjir, pengawalan ziaroh, pengawalan muslimat," jawab Turiyah.

"Ziarah ke mana-mana dong?" tanya Presiden.

"Kemarin ke Senayan, ketemu Pak Jokowi tapi lihat dari jauh, di GBK," jawab Turiyah.

"Ya ya ya, menurut ibu fitnah dan hoaks di masyarakat seperti apa?" tanya Presiden.

"Kita jadi banser hoaksnya juga banyak loh Pak, berjuang untuk NU berat loh Pak, mengawal pak kyai berat loh, saya mohon ada motivasi gaji bulanan," kata Turiyah tidak menjawab pertanyaan Presiden.

"Namanya apa? Uang motivasi ya. Menarik, ini menarik," ungkap Presiden.

"Kita pendidikannya seperti militer jungkir balik di rindam karena pelatih dari Magelang datang, dari Pak Kapolres Purworejo, dijemur juga Pak," cerita Turiyah.

"Kok dijemur?" tanya Presiden.

"Dijemur di lapangan, cara malam ke makam kehujanan," ungkap Turiyah.

"Tahan banting berarti," ungkap Presiden.

"Saya tidak bisa memberikan sepeda, tapi saya akan beri album foto yang harganya bisa membeli 20 sepeda karena ada tulisan 'Istana Kepresidenan RI'," kata Presiden yang memberikan album foto berisi foto dirinya dan Turiyah.

Presiden juga mengingatkan kepada para kyai dan tokoh se-eks Karesidenan Kedu agar berbondong-bondong mendatangi TPS pada hari pemilihan suara 17 April 2019 nanti.

"Tangal 17 April, tinggal 24 hari lagi, mari mengajak keluarga, saudara-saudara kita berbondong-bondong ke TPS menggunakan hak pilihnya. Jangan biarkan satu orang pun golput karena 17 April menentukan arah bangsa ke depan, sangat menentukan sekali," tegas Presiden. (*)

Baca Juga: Di Depan 30 Ribu Orang Jokowi Bicara Kepemimpinan



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH