Kasus Korupsi
 Saat Geledah Rumah Gubernur Kepri, KPK Temukan Uang Miliaran Berserakan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan 13 tas ransel, kardus, plastik, dan kantong kertas berisi mata uang rupiah, dolar Singapura dan dolar Amerika saat menggeledah rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun di kawasan Tanjungpinang.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya menemukan uang Rp3,5 miliar, US$33.200 dan Sin$134.711 tersebut berserakan di beberapa tempat di kamar mantan Bupati Karimun tersebut.

Baca Juga: KPK Beberkan Kronologis OTT Gubernur Kepri Nurdin Basirun

"Itu tidak kami temukan di satu tempat di kamar rumah dinas Gubernur, tapi kami temukan di beberapa tempat di kamar yang tidak disusun sedemikian rupa jadi agak berserakan uang di sana dalam beberapa tas tersebut. Itu yang kami kumpulkan dan kami sita," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/7).

Gubernur Kepri Nurdin Basirun
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7) (Foto: antaranews)

Padahal, saat operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Nurdin dan anak buahnya pada Rabu (10/7) lalu, KPK telah menyita sejumlah uang yang terdiri dari lima mata uang yang berbeda dengan rincian Sin$6.000, Sin$43.942, US$ 5.303, EUR5, RM407, Riyal 500, dan Rp132.610.000.

Febri menjelaskan, Nurdin diduga hanya menerima suap sebesar 11.000 ribu dolar Singapura dan Rp 45 juta dari Abu Bakar terkait dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepri.

Sementara itu, kata Febri, uang-uang lain yang didominasi mata uang asing yang telah disita penyidik lembaga antirasuah terkait dengan gratifikasi yang diterima oleh Nurdin.

"Sedangkan sisanya yang kemarin dalam bentuk dolar Amerika, dolar Singapura, Ringgit Malaysia, riyal dan juga ratusan juta rupiah itu diduga adalah penerimaan gratifikasi," ungkap Febri.

Meski demikian, Febri masih enggan untuk membeberkan sumber gratifikasi untuk Nurdin. Namun, kata dia, duit gratifikasi itu terkait dengan proses perizinan di Kepulauan Riau.

Barang bukti uang suap Nurdin Basirun
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan didampingi dua petugas KPK menunjukkan uang suap yang diterima Gubernur Kepri Nurdin Basirun (MP/Ponco Sulaksono)

Baca Juga: KPK: Gubernur Kepri Diduga Terima Suap 11.000 Dollar Singapura

"Ada dugaan penerimaan penerimaan dan sumber lainnya terkait dengan siapa saja sumber lain itu tentu belum bisa disebut dia katakan proses penyidikan masih berjalan saat ini," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Kepulauan Riau terkait kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepri. Salah satu lokasi yang digeledah adalah rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Keempatnya yakni, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun; Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan; Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono; serta pihak swasta, Abu Bakar.‎ Untuk Nurdin Basirun, KPK juga menjerat dengan pasal penerima gratifikasi.(Pon)

Baca Juga: Gubernur Kepri Tersangkut Kasus Suap, Mendagri Tunjuk Wakil Sebagai Plt

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Virus Corona Bisa Picu Histeria Massa
Indonesia
Virus Corona Bisa Picu Histeria Massa

Histeria massa merupakan sebuah konsekuensi dari ketidakpastian terkait wabah virus corona.

Wagub DKI Riza Patria Terpilih Jadi Ketum INI-ISTN
Indonesia
Wagub DKI Riza Patria Terpilih Jadi Ketum INI-ISTN

Ahmad Riza Patria terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Sains dan Teknologi Nasional (INI-ISTN) Jakarta masa bakti tahun 2020-2024.

Politikus PKS Minta Jokowi Lockdown Pulau Jawa
Indonesia
Politikus PKS Minta Jokowi Lockdown Pulau Jawa

"Opsi ‘lockdown’ yang di dalam UU No. 6 Tahun 2018 tetang Kekaraninaan Kesehatan

Naskah UU Cipta Kerja: Ada Perubahan Signifikan di Klaster Ketenagakerjaan
Indonesia
Naskah UU Cipta Kerja: Ada Perubahan Signifikan di Klaster Ketenagakerjaan

Naskah final Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) kini sudah tersedia dengan menyertakan nama Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin sebagai penandatangan

Hari ini, 100 Relawan Serentak Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Hari ini, 100 Relawan Serentak Disuntik Vaksin COVID-19

Para relawan uji klinis vaksin COVID-19 diperbolehkan beraktivitas seperti biasa setelah mendapat suntikan vaksin.

Seskab: Istana Banjir!
Indonesia
Seskab: Istana Banjir!

Pramono menunjukkan foto dan video petugas istana untuk membersihkan genangan air di Komplek Istana

Ini Lokasi Tertularnya Tiga Karyawan RRI Jakarta yang Positif COVID-19
Indonesia
Status Tanggap Darurat Corona, Anies Serukan Perkantoran di DKI Tutup Sementara
Indonesia
Status Tanggap Darurat Corona, Anies Serukan Perkantoran di DKI Tutup Sementara

Anies Baswedan menyerukan bagi perkantoran yang ada di Jakarta untuk menutup sementara mulai Senin (23/3) mendatang selama 14 hari.

Tiket KA Lebaran Sudah Bisa Dibeli Mulai 14 Februari
Indonesia
Tiket KA Lebaran Sudah Bisa Dibeli Mulai 14 Februari

Edi mengingatkan agar para calon penumpang untuk lebih teliti dalam memasukkan tanggal, rute, atau data diri penumpang saat melakukan pemesanan.

Terdakwa Keluhkan Nilai Aset yang Disita Melebihi Kerugian Negara dalam Kasus Jiwasraya
Indonesia
Terdakwa Keluhkan Nilai Aset yang Disita Melebihi Kerugian Negara dalam Kasus Jiwasraya

Joko Hartono Tirto dalam pledoi mengeluhkan harta pribadinya yang dikorbankan dan disita.