Saat Ditawari Posisi Menteri, Mahfud Bahas Ini dengan Jokowi Mantan Ketua MK dan juga Anggota BPIP Mahfud MD. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berdiskusi soal penegakan hukum, pelanggaran HAM hingga deradikalisasi dengan Presiden Joko Widodo.

Mahfud juga membahas permasalahan soal kebebasan beragama dan sentimen primordial saat proses wawancara dengan Jokowi untuk posisi menteri.

Baca Juga

Jokowi Masih Rahasiakan Slot Menteri Jatah Mahfud MD

"Ada lagi soal pelanggaran HAM kita diskusi banyak, soal pemberantasan korupsi di berbagai sektor, ternyata bapak presiden mempunyai data yang sangat detail, dan terukur tentang apa-apa yang menjadi masalah," kata Mahfud di Istana Negara, Senin (21/10).

Mahfud MD jelaskan tidak ada hubungan antara Perppu KPK dan pemakzulan Presiden Jokowi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD saat ditemui di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Jawa Tengah, Selasa (8/10). (MP/Ismail)

"Ada juga persoalan deradikalisasi yang sekarang ini pembelahan-pembelahan sifatnya primordial, yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena substansi sebenarnya tidak ada perbedaan yang tajam supaya dipersatukan kembali dalam konsep kebersatuan di dalam keberagaman, atau keberagaman di dalam kebersatuan," imbuh dia

Baca Juga

Mahfud MD Bocorkan Pengumuman Kabinet Jokowi Mundur Rabu

Mahfud juga mengaku kaget Jokowi mengetahui betul latar belakang dia. Dia yakin Jokowi menempatkan dirinya di posisi yang tepat.

"Saya kira, saya surprises juga, presiden tahu betul latar belakang saya dari waktu ke waktu sehingga saya tidak perlu nawar, beliau sudah tahu yang cocok untuk saya apa, gitu. Sehingga saya juga tidak perlu bertanya, beliau sudah tahu saya tempatnya di mana," ujarnya.

Sementara itu, Mahfud juga menyebut pelantikan menteri akan berlangsung pada Rabu (23/10). Menteri baru itu nantinya bakal dikenalkan satu per satu ke masyarakat pada pukul 07.00 WIB pagi. Lalu, jam 09.00 WIB akan diberikan surat keputusan.

"Yang kalau tidak berubah akan dilantik besok lusa hari rabu. Pagi sudah berkumpul di sini," kata Mahfud. (Knu)

Baca Juga

Wapres ke Jepang, Jokowi Penuhi Janji Umumkan Kabinet Bareng 'Abah' atau Ditunda?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
LBH Jakarta: Sudah Seharusnya Reklamasi Teluk Jakarta Dihentikan
Indonesia
LBH Jakarta: Sudah Seharusnya Reklamasi Teluk Jakarta Dihentikan

Putusan tersebut seharusnya dapat menjadi titik balik

Anies Larang Warga yang Alami Gejala Corona Langsung ke Puskesmas dan Rumah Sakit
Indonesia
Anies Larang Warga yang Alami Gejala Corona Langsung ke Puskesmas dan Rumah Sakit

Anies Baswedan meminta masyarakat yang merasa mengalami gejala seperti virus corona atau COVID-19 untuk tidak langsung mendatangi fasilitas kesehatan.

Besok, Bajo dan Gibran-Teguh Jalani Tes Kesehatan di RSUD dr Moewardi
Indonesia
Besok, Bajo dan Gibran-Teguh Jalani Tes Kesehatan di RSUD dr Moewardi

Dikatakannya, merujuk jadwal KPU RI bakal cawali dan cawawali di pilkada serentak diadakan pada Selasa-Rabu (8-9/9).

Polisi Dianggap 'Thogut'
Indonesia
Polisi Dianggap 'Thogut'

Dugaan kuat ini adalah aksi balasan pasca kematian Baghdadi

Maulid Saat Pandemi, Anies Berharap Tidak Timbulkan Klaster Baru
Indonesia
Maulid Saat Pandemi, Anies Berharap Tidak Timbulkan Klaster Baru

Dalam kondisi mewabahnya virus corona semua masyarakat diuji tentang seberapa melekatnya sifat nabi selama ini menjadi tauladan bagi umat muslim.

Pembentukan Pansus Banjir untuk Serang Anies?
Indonesia
Pembentukan Pansus Banjir untuk Serang Anies?

Sejauh ini, pembentukan pansus ini masih sekedar wacana dari beberapa fraksi DPRD DKI Jakarta.

 Seusai Diperiksa KPK Terkait Wawan, Artis Faye Nicole Pilih Bungkam
Indonesia
Seusai Diperiksa KPK Terkait Wawan, Artis Faye Nicole Pilih Bungkam

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan Faye diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus suap fasilitas Lapas Koruptor Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat yang menjerat Wawan.

Kasus Gratifikasi Rachmat Yasin, KPK Periksa Sekda Bogor
Indonesia
Kasus Gratifikasi Rachmat Yasin, KPK Periksa Sekda Bogor

KPK telah menahan tersangka Rachmat pada 13 Agustus 2020

Anak Gunung Krakatau Meletus, Abu Vulkanik Menyembur hingga 657 Meter
Indonesia
Anak Gunung Krakatau Meletus, Abu Vulkanik Menyembur hingga 657 Meter

Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik sekitar 657 meter di atas permukaan laut pukul 22.35 WIB.

Mendikbud Tegaskan Kelulusan Siswa Dikembalikan ke Sekolah
Indonesia
Mendikbud Tegaskan Kelulusan Siswa Dikembalikan ke Sekolah

Nadiem tidak memaksa sekolah untuk menerapkan perubahan pola USBN tersebut